Enam Program Unggulan Bupati Mentawai Terus Direalisasikan di Tengah Efisiensi Anggaran



MENTAWAI, SUMBARNET.ID — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terus berupaya merealisasikan enam program unggulan Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana dan Wakil Bupati, meski pelaksanaannya dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran.


Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Bupati Rinto Wardana langsung mendorong jajaran pemerintah daerah untuk menyusun, membahas, serta menyiapkan program prioritas yang dapat dieksekusi melalui berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).


Enam program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, penerangan atau listrik, jaringan internet, ketersediaan air bersih, peningkatan layanan kesehatan, serta peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.


Staf Khusus Bupati Kepulauan Mentawai Bidang Hukum dan Komunikasi, Hendri Novianto Saleleubaja, mengatakan berbagai program tersebut secara bertahap mulai direalisasikan sesuai kemampuan anggaran pemerintah daerah dan dukungan pemerintah pusat.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu program penting karena konektivitas antarwilayah merupakan dasar untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus membuka akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintah, pendidikan, kesehatan dan aktivitas ekonomi.


Infrastruktur Jadi Prioritas


Program unggulan pertama adalah pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan yang bertujuan membuka akses dari dusun ke dusun, desa ke desa hingga desa menuju kecamatan.


Pada 2025, sejumlah pekerjaan telah dilaksanakan, di antaranya penimbunan jalan dari Limu hingga Mapinang Selatan. Selain itu, dilakukan pula pembukaan, penimbunan dan pengerasan jalan dari Saumanganya menuju Manganjo.


Memasuki 2026, pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan. Sejumlah ruas jalan dan jembatan saat ini masih dalam proses pengerjaan.


Di antaranya pengecoran Jalan Kartini-Malakopa dan pembangunan Jembatan Matobe. Sementara di Pulau Sipora, pemerintah melaksanakan pembukaan dan pengecoran Jalan Rimboz Kilometer 5 serta pengecoran Jalan TPSP di Berkat.


Pembangunan Jalan Masokut-Beriulou dan Jalan Bosua-Sao juga masih berada dalam tahap pengerjaan.


Tidak hanya mengandalkan kemampuan anggaran daerah, pembangunan infrastruktur di Kepulauan Mentawai juga mendapat dukungan melalui Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.


Khusus di Pulau Siberut, sejumlah pembangunan yang didukung dana TKD antara lain pembangunan Jembatan Pokai dan Ukra di Kecamatan Siberut Utara.

Kemudian pembangunan Jalan Sotboyak-Mongan Poula, Subelen-Saibi, Jalan Subelen-Cimpungan, Jalan Maileppet-Saliguma, pembangunan Jembatan Saibi, Jembatan Ailoggat di Taileleu, Jalan Puro-Tiop, Jalan Puro-Rogdog di Desa Madobag, serta pembukaan jalan dari Sigapokna menuju Simalegi di Kecamatan Siberut Barat.


"Semua pembangunan ini sedang dalam proses berjalan. Semoga tidak ada kendala di lapangan sehingga bisa selesai tepat waktu dan pembangunan yang ada dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Hendri Novianto Saleleubaja kepada media, Selasa (15/9/2026).


Menurutnya, pembangunan konektivitas wilayah menjadi sangat penting bagi Mentawai yang memiliki karakter geografis kepulauan. Infrastruktur yang semakin baik diharapkan mampu memperpendek jarak tempuh masyarakat sekaligus memperlancar mobilitas orang dan barang.


Penerangan Menjangkau Pelosok


Program kedua yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah penerangan atau listrik.

Pemerintah menargetkan akses penerangan dapat semakin menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa. Program ini juga berkaitan erat dengan pembangunan konektivitas jalan.


Dengan terbukanya akses jalan antardusun dan antarwilayah, pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk mendorong masuknya berbagai infrastruktur dasar, termasuk jaringan listrik.


Penerangan tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan publik, komunikasi dan kegiatan ekonomi masyarakat pada malam hari.


Perluasan Jaringan Internet


Program ketiga adalah penyediaan dan perluasan jaringan internet.

Di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi, internet menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung pelayanan publik, pendidikan, komunikasi hingga aktivitas ekonomi.


Sejumlah wilayah di Kepulauan Mentawai kini telah terkoneksi jaringan internet. Cakupan tersebut antara lain Simalegi Tengah, Dusun Tengah Utara, Dusun Limu, Simatalu, Sigapokna, Policoman, Labuan Bajau, Tiniti, Muara Sikabaluan, Pokai, Malancan, Sotboyak, Bojakan, Mongan Poula, Cimpungan, Saliguma, Subelen, Saibi Samukop, Matotonan, Madobag, Rokdog, Puro, Peipei, Pasakiat Taileleu, Katurei, Sagulubbe, Sidomakmur, Pogari, Tuapeijat, Berkat, Goiso Oinan, Betumonga, Matobe, Saureinu, Sioban, Nemnem Leleu, Beriulou, Mongan Bosua, Saumanganya, Silabu, Dusun Baru-baru, Bungo Rayo, Bake, Eru Paraboat, Bulasat, Kilometer 37, Malakopa, Mapoupou, Bakkat Monga, Tapu Raukat dan Taikako.


Selain itu, terdapat sejumlah lokasi BTS yang mendukung konektivitas masyarakat, seperti BTS Polaga, Sikakap, Katiet, Rokdog, Subur Makmur, Sibaibai dan Bukku Monga.


Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kualitas dan pemerataan jaringan sehingga akses internet tidak hanya tersedia di pusat-pusat permukiman, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat di wilayah terpencil.


Ketersediaan Air Bersih Diperkuat


Program keempat adalah memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.


Untuk Unit PAM Tuapeijat, saat ini dilakukan perbaikan terhadap dua unit pompa dengan kapasitas masing-masing 20 liter per detik.


Dalam perubahan anggaran, pemerintah juga merencanakan pengadaan dua unit pompa baru dengan kapasitas 20 liter per detik.

Sementara itu, Unit PAM Sioban menggunakan sistem gravitasi dan membutuhkan peningkatan kapasitas aparatur atau ASN PAM, termasuk dukungan biaya suku cadang untuk perbaikan apabila terjadi kebocoran jaringan.


Untuk Unit PAM Malakopa, pemerintah menilai diperlukan penguatan sumber daya manusia. Dalam perubahan anggaran juga direncanakan pemasangan listrik sebagai penggerak pompa.


Unit PAM Siberut juga membutuhkan peningkatan kapasitas ASN PAM. Selain itu, direncanakan penyambungan listrik untuk penggerak pompa serta dukungan anggaran operasional rutin.


Kemudian Unit PAM Sikakap diarahkan untuk mendapatkan peningkatan kapasitas ASN, penyediaan suku cadang, perbaikan jaringan serta dukungan biaya operasional.


Unit PAM Saumanganya membutuhkan peningkatan kapasitas ASN PAM dan biaya operasional. Sementara Unit PAM Saibi memerlukan rehabilitasi sekaligus peningkatan kapasitas ASN PAM.


Adapun Unit PAM Sikabaluan membutuhkan dukungan suku cadang sambungan rumah (SR), penguatan sumber pengambilan air serta peningkatan kapasitas ASN PAM.


Penguatan layanan air bersih tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.


Layanan Kesehatan Terus Ditingkatkan


Program kelima adalah peningkatan layanan kesehatan.

Salah satu program yang sedang berjalan adalah pembangunan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di RSUD Mentawai.


Selain pembangunan fasilitas kesehatan, pemerintah juga memperkuat layanan ambulans laut, baik untuk merujuk pasien ke Tuapeijat maupun ke Padang.


Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi geografis Kepulauan Mentawai yang terdiri atas pulau-pulau dan membutuhkan moda transportasi laut dalam penanganan maupun rujukan pasien dari wilayah tertentu.


Pemerintah juga terus memperkuat pelayanan di tingkat puskesmas melalui integrasi layanan primer. Pelayanan dokter spesialis ke puskesmas turut didorong agar masyarakat di wilayah yang jauh dari rumah sakit tetap mendapatkan akses pelayanan medis yang lebih baik.


Di sisi lain, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Kepulauan Mentawai telah mencapai sekitar 91,67 persen.


Peningkatan cakupan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan akses terhadap pelayanan kesehatan.


Mendorong Pendapatan Per Kapita Masyarakat


Program keenam adalah meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat.


Program tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan penghasilan masyarakat, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, transportasi hingga penguatan badan usaha milik daerah atau perusahaan daerah.


Pemerintah daerah menyiapkan berbagai aspek pendukung agar komoditas perkebunan dan pertanian masyarakat memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.


Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian antara lain kelapa, cengkeh, pinang, pisang, nilam dan kakao.


Selain komoditas perkebunan, masyarakat Mentawai juga memiliki berbagai potensi pangan lokal, seperti sagu, keladi dan ubi.


Pengelolaan komoditas tersebut diharapkan tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan secara lebih optimal sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.


"Kita berharap masyarakat konsen dan fokus dalam pengelolaan komoditas pangan lokal. Dengan pengelolaan yang baik, komoditas lokal tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat," harap Hendri.


Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi Anggaran


Hendri menegaskan, pelaksanaan enam program unggulan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kebijakan efisiensi anggaran.


Karena itu, pemerintah melakukan penyesuaian prioritas dan mengoptimalkan dukungan anggaran yang tersedia, termasuk melalui sinergi dengan pemerintah pusat.


"Yang paling penting adalah bagaimana program yang sudah direncanakan tetap dapat berjalan secara bertahap dan tepat sasaran. Pemerintah akan terus berupaya mencari solusi terhadap berbagai keterbatasan yang ada, sehingga program prioritas yang menyentuh kepentingan masyarakat dapat terus direalisasikan," katanya.


Ia berharap seluruh pihak, mulai dari jajaran pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat hingga pemangku kepentingan lainnya, dapat bersama-sama mendukung pembangunan yang sedang berjalan.


Menurutnya, pembangunan Mentawai membutuhkan kerja bersama karena kondisi geografis dan karakteristik wilayah membutuhkan perencanaan serta penanganan yang berbeda dibandingkan daerah lain.


"Harapan kami, seluruh pembangunan yang sedang berjalan dapat diselesaikan dengan baik, tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan memanfaatkan seluruh hasil pembangunan secara bersama-sama," pungkasnya.


Dengan enam program unggulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berupaya membangun fondasi pembangunan secara bertahap, mulai dari membuka akses antarwilayah, memperluas penerangan dan jaringan internet, memenuhi kebutuhan air bersih, memperkuat layanan kesehatan hingga meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat.


Di tengah keterbatasan anggaran, keberlanjutan program menjadi tantangan tersendiri. Namun, pemerintah daerah memastikan pembangunan tetap diarahkan pada kebutuhan dasar dan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat Kepulauan Mentawai. (Robi)

0 Post a Comment:

Posting Komentar