Tampilkan postingan dengan label Cerint Iralloza Tasya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerint Iralloza Tasya. Tampilkan semua postingan


Jakarta, — Senator muda asal Sumatra Barat, Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., bersama Komite IV DPD RI menggelar rapat kerja strategis bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Bappenas, dan Gubernur Bank Indonesia, Senin (14/9/2026). 


Pertemuan penting ini membahas arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027.


Dalam forum tersebut, Cerint memanfaatkan momentum untuk menyampaikan sejumlah catatan krusial yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat di daerah. Fokus utamanya mencakup sektor pelayanan dasar yang dinilai masih memerlukan intervensi anggaran negara secara lebih serius.


"Saya menyampaikan pesan kepada Menteri Keuangan agar memperhatikan pembiayaan negara terhadap Tenaga Kesehatan dan Tenaga Pendidikan," ujar Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., usai persidangan.


Ia menekankan bahwa garda terdepan pembangunan sumber daya manusia ini memegang peranan vital dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Tanpa dukungan pembiayaan yang memadai dari pusat, beban daerah dalam mengelola layanan dasar akan semakin berat.


Selain isu tenaga pengajar dan medis, senator yang aktif memperjuangkan kepentingan daerah pemilihan Sumatra Barat ini juga membawa aspirasi spesifik dari pemerintah daerah. Permintaan tersebut berkaitan langsung dengan peningkatan fasilitas kesehatan publik di tingkat kabupaten.


"Selain itu kepada Menteri Keuangan, saya juga menitip pesan permintaan dari Kabupaten Agam agar lahan yang merupakan aset Kementerian Keuangan di Lubuk Basung bisa dihibahkan kepada Pemkab Agam guna perluasan area RSUD Lubuk Basung, Kabupaten Agam," tambahnya.


Hibah aset negara ini dinilai mendesak mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang representatif. Perluasan rumah sakit rujukan tersebut akan membuka ruang bagi peningkatan kapasitas fasilitas medis yang lebih modern.


Dinamika rapat sempat diwarnai oleh pergantian formasi pejabat di tengah jalannya sidang. Kendati demikian, pihak legislatif daerah berharap transisi kepemimpinan di kementerian tidak menghambat realisasi program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik.


"Sekalipun di tengah rapat terjadi pergantian pemain, saya harap aspirasi ini bisa ditindak lanjuti oleh Menteri Keuangan yang baru," tegas Cerint.


Langkah pengawalan anggaran ini menjadi komitmen nyata perwakilan daerah di tingkat nasional agar alokasi APBN 2027 benar-benar menjawab persoalan riil di tengah masyarakat. Publik kini menanti tindak lanjut nyata dari kementerian terkait atas berbagai usulan strategis yang telah disuarakan di Senayan. (**)



Padang - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., melakukan kunjungan spesial ke alumni sekolahnya di SMA Negeri 1 Padang. Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai pertemuan antara senator muda tersebut dengan ratusan siswa yang memadati aula sekolah. (28.8.26)


Dalam kesempatan berharga ini, Cerint membagikan pengalaman hidup serta wawasan mendalam mengenai kepemimpinan. Kehadirannya tidak hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen edukatif untuk membakar semangat generasi muda di almamater tercinta.


Sebagai alumni yang kini berkiprah di kancah nasional, Cerint menekankan pentingnya mempersiapkan diri sejak dini untuk menjadi pemimpin masa depan. Ia mendorong para siswa agar tidak hanya berfokus pada capaian akademis semata, melainkan juga mengasah jiwa kepemimpinan yang berkarakter.


"Saya berpesan kepada adik-adik agar mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berdampak nyata bagi sekitar. Jangan menunggu momen besar untuk memulai, tapi mulailah dari diri sendiri," ujar Cerint di hadapan ratusan pelajar SMA Negeri 1 Padang.


Menurut senator berlatar belakang pendidikan kedokteran ini, membentuk karakter pemimpin yang kuat dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil sehari-hari. Langkah sederhana tersebut kelak akan membentuk disiplin dan Integritas yang tangguh.


Ia menambahkan, pengaruh positif yang dibangun secara konsisten di lingkungan sekolah, keluarga, hingga pertemanan akan menjadi modal utama dalam melatih rasa kepedulian sosial serta kemampuan mengambil keputusan.


Kehadiran Cerint yang disambut meriah oleh para siswa dan tenaga pendidik ini memperlihatkan betapa besarnya harapan yang ditaruh pada pundak generasi muda. Diskusi interaktif yang berlangsung pun berjalan hidup dengan berbagai pertanyaan kritis dari para pelajar.


Pihak sekolah mengapresiasi keikut sertaan Cerint yang mau meluangkan waktu di tengah kesibukannya sebagai wakil daerah untuk kembali dan menginspirasi junior-juniornya di SMA Negeri 1 Padang.


Momen kebersamaan ini menjadi bukti bahwa benih-benih pemimpin masa depan yang siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat berawal dari ruang-ruang kelas dan lingkungan sekolah yang mendukung.


Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMA Negeri 1 Padang semakin termotivasi untuk terus berprestasi, menjaga integritas, dan siap menjadi agen perubahan yang membawa dampak luas bagi bangsa Indonesia. (**)



SUMBARNET - Anggota DPD RI Cerint Iralloza Tasya memberikan materi terkait evaluasi dan pengawasan dana desa dalam kegiatan di BPKP Kabupaten 50 Kota. Dalam kesempatan tersebut, Cerint membawa satu pesan utama: pengawasan anggaran desa harus mampu memastikan setiap rupiah yang dikelola benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Bagi Cerint, pengawasan yang baik bukanlah mekanisme yang membuat pemerintah desa takut mengambil keputusan dalam mengelola anggaran. Sebaliknya, pengawasan harus menjadi instrumen yang membantu desa bekerja lebih tertib, terbuka, tepat sasaran, sekaligus berani menjalankan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.


Dalam pemaparannya di Kabupaten 50 Kota, Cerint menekankan bahwa pengelolaan dana desa memiliki tanggung jawab yang besar karena anggaran tersebut pada akhirnya bersumber dari kepentingan masyarakat. Karena itu, transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian penting dari membangun kepercayaan warga terhadap pemerintah desa.


Menurut Cerint, masyarakat tidak cukup hanya mengetahui berapa besar anggaran yang masuk ke desa. Mereka juga berhak mengetahui bagaimana anggaran tersebut digunakan, program apa yang dijalankan, siapa yang merasakan manfaatnya, serta perubahan apa yang benar-benar terjadi setelah anggaran dibelanjakan.


Karena itu, Cerint mendorong agar paradigma pengawasan dana desa terus diperkuat. Pengawasan, menurutnya, jangan hanya berhenti pada upaya menemukan kesalahan setelah terjadi, tetapi juga diarahkan untuk mencegah kesalahan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban anggaran.


Ia juga mengingatkan bahwa pemeriksaan tidak seharusnya hanya terpaku pada kelengkapan dokumen. Dokumen memang penting sebagai bukti administrasi, namun jauh lebih penting adalah memastikan bahwa program yang tertulis di atas kertas benar-benar diwujudkan di lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Cerint mencontohkan, keberhasilan sebuah program desa tidak semata-mata dapat diukur dari tingginya serapan anggaran. Ukuran yang lebih penting adalah apakah pembangunan tersebut menjawab kebutuhan warga, meningkatkan pelayanan, membuka kesempatan ekonomi, memperbaiki lingkungan, atau membawa perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.


Pesan tersebut menjadi penting karena desa merupakan salah satu ujung tombak pembangunan. Ketika tata kelola anggarannya berjalan baik, masyarakat akan semakin mudah melihat hubungan antara uang yang dikelola pemerintah dengan manfaat yang mereka terima sehari-hari.


Dalam kegiatan di BPKP Kabupaten 50 Kota itu, Cerint juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam pengawasan dan pengelolaan dana desa untuk membangun pola kerja yang tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan, tetapi juga pendampingan dan pencegahan. Dengan begitu, pengawasan dapat menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar mencari siapa yang salah.


Cerint berharap pengelolaan dana desa ke depan semakin akuntabel, transparan dan berorientasi pada hasil. Sebab, pada akhirnya, anggaran yang dikelola pemerintah bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan uang masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan melalui pembangunan yang nyata, tepat guna dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten 50 Kota. (**)



SUMBARNET - Nuansa merah putih dan semangat kebangsaan kembali terasa di berbagai penjuru negeri dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Momentum bersejarah ini menjadi ruang untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus melihat kembali tanggung jawab generasi hari ini terhadap masa depan bangsa.


Dalam suasana peringatan tersebut, Anggota DPD RI Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna. Baginya, kemerdekaan tidak berhenti pada upacara, pengibaran bendera maupun perayaan setiap 17 Agustus, tetapi harus diterjemahkan melalui sikap dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.


“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan, tetapi tentang meneruskannya dalam setiap pengabdian,” pesan Cerint dalam rangka memperingati HUT RI ke-81.


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi terdahulu memiliki kesinambungan dengan apa yang dilakukan masyarakat saat ini. Jika dahulu para pejuang mempertaruhkan tenaga dan pikiran demi kemerdekaan, maka generasi sekarang memiliki kewajiban mengisi kemerdekaan dengan karya, kepedulian dan tanggung jawab.


Cerint memandang pengabdian tidak harus selalu hadir dalam bentuk sesuatu yang besar. Setiap orang dapat mengambil peran melalui profesi, pekerjaan, pendidikan, pelayanan kepada masyarakat maupun tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.


Di tengah kehidupan bangsa yang semakin dinamis, persatuan juga menjadi modal penting. Indonesia tumbuh dari keberagaman, sehingga perbedaan harus ditempatkan sebagai kekayaan yang memperkuat persaudaraan dan bukan menjadi alasan untuk saling menjauh.


“Semoga Indonesia senantiasa tumbuh sebagai bangsa yang kuat, bersatu, dan berdaya,” demikian harapan Cerint untuk perjalanan Indonesia memasuki usia kemerdekaan yang ke-81.


Menurutnya, bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang mampu membangun secara fisik, tetapi juga masyarakat yang memiliki kepedulian, rasa tanggung jawab dan kesadaran untuk menjaga kepentingan bersama. Semangat gotong royong menjadi salah satu nilai yang perlu terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.


Momentum HUT RI ke-81 juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan optimisme. Berbagai tantangan yang dihadapi bangsa harus dijawab dengan kerja bersama, semangat pantang menyerah dan keyakinan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk terus berkembang.


Sebagai Anggota DPD RI, Cerint Iralloza Tasya mengajak masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperbarui semangat untuk memberikan yang terbaik bagi daerah, masyarakat, serta Indonesia.


“Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia. Semoga semangat perjuangan para pahlawan terus hidup dalam setiap pengabdian dan menjadi energi bagi Indonesia untuk semakin kuat, bersatu dan berdaya,” tutup Cerint. (**)



SUMBARNET — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Sumatera Barat, Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat Kota Padang yang terdampak bencana banjir. Secara langsung, senator muda ini turun ke lokasi musibah untuk menemui para warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan logistik dasar.


Dalam aksi kemanusiaannya tersebut, Cerint menyerahkan berbagai macam bantuan penting seperti mie instan, air mineral kemasan, dan bahan pangan mendasar lainnya. Kehadirannya di tengah-tengah pemukiman warga yang sempat terendam air disambut hangat dan haru oleh para korban. Cerint juga berinteraksi langsung guna mendengarkan keluh kesah serta kebutuhan mendesak yang dialami masyarakat saat ini.


Melihat kondisi warga yang memprihatinkan, Cerint menegaskan pentingnya respons cepat dan terpadu dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, maupun elemen masyarakat. Menurutnya, keselamatan, pemenuhan logistik harian, dan layanan kesehatan bagi para korban harus menjadi prioritas utama di masa-masa tanggap darurat seperti sekarang.


Sebagai seorang dengan latar belakang pendidikan kedokteran (S.Ked), Cerint turut menyoroti potensi gangguan kesehatan paska-banjir yang kerap mengintai warga. Ia mengimbau agar posko kesehatan lebih diperbanyak dan dioptimalkan untuk mengantisipasi timbulnya berbagai penyakit kulit, pencernaan, hingga ISPA yang biasa muncul akibat sanitasi dan lingkungan yang tercemar pascabencana.


Cerint Terkait Solusi Jangka Panjang


Tak hanya penanganan jangka pendek, Cerint juga memberikan pandangannya mengenai langkah jangka panjang penanganan banjir di Kota Padang. Menurutnya, perlu ada evaluasi menyeluruh terkait tata ruang, perbaikan infrastruktur drainase, serta pemeliharaan daerah aliran sungai agar bencana serupa tidak menjadi musibah tahunan yang berulang kali merugikan masyarakat.


Aksi sosial ini diharapkan dapat meredakan sedikit beban yang dirasakan oleh para korban terdampak banjir. Cerint menutup kegiatannya dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat rasa gotong royong serta saling bahu-membahu membawa Kota Padang segera bangkit dari masa sulit pascabencana. (**)



Pessel – Peringatan Hari Mangrove Sedunia digelar di Desa Wisata Ampiang Parak, Kenagarian Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., Sekretaris Daerah (Sekda) Pesisir Selatan Zainal Abidin, Kapolres Pesisir Selatan AKBP Derry Indra, S.I.K., M.H., Dandim 0311/Pesisir Selatan, serta unsur pemerintah, TNI, Polri,Jurnalis,tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian hutan mangrove yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mencegah abrasi pantai, serta menjadi habitat berbagai jenis biota laut. Selain itu, peringatan Hari Mangrove Sedunia juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.


Ketua Pelaksana, Soni, S.H., M.H. Ling., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan upaya pelestarian mangrove di Kabupaten Pesisir Selatan.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah hadir pada peringatan Hari Mangrove Sedunia di Desa wisata Ampiang Parak. Kehadiran seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, masyarakat, dan organisasi menjadi bukti nyata bahwa pelestarian mangrove merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Soni.


Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kawasan mangrove bukan hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir apabila dikelola secara berkelanjutan. Ia berharap generasi muda turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.


“Mangrove adalah benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan dampak perubahan iklim. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga dan merawatnya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang,” kata Cerint Iralloza Tasya.


Sekda Pesisir Selatan, Zainal Abidin, mengatakan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berkomitmen mendukung berbagai program pelestarian lingkungan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh stakeholder menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.


“Kami berharap peringatan Hari Mangrove Sedunia tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk terus menjaga kelestarian hutan mangrove sebagai aset daerah yang sangat berharga,” ujar Zainal Abidin.


Kapolres Pesisir Selatan AKBP Derry Indra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Polri siap mendukung setiap program pelestarian lingkungan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kawasan mangrove dari berbagai bentuk kerusakan yang dapat mengancam keseimbangan ekosistem.


“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menanam, merawat, dan melindungi mangrove demi keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir,” ungkap Kapolres.


Sementara itu, Dandim 0311/Pesisir Selatan letkol Inf Yudi Eka Pratama, M.Han. menegaskan bahwa TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak dalam mendukung kegiatan pelestarian lingkungan. Menurutnya, menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.


Rangkaian kegiatan diisi dengan penanaman bibit mangrove secara simbolis oleh seluruh tamu undangan, dilanjutkan dengan edukasi mengenai pentingnya fungsi hutan mangrove terhadap perlindungan wilayah pesisir serta kelestarian ekosistem laut.


Melalui peringatan Hari Mangrove Sedunia di Desa Ampiang Parak, diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan hutan mangrove sebagai warisan lingkungan yang memiliki manfaat besar bagi kehidupan, sekaligus memperkuat sinergi seluruh stakeholder dalam menjaga kelestarian pesisir Kabupaten Pesisir Selatan. (*)



SUMBARNET - Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinsi Sumatera Barat periode 2025–2030 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.


Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Kota Padang tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, para pengurus LPM kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini menjadi mitra LPM dalam mendorong pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.


Salah satu sosok yang mendapat kepercayaan dalam kepengurusan baru adalah Cerint Iralloza Tasya yang resmi dilantik sebagai Bendahara DPD LPM Provinsi Sumatera Barat periode 2025–2030.


Amanah tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap kapasitas dan komitmennya untuk ikut memperkuat organisasi melalui tata kelola keuangan yang profesional, transparan, efektif, dan akuntabel.


Penetapan Cerint Iralloza Tasya sebagai Bendahara juga mencerminkan komitmen DPD LPM Sumatera Barat dalam mendorong regenerasi kepemimpinan.


Kehadiran generasi muda di jajaran pengurus diharapkan mampu menghadirkan energi baru, inovasi, serta memperkuat tata kelola organisasi agar semakin adaptif menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.


Sebagai Bendahara, Cerint Iralloza Tasya memiliki tanggung jawab strategis dalam mengelola administrasi dan keuangan organisasi. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh program kerja dapat berjalan sesuai perencanaan, didukung pengelolaan anggaran yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Lebih dari sekadar mengelola keuangan, jabatan bendahara juga menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kepercayaan seluruh anggota, mitra organisasi, serta masyarakat terhadap keberlangsungan program-program pemberdayaan yang dijalankan oleh LPM Sumatera Barat selama lima tahun ke depan.


LPM selama ini dikenal sebagai organisasi yang memiliki peran strategis dalam menghimpun partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Melalui berbagai program pemberdayaan, peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan ekonomi kerakyatan, LPM menjadi mitra pemerintah dalam mempercepat pembangunan dari tingkat nagari, desa, hingga perkotaan.


Dengan kepengurusan baru, DPD LPM Provinsi Sumatera Barat diharapkan mampu memperluas jangkauan program, mempererat koordinasi dengan pemerintah daerah, serta menghadirkan berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat sesuai perkembangan zaman.


Dalam keterangannya, Anggota DPD RI Cerint Iralloza Tasya menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan sekaligus menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.


"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai Bendahara DPD LPM Provinsi Sumatera Barat periode 2025–2030. Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, serta semangat pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.


Menurutnya, tujuan utama kepengurusan baru bukan hanya memperkuat organisasi secara internal, tetapi juga meningkatkan kontribusi nyata LPM dalam mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.


"LPM memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Karena itu, pengelolaan organisasi, termasuk tata kelola keuangan, harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan efisien agar setiap program yang dirancang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.


Ia juga menilai bahwa keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan semangat kebersamaan dan kolaborasi seluruh pengurus.


"Kami ingin membangun budaya kerja yang solid, saling mendukung, dan mengedepankan kolaborasi. Dengan sinergi seluruh pengurus, pemerintah daerah, dan masyarakat, saya optimistis LPM Sumatera Barat akan semakin maju dan mampu menghadirkan berbagai program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.


Cerint berharap kepengurusan DPD LPM Sumatera Barat periode 2025–2030 mampu menjadi organisasi yang semakin dipercaya masyarakat melalui kinerja yang nyata, terbuka, dan berorientasi pada pelayanan.


"Harapan saya, LPM Sumatera Barat terus menjadi organisasi yang adaptif, modern, dan mampu melahirkan berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat. Semoga seluruh pengurus dapat menjaga integritas, memperkuat kebersamaan, serta terus mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap langkah pengabdian," tuturnya.


Pelantikan kepengurusan DPD LPM Provinsi Sumatera Barat periode 2025–2030 bukan hanya menjadi seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi awal komitmen bersama untuk memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.


Dengan kepengurusan yang baru, LPM Sumatera Barat diharapkan semakin aktif membangun kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan program-program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sumatera Barat.


Kepercayaan yang diberikan kepada Cerint Iralloza Tasya sebagai Bendahara menjadi bagian dari langkah besar organisasi dalam menghadirkan tata kelola yang semakin profesional.


Amanah tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi organisasi sehingga DPD LPM Provinsi Sumatera Barat dapat terus menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang semakin maju, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat. (**)