MENTAWAI, Sumbarnet.id – Kabar gembira datang dari dunia pendidikan di pusat Kabupaten Kepulauan Mentawai. Revitalisasi SMP Negeri 2 Sipora yang mencakup pembangunan delapan ruang kelas, gedung administrasi, MCK dan Laboratorium IPA sudah mencapai progres fisik 95 persen.
Pekerjaan ini dilaksanakan secara swakelola yang bersumber anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) senilai Rp 1,6 miliar, dimana sekolah tersebut saat ini sudah terlihat bagus dan menarik.
"Revitalisasi sekolah telah mencapai progres fisik 95 persen. Pekerjaan yang tersisa berupa penyelesaian mobiler," ucap Kepsek SMPN 2 Sipora, Antinus, http://S.TH.kepada media, Rabu (28/10/2026).
Dia menyebut adanya anggaran revitalisasi dari Kemendikbud ini, bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana fasilitas sekolah berdampak positif pada proses kegiatan belajar mengajar.
"Ini adalah tujuan utama kita, meskipun pada hakikatnya memiliki keterkaitan fasilitas penunjang yang dapat memberikan dampak positif dalam proses belajar mengajar," tuturnya.
Dia menuturkan ketersediaan sarana dan prasarana sekolah yang berada di pusat kabupaten ini, seyogianya belum maksimal dan masih ada beberapa item yang perlu dibenahi salah satunya revitalisasi perpustakaan yang belum terakomodir.
Pada tahun 2025 pernah diusulkan anggarannya saat itu terjadi cuaca ekstrem yang mengakibatkan longsor. Pengusulan itu masuk kategori revitalisasi kebencanaan, namun tahun 2026 tidak masuk, berkemungkinan bisa di tahun 2027.
Terkait dengan kebutuhan dalam pembenahan sekolah, kata Antinus sudah disampaikan ke pihak Dinas melalui Kepala Bidang SMP untuk pengusulan anggaran pembenahan sarana dan prasarana SMPN 2 Sipora.
Tak hanya itu kebutuhan lain juga sudah disampaikan seperti penataan lingkungan sekolah termasuk pagar sekolah tujuannya supaya siswa-siswi tidak lagi keluar dari sekolah tapi berada di lingkungan sekolah dan mudah diawasi, ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, kalau konsep awal untuk pembenahan sekolah direncanakan dulu bertingkat, ruang administrasi berada di depan, karena pusat pelaksanaan kegiatan lebih banyak dilakukan di SMP 2 Sipora seperti pertemuan.
"Kita sangat berharap bisa bertahap untuk melakukan revitalisasi gedung sekolah sesuai dengan ketersediaan anggaran baik dari kementerian maupun APBD, agar nantinya bisa maksimal kegiatan dilaksanakan," imbuhnya.
Menurut Antinus kalau dihitung biaya secara keseluruhan untuk pembenahan sarana dan prasarana SMPN 2 Sipora yang terletak di pusat kabupaten lebih kurang 10 miliar, namun anggarannya kalau dapat bisa bertahap, sehingga bisa tuntas kebutuhan sekolah.
Dia menambahkan untuk revitalisasi SMPN 2 Sipora ini mulai dikerjakan pada bulan Juli dan akan berakhir 15 Desember 2026, dimana progres saat ini sudah mencapai 95 persen dan siswa akan segera menikmati fasilitas baru. (Roby)



0 Post a Comment:
Posting Komentar