Dua Pelajar SMPN 1 Sikakap Diduga Hampir Diculik di Jalan Perikanan, Berhasil Kabur dari Pelaku

 



MENTAWAI, SUMBARNET.ID – Dua orang pelajar SMP Negeri 1 Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, diduga menjadi sasaran upaya penculikan oleh seorang pria tak dikenal saat hendak pulang dari sekolah. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Perikanan, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 16.10 WIB.


Kedua pelajar tersebut diketahui bernama Rafa dan Fajar. Keduanya merupakan siswa SMPN 1 Sikakap dan saat ini tinggal bersama di Asrama Pastoran Sikakap.


Informasi mengenai kejadian itu disampaikan oleh salah seorang korban, Rafa, kepada orang tuanya. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada redaksi Sumbarnet.id melalui sambungan telepon WhatsApp.


Ayah Rafa menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi ketika kedua anak tersebut dalam perjalanan pulang dari sekolah.


“Keadiannya Selasa, sekitar pukul 16.10 sore,” ujar Beni, ayah Rafa.


Bertemu Pria Tak Dikenal di Jalan Perikanan


Berdasarkan penuturan Rafa, kejadian bermula ketika dirinya bersama Fajar pulang sekolah dengan melintasi Jalan Perikanan dari arah Jalan Masabuk, Sikakap.


Saat berada di kawasan tersebut, keduanya bertemu dengan seorang pria yang tidak mereka kenal.


Rafa kemudian menjelaskan ciri-ciri pria tersebut. Menurutnya, pria itu memiliki tubuh pendek, berkulit hitam, dengan rambut bagian belakang keriting dan bagian depan lurus.


“Sepulang kami dari sekolah ada bertemu seorang pria di Jalan Perikanan. Ciri-cirinya pendek, kulit hitam, rambut belakang keriting, rambut depan lurus,” kata Rafa saat menceritakan kejadian tersebut.


Situasi kemudian berubah ketika pria tersebut diduga memegang kedua pelajar tersebut.


Rafa mengaku dirinya bersama Fajar sempat berada dalam situasi yang membuat keduanya merasa terancam. Namun, keduanya berhasil melepaskan diri dan langsung berlari meninggalkan pria tersebut.


“Kami sempat dipegang, tapi kami berhasil kabur,” ujar Rafa.


Sempat Diarahkan ke Kapal Ikan

Setelah berhasil melarikan diri, menurut pengakuan Rafa, pria tersebut masih sempat memanggil dan mengarahkan mereka menuju sebuah kapal ikan.


“Setelah itu kami dipanggil dan diarahkan ke kapal ikan,” tambahnya.


Pengakuan tersebut membuat keluarga Rafa semakin khawatir. Pihak keluarga menduga tindakan pria tersebut bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan terdapat dugaan niat untuk membawa kedua pelajar tersebut.


“Jadi dugaan kami dia ingin menculik kami. Maka orang tua saya ingin melaporkan kejadian ini,” kata Rafa.


Kekhawatiran tersebut juga menjadi alasan keluarga berencana membawa persoalan ini kepada pihak berwajib agar kejadian dapat ditelusuri dan identitas pria yang diduga terlibat dapat diketahui.


Keluarga Berencana Melapor


Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban menyatakan akan melaporkan peristiwa yang dialami Rafa dan Fajar kepada kepolisian.


Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi aparat untuk melakukan penyelidikan, termasuk mencari tahu identitas pria yang disebut oleh korban, lokasi kejadian secara lebih detail, serta memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.


Pihak keluarga juga berharap aparat dapat memberikan rasa aman kepada para pelajar, khususnya anak-anak yang beraktivitas dan pulang sekolah di kawasan tersebut.


Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Kepolisian Sektor Sikakap terkait dugaan peristiwa tersebut maupun apakah laporan dari pihak keluarga korban telah diterima secara resmi.


Karena belum adanya keterangan resmi dari kepolisian, dugaan upaya penculikan tersebut masih berdasarkan keterangan korban dan pihak keluarga. Identitas pria yang disebut korban juga belum diketahui secara pasti.


Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan


Peristiwa ini menjadi perhatian bagi orang tua dan masyarakat di Kecamatan Sikakap untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika mereka berangkat maupun pulang sekolah.


Masyarakat juga diimbau tidak mudah menyebarkan identitas atau menuduh seseorang sebagai pelaku sebelum adanya hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari aparat penegak hukum.


Orang tua diharapkan dapat mengingatkan anak-anak untuk menghindari berjalan sendirian di lokasi yang sepi, tidak mengikuti ajakan orang yang tidak dikenal, serta segera mencari tempat aman dan meminta pertolongan apabila merasa berada dalam situasi yang mencurigakan.


Terutama pada jam pulang sekolah sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, pengawasan terhadap anak-anak dinilai perlu ditingkatkan.


Apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan keselamatan anak, masyarakat diharapkan segera menghubungi pihak berwajib dan tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat memperkeruh keadaan.


Pihak keluarga korban kini menunggu proses pelaporan dan tindak lanjut dari aparat kepolisian. Masyarakat juga diharapkan tetap tenang serta memberikan ruang kepada pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian tersebut. (Robi)

0 Post a Comment:

Posting Komentar