MENTAWAI, SUMBARNET — Sebanyak 32 pelajar perwakilan SMP se-Kabupaten Kepulauan Mentawai ambil bagian dalam Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 13 hingga 20 Agustus 2026.
Puluhan pelajar tersebut tergabung dalam kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan bagi generasi muda Mentawai untuk menambah pengalaman, mengasah keterampilan, memperkuat karakter, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah di tingkat nasional.
Kontingen Kwarcab Kepulauan Mentawai berangkat dari Padang menuju Jakarta pada Senin, 10 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Rombongan kemudian tiba di Jakarta pada Selasa, 11 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 WIB, sebelum mengikuti rangkaian kegiatan Jambore Nasional XII.
Jambore Nasional XII sendiri menjadi salah satu kegiatan besar Gerakan Pramuka yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Berbagai kegiatan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan kepramukaan, tetapi juga memberikan pengalaman pendidikan, wawasan kebangsaan, keterampilan, kepemimpinan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Selama berada di Bumi Perkemahan Cibubur, para peserta dari Kepulauan Mentawai mengikuti berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan dalam rangkaian Jambore Nasional.
Kegiatan tersebut di antaranya upacara pembukaan dan Upacara Hari Pramuka, petualangan kepramukaan, keterampilan kepramukaan, Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, karnaval budaya, pentas seni Nusantara, wisata edukasi, jumpa tokoh, Kampung Pengembangan Berkelanjutan, Kampung Pertanian Terpadu, serta kegiatan teknologi, sains dan Kampung Digital.
Rangkaian kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar melalui pengalaman secara langsung. Para pelajar tidak hanya dituntut mampu mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru serta berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah.
Mentawai Wakili Sumatera Barat di Pentas Seni Nusantara
Salah satu bagian yang menjadi kebanggaan kontingen Kepulauan Mentawai adalah kesempatan untuk tampil dalam pentas seni Nusantara.
Dalam agenda penampilan seni budaya tersebut, Provinsi Sumatera Barat diwakili oleh kontingen Kepulauan Mentawai. Para peserta menampilkan seni budaya Mentawai di panggung utama Jambore Nasional XII.
Penampilan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Mentawai kepada peserta dan masyarakat yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan membawa seni dan budaya daerah ke panggung nasional, kontingen Kepulauan Mentawai tidak hanya menjalankan tugas sebagai peserta Jambore Nasional, tetapi juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan identitas Mentawai di tengah keberagaman budaya Nusantara.
Penampilan yang disajikan kontingen Kwarcab Mentawai dikemas secara spektakuler dan mendapat perhatian dalam rangkaian kegiatan Jambore Nasional XII.
Kesempatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pelajar Mentawai untuk menunjukkan bahwa generasi muda daerah memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk tampil di tingkat nasional.
Bagi peserta, pengalaman tampil di panggung utama Jambore Nasional tentu menjadi pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan potensi mereka di masa mendatang.
Pendidikan Karakter Jadi Bagian Penting
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jop Sirirui, S.Pd.SD, mengatakan keikutsertaan pelajar Mentawai dalam Jambore Nasional XII memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar mengikuti kegiatan perkemahan.
Menurutnya, kegiatan kepramukaan merupakan bagian penting dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Melalui berbagai aktivitas yang dilakukan selama jambore, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan dan kerja sama.
"Keikutsertaan anak-anak Mentawai dalam Jambore Nasional ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menambah pengalaman dan wawasan. Mereka dapat belajar secara langsung melalui berbagai kegiatan, bertemu dengan peserta dari daerah lain dan mengenal keberagaman Indonesia," ujar Jop Sirirui.
Ia menilai pengalaman tersebut sangat penting bagi peserta didik, terutama dalam mempersiapkan generasi muda Mentawai agar memiliki kepercayaan diri dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Jop mengatakan pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Kegiatan di luar sekolah, termasuk kepramukaan, juga menjadi bagian dari proses pendidikan yang dapat membentuk sikap dan kepribadian peserta didik.
"Tujuan kita tentu bukan hanya agar anak-anak mendapatkan pengalaman selama mengikuti jambore, tetapi juga bagaimana pengalaman tersebut membentuk karakter mereka. Kita ingin anak-anak Mentawai tumbuh menjadi generasi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu bekerja sama," katanya.
Ia juga mengapresiasi Kwarcab Kepulauan Mentawai yang memberikan dukungan penuh terhadap kontingen selama mengikuti kegiatan di Jakarta.
Kwarcab Tanggung Seluruh Kebutuhan Peserta
Selama pelaksanaan Jambore Nasional XII, seluruh biaya kontingen Kepulauan Mentawai ditanggung penuh oleh Kwartir Cabang Kepulauan Mentawai.
Dukungan tersebut diberikan untuk memastikan para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik tanpa terbebani persoalan kebutuhan selama berada di Jakarta.
Para peserta mendapatkan sejumlah perlengkapan dan fasilitas, antara lain seragam Pramuka, jaket, baju lapangan, kerel, scarf, konsumsi dan transportasi.
Jop Sirirui berharap dukungan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara disiplin dan penuh tanggung jawab.
"Anak-anak harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ikuti semua kegiatan dengan semangat, jaga kesehatan, jaga kekompakan dan yang paling penting menjaga nama baik Kepulauan Mentawai," ujarnya.
Ia juga berharap para peserta setelah kembali ke daerah dapat membagikan pengalaman yang diperoleh selama Jambore Nasional kepada teman-teman di sekolah maupun lingkungan masing-masing.
"Kita berharap pengalaman yang mereka dapatkan tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Mereka bisa membawa pulang pengetahuan, keterampilan dan pengalaman tersebut untuk dibagikan kepada teman-teman di sekolah dan menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya," tambahnya.
Jadi Momentum Memperkenalkan Budaya Mentawai
Menurut Jop, kesempatan kontingen Kepulauan Mentawai mewakili Sumatera Barat dalam pentas seni Nusantara juga memiliki nilai strategis bagi promosi budaya daerah.
Ia menyebut, kehadiran pelajar Mentawai di panggung utama Jambore Nasional menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Kepulauan Mentawai memiliki kekayaan budaya yang khas dan beragam.
"Kita tentu bangga karena kontingen Mentawai dipercaya mewakili Sumatera Barat dalam pentas seni budaya. Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk memperkenalkan budaya Mentawai kepada masyarakat dari berbagai daerah," katanya.
Jop berharap pengalaman tersebut semakin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
"Kita ingin anak-anak bukan hanya mampu menampilkan budaya, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya dan memiliki rasa bangga terhadap identitas daerah. Generasi muda harus menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan budaya Mentawai," ungkapnya.
Leniastria: Peserta Didorong Aktif dan Ambil Pengalaman
Sementara itu, Kepala Bidang pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Leniastria Sapalakai, mengatakan keikutsertaan pelajar Mentawai dalam Jambore Nasional XII merupakan bagian dari upaya memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi di luar pembelajaran akademik.
Menurut Leniastria, berbagai kegiatan yang tersedia selama Jambore Nasional memberikan pengalaman yang sangat beragam kepada peserta, mulai dari keterampilan kepramukaan, petualangan, wawasan kebangsaan, budaya, teknologi hingga kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
"Anak-anak kita mendapatkan pengalaman yang sangat banyak selama mengikuti Jambore Nasional. Mereka tidak hanya belajar tentang kepramukaan, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai budaya, teknologi, lingkungan, kepemimpinan dan kehidupan sosial," ujar Leniastria.
Ia mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong peserta untuk lebih aktif, kreatif dan percaya diri.
"Kita berharap anak-anak bisa mengikuti seluruh kegiatan dengan aktif. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, bertanya, berinteraksi dan mengembangkan kemampuan," katanya.
Leniastria juga menilai keterlibatan kontingen Mentawai dalam pentas seni Nusantara merupakan kesempatan yang sangat baik bagi peserta didik untuk memperkenalkan budaya daerah sekaligus melatih keberanian tampil di hadapan publik.
"Ketika mereka tampil di panggung utama dan mewakili Sumatera Barat, tentu ada kebanggaan tersendiri. Ini juga melatih keberanian, kekompakan dan rasa percaya diri mereka. Di sisi lain, mereka membawa nama Mentawai sehingga harus mampu memberikan penampilan terbaik," ungkapnya.
Harapan Lahir Generasi Muda yang Berprestasi
Leniastria berharap pengalaman mengikuti Jambore Nasional XII dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta setelah kembali ke Kepulauan Mentawai.
Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah dapat membuka wawasan pelajar mengenai keberagaman Indonesia.
"Kita berharap sepulang dari Jakarta, anak-anak membawa semangat baru. Mereka bisa menjadi contoh dan memberikan pengaruh positif bagi teman-temannya di sekolah," tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan kepramukaan di sekolah-sekolah di Kepulauan Mentawai semakin berkembang dan mampu menjadi wadah pembentukan karakter peserta didik.
"Kita ingin kegiatan Pramuka terus menjadi bagian dari pembinaan karakter anak-anak. Nilai disiplin, gotong royong, tanggung jawab, kemandirian dan kepemimpinan sangat penting untuk mereka miliki," ujarnya.
Dengan mengikuti Jambore Nasional XII, 32 pelajar Kepulauan Mentawai mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar dan berkembang di lingkungan yang lebih luas.
Kehadiran mereka di Bumi Perkemahan Cibubur bukan hanya membawa semangat kepramukaan, tetapi juga membawa nama Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat melalui penampilan seni budaya.
Di tengah ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, kontingen Mentawai menjadi bagian dari generasi muda yang memperlihatkan keberagaman dan kekayaan budaya Nusantara.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para pelajar untuk terus berkembang, berprestasi dan menjadi generasi penerus yang mampu membawa nama baik Kepulauan Mentawai di tingkat daerah, nasional, bahkan ke tingkat yang lebih luas. (Robi)






0 Post a Comment:
Posting Komentar