SUMBARNET.ID MENTAWAI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepulauan Mentawai terus memacu persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 2-14 Oktober 2026.
Kepastian jadwal tersebut menjadi perhatian serius bagi Mentawai. Pasalnya, daerah itu tidak hanya akan mengirimkan kontingen untuk berlaga di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat, tetapi juga dipercaya menjadi salah satu tuan rumah pertandingan untuk lima cabang olahraga (cabor).
Karena berbagai persiapan telah disusun berdasarkan jadwal 2-14 Oktober 2026, Pemkab dan KONI Kepulauan Mentawai berharap tidak ada lagi perubahan waktu pelaksanaan.
Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana mengatakan persiapan sebagai tuan rumah maupun peserta Porprov XVI terus dikebut. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipenuhi sehingga pelaksanaan pertandingan di Mentawai berjalan lancar.
Dari sisi venue, tingkat kesiapan saat ini disebut telah mencapai sekitar 80 persen. Sejumlah fasilitas sudah tersedia dan dapat digunakan, sedangkan beberapa bagian lainnya masih dalam tahap penyempurnaan.
“Sudah, paling tidak sekarang ini 80 persen kesiapannya,” ujar Rinto.
Menurut Rinto, capaian tersebut menunjukkan bahwa persiapan Mentawai telah memasuki tahap penting. Sisa pekerjaan yang ada akan terus diselesaikan agar seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan ketika atlet, ofisial, perangkat pertandingan dan kontingen dari berbagai daerah mulai berdatangan.
Pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap aspek pendukung lainnya, mulai dari akomodasi, transportasi hingga kebutuhan teknis pertandingan.
Anggaran Porprov Telah Disiapkan
Selain infrastruktur dan venue, persoalan anggaran menjadi bagian penting dalam persiapan Mentawai menghadapi Porprov XVI Sumbar.
Pemkab Kepulauan Mentawai telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan Porprov, baik dalam kapasitas sebagai tuan rumah maupun untuk membiayai keikutsertaan kontingen Mentawai pada pertandingan yang berlangsung di luar daerah.
Rinto mengatakan anggaran tersebut bahkan telah ditambah agar berbagai kebutuhan yang muncul selama proses persiapan dapat terakomodasi.
Dana yang disiapkan selanjutnya akan didistribusikan kepada KONI Kepulauan Mentawai untuk mendukung percepatan persiapan, termasuk kebutuhan kontingen dan penyelenggaraan pertandingan di Mentawai.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat Porprov bukan hanya persoalan pertandingan, tetapi juga menyangkut mobilitas atlet, pelatih, ofisial, perangkat pertandingan, akomodasi, konsumsi serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.
Untuk sektor prestasi, Rinto menargetkan kontingen Mentawai mampu memberikan hasil maksimal. Ia berharap para atlet daerah tersebut dapat menyumbangkan sekitar 5 hingga 10 medali emas pada Porprov XVI Sumbar.
Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet Mentawai yang saat ini terus menjalani persiapan, baik dari sisi fisik, teknik maupun mental.
Rinto berharap seluruh atlet dapat menjaga semangat, disiplin menjalani program latihan dan memanfaatkan kesempatan bertanding pada Porprov sebagai momentum untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
“Harapannya tentu atlet-atlet kita bisa tampil maksimal dan membawa nama baik Mentawai. Target 5 sampai 10 medali emas mudah-mudahan dapat tercapai dengan persiapan yang dilakukan,” demikian harapan yang disampaikan Rinto.
KONI Mentawai Minta Jadwal Tidak Bergeser
Di tengah persiapan yang terus dikebut, KONI Kepulauan Mentawai secara tegas meminta jadwal Porprov XVI Sumbar tetap mengacu pada ketetapan 2-14 Oktober 2026.
Ketua KONI Kepulauan Mentawai Ali Nurdin mengatakan sebagian besar persiapan telah disusun berdasarkan rentang waktu tersebut. Bahkan, berbagai kebutuhan teknis yang berkaitan dengan mobilitas kontingen dan penyelenggaraan pertandingan sudah mulai dikunci.
“Persiapan kami sudah sekitar 80 sampai 90 persen. Venue terus dikerjakan dan seluruh kebutuhan untuk pelaksanaan pertandingan terus kami kebut,” ujar Ali Nurdin, Kamis (17/9/2026).
Ali menilai perubahan jadwal pada tahap persiapan yang sudah memasuki fase akhir bukan persoalan sederhana. Pergeseran waktu berpotensi menimbulkan konsekuensi terhadap transportasi, akomodasi, konsumsi, perangkat pertandingan dan berbagai kebutuhan lainnya.
Salah satu yang telah disesuaikan dengan jadwal adalah transportasi Padang-Mentawai dan sebaliknya.
Pengaturan perjalanan atlet, kontingen, perangkat pertandingan hingga pihak-pihak pendukung telah disusun dengan mengacu pada jadwal pertandingan 2-14 Oktober 2026.
“Kalau jadwal bergeser, kami akan rugi besar. Bagi Mentawai cukup berat karena transportasi Padang-Mentawai dan sebaliknya sudah kami sesuaikan dengan jadwal 2-14 Oktober,” kata Ali.
Tak hanya transportasi, kebutuhan hotel dan penginapan bagi kontingen tamu juga telah dipersiapkan. Sejumlah akomodasi telah dipesan sesuai dengan kebutuhan selama pelaksanaan Porprov.
Karena itu, menurut Ali, kepastian jadwal sangat dibutuhkan agar seluruh persiapan yang telah dilakukan tidak kembali harus disesuaikan.
KONI Mentawai berharap seluruh pihak yang terlibat dapat mempertahankan jadwal yang telah menjadi dasar persiapan daerah.
Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal menghitung hari, fokus Mentawai kini diarahkan pada penyelesaian pekerjaan yang masih tersisa dan memastikan seluruh kebutuhan pertandingan benar-benar siap.
Pertama Kali Jadi Tuan Rumah
Porprov XVI Sumatera Barat memiliki arti khusus bagi Kepulauan Mentawai. Untuk pertama kalinya, daerah tersebut dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan pertandingan Porprov Sumbar.
Lima cabang olahraga akan digelar di Mentawai, yakni Mixed Martial Arts (MMA), Kabaddi, Cricket, Selancar Ombak, dan Judo.
Kepercayaan menjadi tuan rumah menjadi kesempatan bagi Mentawai untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam menggelar event olahraga tingkat provinsi.
Lebih dari itu, keberadaan lima cabor di Mentawai juga memberikan peluang bagi masyarakat setempat untuk menyaksikan langsung pertandingan dan berinteraksi dengan atlet maupun kontingen dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Empat cabor, yakni MMA, Kabaddi, Cricket dan Selancar Ombak, juga tercatat sebagai cabang olahraga yang untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Porprov Sumbar.
Kondisi tersebut membuat persiapan Mentawai menjadi semakin penting. Daerah ini tidak hanya dituntut menyiapkan tempat pertandingan, tetapi juga memastikan seluruh aspek pendukung berjalan sesuai standar penyelenggaraan.
Mulai dari transportasi menuju lokasi pertandingan, akomodasi, konsumsi, perangkat pertandingan, pelayanan kontingen hingga koordinasi dengan berbagai pihak harus dipastikan berjalan dengan baik.
Kontingen Mentawai Bertanding di 11 Daerah
Di sisi lain, perjuangan Mentawai pada Porprov XVI tidak hanya berlangsung di wilayah sendiri.
Kontingen Kepulauan Mentawai juga akan menjalani pertandingan di 11 kabupaten dan kota lainnya yang menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai cabang olahraga.
Situasi tersebut membuat koordinasi antara Pemkab, KONI, atlet, pelatih dan seluruh ofisial menjadi sangat penting.
Mobilitas kontingen harus diatur secara cermat agar atlet dapat tiba di lokasi pertandingan tepat waktu dan berada dalam kondisi siap bertanding.
Dengan demikian, keberhasilan Mentawai dalam Porprov XVI tidak hanya diukur dari kemampuan menjadi tuan rumah, tetapi juga dari capaian para atlet di arena pertandingan.
Pemkab Kepulauan Mentawai berharap dukungan anggaran, kesiapan venue, program latihan serta pengaturan transportasi dan akomodasi dapat menjadi satu kesatuan persiapan yang mendukung pencapaian prestasi.
Sementara KONI Mentawai menekankan pentingnya kepastian jadwal agar seluruh rencana yang telah disusun tidak terganggu oleh perubahan waktu.
Dengan jadwal 2-14 Oktober 2026 yang menjadi dasar persiapan, seluruh pihak kini memasuki tahap akhir menuju pembukaan Porprov XVI Sumatera Barat.
Mentawai menegaskan, prioritas saat ini adalah menyelesaikan seluruh pekerjaan yang tersisa, memastikan venue dan fasilitas pendukung siap digunakan, serta mempersiapkan atlet agar mampu tampil optimal.
Harapannya, Porprov XVI tidak hanya berlangsung sukses dari sisi penyelenggaraan di Mentawai, tetapi juga menjadi momentum bagi atlet-atlet daerah untuk mengukir prestasi dan membawa nama Kepulauan Mentawai ke tingkat yang lebih tinggi.
Bagi pemerintah daerah dan KONI Kepulauan Mentawai, kepastian jadwal menjadi bagian penting dari kesuksesan persiapan tersebut.
Setelah berbagai kebutuhan disesuaikan dengan tanggal pelaksanaan, Mentawai berharap 2-14 Oktober 2026 tetap menjadi jadwal final hingga seluruh rangkaian pertandingan Porprov XVI Sumbar berakhir. (Robi)

0 Post a Comment:
Posting Komentar