Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan


SUMBARNET - Abrar (62), pria yang menghadiri wisuda di Politeknik Negeri Padang (PNP), ditemukan selamat pada Selasa (29/9/2026) sore setelah dilaporkan hilang sejak Senin (28/9/2026) siang. Tim gabungan menemukan Abrar saat melakukan penyisiran di kawasan hulu sungai dekat Waduk Universitas Andalas (UNAND).


Pencarian melibatkan MPU Mapala PNP, mahasiswa Teknik Sipil, keluarga korban, serta sejumlah pihak yang membantu memberikan informasi di lapangan.


Anggota MPU Mapala PNP, Fahmi, mengatakan Abrar terakhir diketahui berada di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) sekitar pukul 13.00 WIB pada Senin. Setelah itu, keluarga kehilangan kontak dengannya.


"Keluarga sempat melakukan pencarian pada Senin malam, namun terkendala minimnya pencahayaan. Keluarga juga meminta bantuan satpam PNP untuk mengecek data CCTV kampus," kata Fahmi.


Informasi mengenai hilangnya Abrar kemudian menyebar melalui media sosial. Pada Selasa siang, keluarga meminta bantuan kepada anggota Mapala dari Jurusan Teknik Sipil. Setelah menerima laporan tersebut, tim MPU Mapala PNP langsung bergerak.


Anggota MPU Mapala PNP, Fabeb, mengatakan tim berangkat menuju lokasi sekitar pukul 14.00 WIB dan memulai penyisiran satu jam kemudian.


Setibanya di lokasi, tim terlebih dahulu menggelar briefing untuk menentukan strategi pencarian. Petunjuk arah diperoleh dari satpam UNAND yang bertugas di pos dekat Gedung N Teknik Sipil. Satpam tersebut mengaku melihat korban berjalan ke arah bendungan.


Informasi itu diperkuat keterangan seorang pengrajin batu di kawasan hulu sungai yang melihat seorang pria mengenakan pakaian batik serupa dengan yang dikenakan korban saat wisuda. Tim gabungan juga menerbangkan drone untuk memantau kondisi dari udara.


Dalam operasi pencarian, tim dibagi menjadi tiga jalur penyisiran, yakni sisi kanan, tengah, dan kiri sepanjang aliran sungai. Mereka menggunakan teknik susur berbaris untuk memperluas jangkauan pencarian. Sementara itu, keluarga korban lebih dahulu melakukan penyisiran sekitar 20 menit sebelum tim gabungan bergerak.


Upaya tersebut membuahkan hasil dalam waktu relatif singkat. Sekitar setengah hingga satu jam setelah penyisiran dimulai, Abrar ditemukan di sebuah pondok oleh anggota keluarganya.


"Posisi korban sedang duduk di pondok, dan keluarga korban yang pertama kali melihatnya," ujar Fabeb.


Abrar ditemukan dalam kondisi selamat dan hanya mengalami goresan ringan pada bagian kaki. Karena belum makan sejak dinyatakan hilang, korban langsung diberikan makanan dan minuman sebelum pulang bersama keluarganya.


Fahmi mengatakan kejadian tersebut menjadi pelajaran penting mengenai cepatnya penyebaran informasi saat terjadi kasus orang hilang.


"Kalau ada informasi orang hilang, penyebarannya harus seluas mungkin agar masyarakat yang berada di sekitar lokasi bisa langsung mengenali ciri-cirinya," katanya. (***)

 


SUMBARNET – Kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pendidikan berkualitas kembali terbuka melalui penerimaan peserta didik baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028.


Pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara telah dibuka mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026. Sekolah yang berada di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tersebut merupakan sekolah menengah atas berasrama yang mengintegrasikan pendidikan akademik, pembentukan karakter, serta nilai-nilai Kebhayangkaraan.


Kapolres 50 Kota AKBP Syaiful Wachid, S.IK., menyampaikan informasi tersebut sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang menjadi penerus bangsa.


Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi, karakter, kedisiplinan dan wawasan yang luas.


“Pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028 sudah dibuka mulai 28 September sampai dengan 28 Oktober 2026. Kami mengajak para pelajar dan orang tua yang memiliki putra-putri dengan potensi dan semangat belajar untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar AKBP Syaiful Wachid.


Ia mengatakan, SMA Kemala Taruna Bhayangkara memiliki konsep pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik melalui kehidupan pendidikan berasrama.


Lingkungan tersebut diharapkan dapat melatih para siswa menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama dan memiliki jiwa kepemimpinan.


“Tujuannya tentu untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda mendapatkan pendidikan yang berkualitas sekaligus membentuk karakter yang kuat. Pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga bagaimana seorang anak memiliki integritas, kedisiplinan, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama,” kata Kapolres.


SMA Kemala Taruna Bhayangkara juga mengusung pendidikan dengan kurikulum internasional dan nilai-nilai Kebhayangkaraan. Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan bekal kepada peserta didik untuk menghadapi tantangan pendidikan dan perkembangan dunia yang semakin kompetitif.


Kapolres 50 Kota menilai, pendidikan yang memadukan kemampuan akademik dengan pembentukan karakter sangat penting bagi generasi muda saat ini.


Sebab, menurutnya, kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, etika, kedisiplinan serta rasa tanggung jawab.


“Kami berharap para peserta didik yang nantinya mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul, berkarakter, memiliki wawasan internasional, tetapi tetap memiliki nilai-nilai kebangsaan dan semangat pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.


AKBP Syaiful Wachid juga mengajak para orang tua untuk memberikan dukungan kepada anak-anak yang memiliki keinginan mengikuti proses penerimaan SMA Kemala Taruna Bhayangkara.


Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam memberikan motivasi kepada anak untuk terus belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki.


“Orang tua tentunya memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan masa depan anak. Karena itu, apabila anak memiliki kemampuan, kemauan dan cita-cita untuk melanjutkan pendidikan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara, mari diberikan dukungan dan motivasi agar mereka dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.


Ia menambahkan, para calon peserta diharapkan tidak hanya mempersiapkan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental dan kedisiplinan. Hal tersebut dinilai penting mengingat sistem pendidikan berasrama menuntut peserta didik mampu beradaptasi dengan lingkungan baru serta menjalankan berbagai kegiatan secara mandiri dan bertanggung jawab.


Kapolres berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh putra-putri terbaik dari berbagai daerah, termasuk dari wilayah hukum Polres 50 Kota.


“Harapan kami, kesempatan pendidikan ini dapat dimanfaatkan oleh anak-anak kita. Jangan takut untuk bermimpi dan jangan ragu untuk mencoba. Persiapkan diri dengan sungguh-sungguh, ikuti seluruh proses dan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.


Lebih lanjut, AKBP Syaiful Wachid mengatakan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta didik dan keluarga, tetapi juga oleh masyarakat dan bangsa.


Generasi muda yang mendapatkan pendidikan berkualitas diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang produktif dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan.


“Bersama-sama kita wujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata. Kami ingin generasi muda memiliki kesempatan yang luas untuk meraih masa depan terbaik sesuai dengan potensi yang mereka miliki,” katanya.


Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan SMA Kemala Taruna Bhayangkara dengan sistem pendidikan berasrama dan kurikulum internasional menjadi salah satu peluang bagi para pelajar untuk mendapatkan pengalaman pendidikan yang lebih luas.


Dengan pembinaan akademik dan karakter yang berjalan secara beriringan, peserta didik diharapkan mampu menjadi pribadi yang memiliki daya saing sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai moral dan kebangsaan.


“Bersama kami, raih masa depan terbaik. Jadikan kesempatan ini sebagai motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan,” pungkas AKBP Syaiful Wachid.


Dengan dibukanya pendaftaran pada 28 September hingga 28 Oktober 2026, para calon peserta dan orang tua diharapkan segera mencari informasi resmi mengenai persyaratan serta tahapan penerimaan SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028.


Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan akademik, karakter kuat, jiwa kepemimpinan dan wawasan yang mampu menghadapi tantangan masa depan. (AdF)

 


SUMBARNET – Kapolres Bukittinggi Kombespol Ruly Indra Wijayanto, S.IK., M.Si., mengajak para pelajar, khususnya siswa-siswi tingkat SMP sederajat di wilayah Kota Bukittinggi dan sekitarnya, untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) Tahun Ajaran 2027/2028.


Pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara tersebut telah resmi dibuka mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026. Sekolah ini merupakan SMA berasrama yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan konsep pendidikan yang memadukan penguatan akademik, pembentukan karakter, kedisiplinan, serta nilai-nilai Kebhayangkaraan.


Kapolres Bukittinggi Kombespol Ruly Indra Wijayanto menyampaikan bahwa informasi mengenai kesempatan pendidikan tersebut penting diketahui oleh masyarakat, terutama para orang tua yang memiliki anak yang sedang menempuh pendidikan SMP atau sederajat.


Menurutnya, SMA Kemala Taruna Bhayangkara dapat menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda yang ingin mendapatkan pendidikan berkualitas sekaligus memperoleh pembinaan karakter dan kemandirian melalui sistem pendidikan berasrama.


“Kami mengajak para pelajar dan orang tua di wilayah Kota Bukittinggi untuk memanfaatkan kesempatan pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028. Bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik, semangat belajar, disiplin, serta keinginan untuk mengembangkan diri, kesempatan ini tentunya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Kombespol Ruly Indra Wijayanto.


Ia menjelaskan, SMA Kemala Taruna Bhayangkara mengusung konsep pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar memiliki integritas, disiplin, kemandirian, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.


Sekolah tersebut menerapkan Kurikulum Nasional pada kelas 10 dan International Baccalaureate (IB) Diploma Programme pada kelas 11 dan 12. Program IB merupakan kurikulum prauniversitas yang diakui secara internasional. SMA Kemala Taruna Bhayangkara juga tercatat sebagai sekolah IB dengan fasilitas asrama.


“Pendidikan merupakan salah satu investasi penting untuk masa depan generasi muda. Karena itu, kami berharap para siswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan dan rasa tanggung jawab,” kata Ruly.


Kapolres menambahkan, sistem pendidikan berasrama memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta didik. Selain mengikuti kegiatan pembelajaran, siswa akan menjalani kehidupan bersama di lingkungan asrama sehingga dapat belajar mengatur waktu, membangun kemandirian, menghargai sesama, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya.


Menurutnya, pendidikan yang berkualitas harus dapat membuka kesempatan bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.


Semangat tersebut sejalan dengan konsep SMA Kemala Taruna Bhayangkara yang membawa misi memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas dengan kurikulum berstandar internasional serta pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Kebhayangkaraan. Pihak sekolah juga menyatakan bahwa program beasiswa penuh diberikan untuk seluruh biaya pendidikan selama tiga tahun bagi peserta didik pada program tahun ajaran 2027/2028.


“Kami berharap kesempatan ini dapat diketahui secara luas oleh masyarakat. Jangan sampai ada anak-anak yang memiliki potensi dan prestasi, tetapi tidak mengetahui adanya kesempatan untuk mengikuti seleksi ini. Silakan mencari informasi secara lengkap, mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan,” tutur Ruly.


Ia juga mengingatkan para calon peserta agar mempersiapkan diri sejak dini. Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental, kedisiplinan, kesehatan dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan pendidikan berasrama.


Berdasarkan informasi penerimaan TA 2027/2028, proses seleksi dilakukan secara bertahap. Pendaftaran berlangsung secara daring pada 28 September sampai 28 Oktober 2026, kemudian dilanjutkan dengan tahapan seleksi berikutnya hingga seleksi terpusat di SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.


SMA Kemala Taruna Bhayangkara sendiri dirancang sebagai sekolah berasrama dengan orientasi pendidikan internasional. Selain pembelajaran akademik, sekolah juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter, kepemimpinan, pengabdian kepada masyarakat dan penanaman nilai Kebhayangkaraan.


Kapolres Bukittinggi berharap keberadaan program tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kompetensi, karakter dan daya saing.


“Harapan kami, anak-anak yang mengikuti pendidikan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara nantinya dapat menjadi generasi yang unggul, berkarakter, memiliki wawasan luas, berintegritas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. Mari bersama-sama mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Kombespol Ruly Indra Wijayanto mengajak seluruh pihak, mulai dari orang tua, guru, sekolah hingga masyarakat, untuk memberikan dukungan kepada para pelajar yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara.


Menurutnya, dukungan orang tua dan lingkungan sangat penting dalam membangun kepercayaan diri serta semangat belajar para calon peserta didik.


“Bersama kita memberikan ruang bagi generasi muda untuk meraih masa depan terbaik. Manfaatkan kesempatan ini, persiapkan diri dengan sungguh-sungguh dan tetap percaya pada kemampuan masing-masing,” pungkasnya.


Dengan dibukanya pendaftaran tersebut, para pelajar SMP sederajat yang memenuhi persyaratan diharapkan dapat segera memperoleh informasi resmi dan mempersiapkan diri untuk mengikuti seluruh rangkaian seleksi.


SMA Kemala Taruna Bhayangkara berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan memiliki fasilitas pendidikan serta kehidupan asrama yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.


Melalui kesempatan tersebut, semangat “Bersama mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata” diharapkan dapat menjadi dorongan bagi para pelajar untuk terus meningkatkan kemampuan, mengejar cita-cita dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (**)



MENTAWAI, SUMBARNET.ID – Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 2 Sipora Utara, Nofik Afriko, S.Pd.I., M.M., membantah adanya kebijakan sekolah yang mengaitkan pembayaran sumbangan pendidikan dengan hak siswa untuk mengikuti ujian maupun memperoleh layanan akademik.


Bantahan tersebut disampaikan Nofik kepada awak media pada Rabu (23/9/2026), menyusul adanya informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai dugaan siswa tidak dapat mengikuti ujian atau mengambil ijazah apabila masih memiliki tunggakan sumbangan pendidikan.


Menurut Nofik, informasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pihak sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat.


Ia menegaskan bahwa sekolah tidak pernah menahan hak siswa hanya karena belum melunasi sumbangan pendidikan. Bahkan, menurutnya, masih adanya tunggakan tidak menjadi alasan bagi sekolah untuk melarang siswa mengikuti ujian.


"Jadi tidak kami kaitkan semuanya dengan sumbangan pendidikan. Yang masih berutang Rp400 ribu atau Rp500 ribu itu kami tidak pernah tahan haknya. Karena kami tahu sumbangan pendidikan itu tidak mewajibkan," tegas Nofik.


Besaran Sumbangan Disesuaikan Kemampuan Orang Tua


Nofik menjelaskan, pihak sekolah juga tidak pernah menetapkan nominal tertentu yang wajib dibayarkan oleh orang tua atau wali siswa sebagai sumbangan pendidikan.


Menurutnya, besaran sumbangan diserahkan kepada kemampuan masing-masing orang tua. Hal tersebut dituangkan melalui surat pernyataan yang diisi dan ditandatangani sendiri oleh orang tua siswa.


"Namun ada orang tua murid, mereka isi sendiri. Ada yang Rp20 ribu, ada yang Rp10 ribu, macam-macam, sesuai kemampuan. Kami hanya mengingatkan, bukan memaksa," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa pihak sekolah hanya melakukan pengingat kepada orang tua mengenai komitmen yang telah disampaikan sebelumnya. Pengingat tersebut, kata dia, bukan merupakan bentuk pemaksaan atau syarat untuk mendapatkan layanan pendidikan.


Dengan demikian, siswa yang belum mampu memenuhi sumbangan pendidikan tetap mendapatkan haknya sebagai peserta didik, termasuk mengikuti proses pembelajaran dan ujian.


Kartu Ujian Tidak Berkaitan dengan Sumbangan


Terkait persoalan kartu ujian yang menjadi perhatian, Nofik menjelaskan bahwa kartu ujian pada sistem yang digunakan sekolah dapat diunduh oleh siswa setelah menyelesaikan sejumlah tugas pembelajaran yang menjadi persyaratan akademik.


Ia memastikan status pembayaran sumbangan pendidikan tidak menjadi dasar dalam menentukan apakah seorang siswa dapat memperoleh kartu ujian atau tidak.


"Kami tidak pernah menahan anak-anak dalam mengikuti ujian. Kartu ujian bisa diunduh kalau mereka selesaikan tugasnya. Tugas mata pelajaran, tugas wali kelas, dan BK. Bukan soal bayaran," jelasnya.


Menurutnya, mekanisme tersebut diterapkan kepada seluruh siswa secara sama. Persyaratan yang berkaitan dengan kartu ujian merupakan bagian dari proses akademik dan penyelesaian kewajiban pembelajaran, bukan terkait dengan pembayaran sumbangan pendidikan.


Karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak mencampuradukkan persoalan penyelesaian tugas akademik dengan persoalan sumbangan pendidikan.


"Tidak ada kami wajibkan. Kami hanya mencatat kapan mereka berjanji akan membayar, itu pun sekadar mengingatkan," katanya.


Tunggakan Sumbangan Mencapai Sekitar Rp49 Juta


Nofik juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat tunggakan sumbangan pendidikan dari tahun sebelumnya dengan total sekitar Rp49 juta.


Namun, ia kembali menegaskan bahwa besarnya tunggakan tersebut tidak pernah dijadikan alasan untuk membatasi hak siswa dalam mengikuti kegiatan akademik.


Menurutnya, para siswa yang orang tuanya masih memiliki tunggakan tetap diperbolehkan mengikuti ujian dan proses pembelajaran seperti siswa lainnya.


"Yang Rp49 juta itu tunggakan tahun sebelumnya. Tapi tetap anak-anak ikut ujian. Kami tidak pernah kaitkan dengan pengambilan ijazah ataupun kegiatan belajar," tegasnya.


Pihak sekolah, lanjut Nofik, memahami bahwa kondisi ekonomi setiap keluarga berbeda. Karena itu, sekolah tidak ingin persoalan sumbangan pendidikan menjadi penghalang bagi siswa untuk mendapatkan haknya dalam memperoleh pendidikan.


Dana Sumbangan untuk Kebutuhan di Luar Pembiayaan BOS


Mengenai penggunaan dana sumbangan pendidikan, Nofik menjelaskan bahwa dana tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan sekolah yang tidak dapat dibiayai melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dengan mengacu pada ketentuan mengenai komite sekolah.


Ia mencontohkan salah satu kebutuhan yang selama ini menjadi perhatian adalah pembiayaan terhadap tenaga pendidik atau tenaga kependidikan yang tidak dapat dibayarkan melalui dana BOS sesuai ketentuan yang berlaku.


"Anggarannya dipergunakan untuk hal-hal yang tidak ada di BOS. Contoh guru non-PNS yang sudah sertifikasi, di BOS tidak boleh dibayarkan, maka dibayar dari komite. Termasuk tenaga kependidikan komite dua orang," jelasnya.


Menurut Nofik, keberadaan dukungan dari komite sekolah tersebut menjadi salah satu bagian yang membantu keberlangsungan operasional pendidikan, khususnya untuk kebutuhan yang tidak terakomodasi melalui anggaran BOS.


Namun demikian, ia menegaskan kembali bahwa keberadaan sumbangan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menghilangkan hak siswa dalam memperoleh layanan pendidikan.


Sekolah Berharap Ada Dukungan Pemerintah Daerah


Di tengah kondisi tersebut, Nofik berharap adanya perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai terhadap persoalan pembiayaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang selama ini masih membutuhkan dukungan melalui komite sekolah.


Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar pembiayaan kebutuhan pendidikan tidak terlalu bertumpu kepada orang tua siswa.


"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah terkait pembiayaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang selama ini dibantu melalui komite, sehingga tidak terlalu membebani orang tua," harapnya.


Ia menilai, dukungan pemerintah terhadap satuan pendidikan akan membantu sekolah dalam menjaga kualitas proses belajar mengajar sekaligus mengurangi beban pembiayaan yang harus ditanggung masyarakat.


Minta Informasi Diluruskan


Nofik kembali meminta masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terkait informasi yang menyebut adanya hubungan antara tunggakan sumbangan pendidikan dengan hak siswa mengikuti ujian.


Ia menegaskan bahwa sekolah tetap memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa untuk mengikuti proses pembelajaran dan ujian, tanpa menjadikan kemampuan membayar sumbangan sebagai syarat akademik.


"Kami berharap masyarakat tidak salah paham. Kalau ada informasi yang menyebut siswa tidak boleh ujian karena belum membayar sumbangan, itu perlu diluruskan. Kami tidak pernah membuat kebijakan seperti itu," tegasnya.


Ia juga berharap komunikasi antara pihak sekolah, komite, orang tua, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.


Menurutnya, tujuan utama seluruh pihak tetap sama, yakni memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik dan setiap siswa dapat memperoleh hak pendidikannya tanpa terkendala persoalan pembiayaan.


Pihak sekolah, kata Nofik, terbuka terhadap masukan dari orang tua maupun masyarakat. Ia berharap setiap informasi yang berkembang dapat dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.


Dengan adanya klarifikasi tersebut, SMAN 2 Sipora Utara menegaskan bahwa penyelesaian sumbangan pendidikan dan pelaksanaan kewajiban akademik merupakan dua hal yang berbeda. 


Sumbangan pendidikan digunakan untuk mendukung kebutuhan sekolah yang tidak terakomodasi melalui BOS, sementara hak siswa untuk mengikuti pembelajaran dan ujian tetap menjadi perhatian utama pihak sekolah. (Robi)



SUMBARNET – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) Universitas Bung Hatta periode 2026-2030, Ir. Mardiansyah, ST, MT, MBA.IPU, Resmi melantik struktur kepengurusan, Sabtu (19/09/2026) di Convention Center Kampus Universitas Bung Hatta Ulak Karang. 


Pengurus yang Dilantik Ketua Harian Defri Nasfi, SH, MKn Sekretaris Dr Irwandi, serta Bendahara Umum Sonny Affandi, ST, Kepengurusan juga dilengkapi divisi-divisi serta bidang-bidang. 


Wakil Gubernur Sumbar dalam sambutannya yang  diwakili Kadis Kominfotik Setdaprov Sumbar Rudy Rinaldy menegaskan pentingnya peran alumni perguruan tinggi dalam menjaga marwah almamater sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Alumni dituntut tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral.


"Alumni adalah cermin marwah kampus. Kami berharap IKBA UBH mampu menjadi rumah besar yang inklusif bagi seluruh anggotanya, sekaligus tampil sebagai mitra kritis dan strategis bagi Pemerintah Daerah," ujar Rudy Rinaldy membacakan amanat Wagub Sumbar.


Rudy menekankan agar jajaran pengurus dan keluarga besar alumni senantiasa merawat integritas serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Lulusan UBH diharapkan mampu membawa semangat integritas Sang Proklamator Bung Hatta dalam tiap kiprah profesionalnya.


Pelantikan sebanyak 150 pengurus DPP IKBA UBH periode 2026–2031 dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP IKBA UBH, Mardiansyah, yang ditandai dengan pengucapan sumpah pengurus serta pengibaran bendera pataka organisasi. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Rakernas dan penyusunan program kerja strategis pascamusyawarah besar (mubes).


"IKBA UBH siap bersinergi dengan kampus dan Pemprov Sumbar agar keberadaan organisasi ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas," ungkap Mardiansyah yang pada kesempatan itu juga menyampaikan kuliah umum Berjudul "Membangun Kompetensi, Kepercayaan Diri dan Jejaring Menuju Masa Depan" 


“Dalam waktu dekat kita akan melakukan finalisasi Program Kerja untuk selanjutnya segera kita eksekusi,” pungkas Mardiansyah yang juga Direktur Operasional PT Hutama Karya. 


Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta, Prof. Dr. Ganefri, Ph.D., menyambut positif pengukuhan pengurus baru tersebut. Menurutnya, potensi besar sekitar 60 ribu alumni UBH yang tersebar di berbagai daerah menjadi kekuatan utama dalam mendukung ekspansi akademik kampus.


"Potensi alumni sangat dinantikan untuk mendukung percepatan program strategis UBH, seperti pembukaan program studi jenjang S3 (Doktor) hingga pengembangan Fakultas Kedokteran," kata Ganefri.


Menurut Prof. Ganefri ada sekitar 200 pengurus alumni mewakili sekitar 60 Alumni Universitas Bung Hatta yang tersebar di seluruh Dunia. Jika potensi Alumni ini bersatu untuk pengembangan almamater, tentu akan mempercepat kemajuan Universitas Bung Hatta.


"Kita berharap sekitar 200-an pengurus alumni yang mewakili sekitar 60 ribu alumni UBH dapat berkontribusi dalam memberi pembekalan pada calon-calon wisudawan bung Hatta untuk meraih peluang kerja," ucap Ganefri.


Senada dengan hal itu, Rektor UBH, Prof. Dr. Diana Kartika, menyatakan bahwa sinergi alumni dan sivitas akademika merupakan kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.


"Sinergi DPP IKBA dengan UBH akan memperkuat almamater melalui kolaborasi terarah, baik dalam membuka peluang kerja bagi lulusan baru, membangun jejaring industri, hingga penyediaan dukungan beasiswa," tuturnya.


Ketua Panitia Pelantikan Jefri Neldi mengatakan agenda pelantikan dirangkai dengan beberapa Kegiatan yang diawali dengan Mubes ke VIII untuk menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pelantikan Pengurus DPP IKBA Universitas Bung Hatta periode 2026-2030 serta ditutup Dengan galadinner. 


“Sebagai Ketua Panitia, Saya berterima kasih atas kehadiran semua undangan dalam acara pelantikan ini semoga dalam aman dan lancar,” ucapny


Acara pelantikan dan Mubes VIII  ini turut dihadiri oleh perwakilan Wali Kota Padang, jajaran rektorat, pimpinan yayasan, tokoh alumni, serta tamu undangan lainnya.(Ms/ald)

 


SUMBARNET - Kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap membuat Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah untuk menghentikan sementara aktivitas pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.


Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai upaya melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan dari dampak buruk kualitas udara yang berada pada kategori berbahaya.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan kebijakan penghentian sementara pembelajaran tatap muka tersebut diambil setelah pihaknya menindaklanjuti informasi mengenai kondisi kualitas udara yang disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang serta laporan kualitas udara dari IQAir.


Berdasarkan informasi yang diterima pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, kualitas udara di Kota Padang dilaporkan berada pada kategori berbahaya, dengan angka mencapai 904.


Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah, khususnya pada jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP di Kota Padang.


"Langkah ini kami ambil menindaklanjuti informasi ISPU yang menunjukkan kualitas udara berada pada kategori berbahaya. Keselamatan serta kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik adalah prioritas utama kami," kata Yopi Krislova.


Sebagai langkah awal, aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah Kota Padang mulai diliburkan pada Rabu, 16 September 2026.


Selanjutnya, untuk jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang menetapkan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran secara daring mulai Kamis (17/9/2026) hingga Jumat (18/9/2026).


Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Nomor 400.3.1/29/Dikbud-Pdg/IX/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Daring Akibat Kondisi Kabut Asap.


Melalui kebijakan tersebut, proses pendidikan tetap dapat berjalan meskipun peserta didik tidak mengikuti kegiatan belajar secara langsung di lingkungan sekolah.


Untuk jenjang PAUD/TK, aktivitas sekolah diliburkan sementara waktu sebagai bagian dari upaya mengurangi paparan peserta didik terhadap kondisi udara yang tidak sehat.


Sementara itu, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap diwajibkan hadir di sekolah.

 

Kehadiran tersebut diperlukan untuk memastikan proses pembelajaran jarak jauh dapat berjalan dengan baik, sekaligus memberikan pendampingan kepada peserta didik selama kegiatan belajar dari rumah.


Dalam pelaksanaannya, sekolah diminta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi peserta didik. PJJ dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai platform digital maupun media komunikasi yang tersedia dan tidak memberatkan siswa maupun orang tua.


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang juga menegaskan bahwa keaktifan peserta didik selama mengikuti pembelajaran daring tetap dihitung sebagai kehadiran.


Dengan demikian, meskipun siswa tidak datang ke sekolah secara fisik, kewajiban mengikuti proses pembelajaran tetap berjalan dari rumah sesuai arahan masing-masing satuan pendidikan.


Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan di tengah kondisi lingkungan yang kurang mendukung.


Yopi Krislova meminta seluruh sekolah dapat melaksanakan PJJ secara fleksibel dan memperhatikan kemampuan peserta didik dalam mengakses pembelajaran daring.


Menurutnya, kondisi kabut asap tidak boleh mengabaikan aspek kesehatan siswa. Namun, proses pendidikan juga harus tetap dijaga agar peserta didik dapat melaksanakan kewajiban belajarnya dengan aman dari rumah.


"Kami meminta orang tua murid untuk mengawasi anak-anak agar tetap belajar dari rumah, membatasi aktivitas luar ruangan, dan selalu menggunakan masker medis atau pelindung pernapasan jika terpaksa harus keluar rumah," ujarnya.


Selain memastikan pembelajaran tetap berlangsung, pihak sekolah juga diimbau berkomunikasi secara aktif dengan orang tua atau wali murid selama pelaksanaan PJJ.


Orang tua diharapkan dapat membantu mengawasi anak selama jam belajar, memastikan peserta didik tetap berada di dalam rumah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kualitas udara belum membaik.


Apabila terdapat kebutuhan mendesak yang mengharuskan anak keluar rumah, orang tua diminta memastikan anak menggunakan masker medis atau pelindung pernapasan yang sesuai.


Langkah tersebut dinilai penting mengingat kelompok anak-anak merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan ketika kualitas udara mengalami penurunan.


Di sisi lain, sekolah tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua berjalan dengan baik selama PJJ berlangsung.


Guru dapat menggunakan platform pembelajaran digital atau media komunikasi yang paling mudah diakses oleh peserta didik. Pola pembelajaran juga diharapkan tidak menimbulkan beban tambahan bagi keluarga.


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang berharap seluruh pihak dapat memahami kebijakan tersebut sebagai langkah sementara yang mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan.


Pemerintah daerah melalui satuan pendidikan juga akan menyesuaikan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan perkembangan kondisi kualitas udara serta informasi dari instansi terkait.


Dengan diberlakukannya PJJ untuk jenjang SD dan SMP pada 17–18 September 2026, kegiatan pendidikan di Kota Padang tetap berjalan dengan pola yang disesuaikan dengan situasi kabut asap.


Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bentuk respons pemerintah terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya peserta didik dan tenaga pendidik yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang mengimbau seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta peserta didik untuk bersama-sama menjalankan ketentuan tersebut.


"Harapan kami, seluruh pihak dapat bekerja sama agar proses pembelajaran tetap berjalan, namun kesehatan dan keselamatan anak-anak tetap menjadi perhatian utama. Kami juga mengimbau agar aktivitas di luar rumah dibatasi sampai kondisi udara kembali membaik," kata Yopi.


Dengan adanya kebijakan ini, peserta didik diharapkan tetap mendapatkan hak pendidikan tanpa harus terpapar langsung kondisi udara yang membahayakan.

 

Sementara orang tua diharapkan berperan aktif dalam mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dengan tetap menyesuaikan situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan. (AdF)

 


SUMBARNET - Universitas Negeri Padang (UNP) kembali membuktikan Komitmennya dalam menjalankan amanah Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Ketiga kalinya  UNP kembali menggelar Sekolah Keterbukaan Informasi Universitas Negeri Padang (SKI UNP).  Di angkatan ketiga ini melibatkan 104 Lurah dan 11 Camat se Kota Padang. 


Pembukaan SKI UNP  dilakukan oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNP, Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt di UNP Convention Hotel, Senin, 14 September 2026. 


 Prof. Dr Renaldi, S.Pd., M. Litt, mengatakan UNP merupakan Universitas yang awal membuka Sekolah Keterbukaan Informasi. Di angkatan ketiga ini, UNP mulai membuka diri dengan melibatkan kalangan Pemerintahan dalam Keterbukaan Informasi, kali ini yang jadi peserta 104 lurah dan 11 Camat se-Kota Padang. 


“ Sekolah Keterbukaan Informasi UNP ini menjadi wahana bagi Civitas akademik UNP dalam mewujudkan komitmen dalam  keterbukaan informasi,” ujar Prof. Refnaldi.


Ke depan, lanjut Prof. Refnaldi. Sekolah Keterbukaan Informasi UNP diharapkan dapat menjangkau jajaran pemerintahan di daerah. 


“Di angkatan ketiga ini baru di Kota Padang. Kedepan kita akan mengajak pemerintahan daerah untuk mengikuti sekolah Keterbukaan Informasi ini,” ucap Prof. Refnaldi.


Sebelumnya Kepala PPID UNP Prof. Dr. Erianjoni menyampaikan SKI UNP diresmikan tahun 2024 lalu oleh Ketua KI Pusat. Keberadaan STI UNP ini sekaligus bukti komitmen UNP dalam mewujudkan Keterbukaan informasi. Terbukti  sudah Keenam kalinya UNP dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Informatif oleh komisi Informasi pusat. 


“Sejak didirikan pada 2024 lalu, UNP sudah menggelar 3 kali Sekolah Keterbukaan Informasi. Rencananya akan digelar tiap tahun,” ujar Prof. Erianjoni pada acara yang dihadiri Staf Ahli bidang pemerintahan, hukum dan politik Pemko Padangz Raff Indria.


Ski UNP angkatan ketika ini menghadirkan narasumber Direktur Eksekutif UNP, Prof. Ganefri, Ketua Komisi Informasi Sumbar, Idham Fadhli, komisioner KI Sumbar Riswandy.  (Ms/ald)

             

SIBERUT BARAT DAYA, SUMBARNET.ID — Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 17 Muntei, Dusun Muntei, Desa Katurei, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ednida Wisni, S.Pd, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut adanya penggunaan material pasir laut dalam kegiatan pembangunan di lingkungan sekolah.


Ednida dengan tegas membantah adanya penggunaan pasir laut sebagaimana isu yang beredar. Ia menyatakan material yang digunakan dalam pekerjaan sekolah merupakan pasir lokal dan penggunaannya berkaitan dengan kebutuhan pembangunan yang dilakukan secara bersama-sama dengan masyarakat dan komite sekolah.


Klarifikasi tersebut disampaikan Ednida saat ditemui Tim Investigasi Sumbarnet.id di ruang kerjanya, Kamis (10/9/2026).


"Tanggapan saya, saya tidak pernah memakai pasir laut. Saya memakai pasir lokal. Apa tujuannya di sana bukan untuk yang lain. Pasir lokal ini dipakai oleh masyarakat untuk pembuatan labrik. Pihak sekolah hanya membeli Rp5.000 per buah," ujar Ednida.


Menurutnya, pihak sekolah tidak mengambil atau menentukan secara langsung lokasi pengambilan material pasir yang digunakan masyarakat dalam proses pembuatan labrik. Hal tersebut, kata dia, menjadi bagian dari pelaksanaan pekerjaan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pembangunan.


"Jadi dari mana pasir yang mereka ambil itu terserah mereka. Karena yang mereka ambil itu pasir lokal, punya mereka, dari tabungan mereka. Jadi tergantung mereka mau ambil di mana. Sekolah hanya membeli Rp5.000 per buah," jelasnya.


Libatkan Masyarakat dan Komite Sekolah


Ednida menjelaskan bahwa proses pembangunan di SDN 17 Muntei tidak dilakukan secara sepihak oleh pihak sekolah. Dalam pelaksanaannya, sekolah melibatkan masyarakat, komite sekolah serta unsur dusun.


Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari pola kerja bersama untuk menentukan material maupun teknis pekerjaan yang dianggap sesuai dengan kebutuhan sekolah dan kondisi di lapangan.


"SDN 17 Muntei ini menggunakan pasir yang didatangkan walaupun speknya lokal. Karena kami bekerja tim, bekerja bersama-sama dengan masyarakat, ada komite, ada dusun. Jadi merekalah yang menentukan ini yang pantas, ini yang tidak," katanya.


Ia menegaskan, pihak sekolah pada prinsipnya berupaya agar pekerjaan pembangunan dapat terlaksana dengan baik dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia.


Pekerjaan Berdekatan dengan Program Revitalisasi


Lebih lanjut, Ednida juga menjelaskan mengenai pelaksanaan pekerjaan yang waktunya berdekatan dengan program revitalisasi sekolah.


Ia menyebut, pekerjaan tersebut berkaitan dengan program BOS Afirmasi. Pelaksanaan yang dilakukan dalam waktu berdekatan, menurutnya, merupakan bagian dari upaya efisiensi agar tenaga tukang yang sudah berada di lokasi dapat sekaligus membantu pekerjaan lainnya.


"Pekerjaan ini ada yang bersamaan dengan revitalisasi, yaitu pengerjaan BOS Afirmasi. Kenapa kami kerjakan berdekatan? Karena istilah Minangnya 'sambil menyelam minum air'. Jadi kita bisa memanfaatkan tukang-tukang ini supaya berswadaya membantu pekerjaan afirmasi kami ini," terangnya.


Dengan pola tersebut, Ednida berharap pekerjaan dapat menghasilkan volume yang lebih banyak tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.


"Sehingga hasilnya bagus, volumenya banyak, sementara dananya kami keluarkan sedikit," lanjutnya.


Pembangunan Masih Berlangsung


Ednida juga memberikan penjelasan mengenai kondisi fisik pembangunan gedung sekolah. Ia menyebut pekerjaan yang dilakukan saat ini masih dalam proses dan konsep bangunan yang dikerjakan bersifat semi permanen.


Mayoritas material bangunan yang digunakan, kata dia, merupakan kayu. Sementara pekerjaan yang menggunakan material labrik dan keramik masih dalam tahapan pengerjaan.


"Pengerjaan kami adalah semi permanen. Mayoritas kayu yang kami gunakan di gedung. Hanya pembuatan labrik dan pemasangan labrik, kemudian pemasangan keramik yang belum kami kerjakan sampai sekarang karena kita masih proses pengerjaan," ujarnya.


Ia berharap seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat bagi proses belajar mengajar serta kenyamanan siswa dan tenaga pendidik di SDN 17 Muntei.


Bantah Pemberitaan karena Disebut Tak Pernah Dikonfirmasi


Dalam kesempatan tersebut, Ednida juga menyoroti pemberitaan salah satu media yang menurutnya memuat informasi mengenai penggunaan pasir dalam pembangunan di sekolah.


Ia mempertanyakan proses konfirmasi yang dilakukan sebelum berita tersebut diterbitkan. Menurut Ednida, dirinya tidak pernah menerima konfirmasi secara langsung dari pihak media yang dimaksud terkait informasi tersebut.


"Tentang mengenai salah satu media pemberitaan itu, apakah benar atau tidak, menurut saya salah satu media Garda Pers yang memberitakan itu saya bantah. Karena beliau tidak pernah konfirmasi ke saya," tegasnya.


Ednida juga membantah informasi mengenai keberadaan tumpukan pasir sebagaimana yang disebut dalam pemberitaan tersebut.


"Foto ada tumpukan pasir itu tidak benar, tidak pernah datang ke sini. Hanya via dari orang kemudian siap-siap telepon. Memang tidak saya layani karena saya tidak kenal beliau," katanya.


Meski demikian, Ednida menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap pihak yang ingin melihat langsung kondisi sekolah maupun melakukan konfirmasi mengenai kegiatan pembangunan.


Menurutnya, persoalan yang menyangkut penggunaan material maupun pelaksanaan pembangunan sebaiknya dilihat secara langsung di lokasi agar informasi yang disampaikan kepada publik tidak menimbulkan kesalahpahaman.


"Maunya saya, kami di sini, lihatlah kami di sini, berkunjunglah ke sini, seperti apa sekolah ini kondisinya dan seperti apa," pungkas Ednida.


Minta Pemberitaan Berimbang


Ednida berharap setiap informasi yang berkaitan dengan SDN 17 Muntei dapat terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak sekolah maupun pihak-pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan.


Menurutnya, konfirmasi menjadi penting agar informasi yang dipublikasikan kepada masyarakat benar-benar menggambarkan kondisi yang terjadi di lapangan.


Ia menegaskan, pihak sekolah tidak keberatan apabila kegiatan pembangunan mendapat perhatian maupun pengawasan dari masyarakat dan media. Namun, menurutnya, pengawasan tersebut harus dilakukan secara berimbang dengan memberikan ruang kepada pihak yang diberitakan untuk menyampaikan penjelasan.


"Kami terbuka. Silakan datang dan lihat langsung kondisi sekolah ini. Kalau ada yang perlu ditanyakan, kami siap memberikan penjelasan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya," demikian penegasan Ednida.


Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak SDN 17 Muntei berharap tidak terjadi lagi kesimpangsiuran informasi mengenai penggunaan material dalam pembangunan sekolah. Pihak sekolah juga berharap seluruh proses pembangunan yang masih berjalan dapat diselesaikan dengan baik sehingga fasilitas yang tersedia nantinya benar-benar dapat menunjang kegiatan pendidikan bagi para siswa. (Robi)



MENTAWAI, SUMBARNET — Sebanyak 32 pelajar perwakilan SMP se-Kabupaten Kepulauan Mentawai ambil bagian dalam Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 13 hingga 20 Agustus 2026.


Puluhan pelajar tersebut tergabung dalam kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kepulauan Mentawai.

 

Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan bagi generasi muda Mentawai untuk menambah pengalaman, mengasah keterampilan, memperkuat karakter, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah di tingkat nasional.




Kontingen Kwarcab Kepulauan Mentawai berangkat dari Padang menuju Jakarta pada Senin, 10 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Rombongan kemudian tiba di Jakarta pada Selasa, 11 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 WIB, sebelum mengikuti rangkaian kegiatan Jambore Nasional XII.


Jambore Nasional XII sendiri menjadi salah satu kegiatan besar Gerakan Pramuka yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Berbagai kegiatan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan kepramukaan, tetapi juga memberikan pengalaman pendidikan, wawasan kebangsaan, keterampilan, kepemimpinan dan kepedulian terhadap lingkungan.


Selama berada di Bumi Perkemahan Cibubur, para peserta dari Kepulauan Mentawai mengikuti berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan dalam rangkaian Jambore Nasional.





Kegiatan tersebut di antaranya upacara pembukaan dan Upacara Hari Pramuka, petualangan kepramukaan, keterampilan kepramukaan, Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, karnaval budaya, pentas seni Nusantara, wisata edukasi, jumpa tokoh, Kampung Pengembangan Berkelanjutan, Kampung Pertanian Terpadu, serta kegiatan teknologi, sains dan Kampung Digital.


Rangkaian kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar melalui pengalaman secara langsung. Para pelajar tidak hanya dituntut mampu mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru serta berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah.


Mentawai Wakili Sumatera Barat di Pentas Seni Nusantara


Salah satu bagian yang menjadi kebanggaan kontingen Kepulauan Mentawai adalah kesempatan untuk tampil dalam pentas seni Nusantara.


Dalam agenda penampilan seni budaya tersebut, Provinsi Sumatera Barat diwakili oleh kontingen Kepulauan Mentawai. Para peserta menampilkan seni budaya Mentawai di panggung utama Jambore Nasional XII.


Penampilan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Mentawai kepada peserta dan masyarakat yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.


Dengan membawa seni dan budaya daerah ke panggung nasional, kontingen Kepulauan Mentawai tidak hanya menjalankan tugas sebagai peserta Jambore Nasional, tetapi juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan identitas Mentawai di tengah keberagaman budaya Nusantara.


Penampilan yang disajikan kontingen Kwarcab Mentawai dikemas secara spektakuler dan mendapat perhatian dalam rangkaian kegiatan Jambore Nasional XII.


Kesempatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pelajar Mentawai untuk menunjukkan bahwa generasi muda daerah memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk tampil di tingkat nasional.


Bagi peserta, pengalaman tampil di panggung utama Jambore Nasional tentu menjadi pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan potensi mereka di masa mendatang.


Pendidikan Karakter Jadi Bagian Penting


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jop Sirirui, S.Pd.SD, mengatakan keikutsertaan pelajar Mentawai dalam Jambore Nasional XII memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar mengikuti kegiatan perkemahan.


Menurutnya, kegiatan kepramukaan merupakan bagian penting dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Melalui berbagai aktivitas yang dilakukan selama jambore, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan dan kerja sama.


"Keikutsertaan anak-anak Mentawai dalam Jambore Nasional ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menambah pengalaman dan wawasan. Mereka dapat belajar secara langsung melalui berbagai kegiatan, bertemu dengan peserta dari daerah lain dan mengenal keberagaman Indonesia," ujar Jop Sirirui.


Ia menilai pengalaman tersebut sangat penting bagi peserta didik, terutama dalam mempersiapkan generasi muda Mentawai agar memiliki kepercayaan diri dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.


Jop mengatakan pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Kegiatan di luar sekolah, termasuk kepramukaan, juga menjadi bagian dari proses pendidikan yang dapat membentuk sikap dan kepribadian peserta didik.


"Tujuan kita tentu bukan hanya agar anak-anak mendapatkan pengalaman selama mengikuti jambore, tetapi juga bagaimana pengalaman tersebut membentuk karakter mereka. Kita ingin anak-anak Mentawai tumbuh menjadi generasi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu bekerja sama," katanya.


Ia juga mengapresiasi Kwarcab Kepulauan Mentawai yang memberikan dukungan penuh terhadap kontingen selama mengikuti kegiatan di Jakarta.


Kwarcab Tanggung Seluruh Kebutuhan Peserta


Selama pelaksanaan Jambore Nasional XII, seluruh biaya kontingen Kepulauan Mentawai ditanggung penuh oleh Kwartir Cabang Kepulauan Mentawai.


Dukungan tersebut diberikan untuk memastikan para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik tanpa terbebani persoalan kebutuhan selama berada di Jakarta.


Para peserta mendapatkan sejumlah perlengkapan dan fasilitas, antara lain seragam Pramuka, jaket, baju lapangan, kerel, scarf, konsumsi dan transportasi.


Jop Sirirui berharap dukungan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara disiplin dan penuh tanggung jawab.


"Anak-anak harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ikuti semua kegiatan dengan semangat, jaga kesehatan, jaga kekompakan dan yang paling penting menjaga nama baik Kepulauan Mentawai," ujarnya.


Ia juga berharap para peserta setelah kembali ke daerah dapat membagikan pengalaman yang diperoleh selama Jambore Nasional kepada teman-teman di sekolah maupun lingkungan masing-masing.


"Kita berharap pengalaman yang mereka dapatkan tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Mereka bisa membawa pulang pengetahuan, keterampilan dan pengalaman tersebut untuk dibagikan kepada teman-teman di sekolah dan menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya," tambahnya.


Jadi Momentum Memperkenalkan Budaya Mentawai


Menurut Jop, kesempatan kontingen Kepulauan Mentawai mewakili Sumatera Barat dalam pentas seni Nusantara juga memiliki nilai strategis bagi promosi budaya daerah.


Ia menyebut, kehadiran pelajar Mentawai di panggung utama Jambore Nasional menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Kepulauan Mentawai memiliki kekayaan budaya yang khas dan beragam.


"Kita tentu bangga karena kontingen Mentawai dipercaya mewakili Sumatera Barat dalam pentas seni budaya. Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk memperkenalkan budaya Mentawai kepada masyarakat dari berbagai daerah," katanya.


Jop berharap pengalaman tersebut semakin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.


"Kita ingin anak-anak bukan hanya mampu menampilkan budaya, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya dan memiliki rasa bangga terhadap identitas daerah. Generasi muda harus menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan budaya Mentawai," ungkapnya.


Leniastria: Peserta Didorong Aktif dan Ambil Pengalaman


Sementara itu, Kepala Bidang pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Leniastria Sapalakai, mengatakan keikutsertaan pelajar Mentawai dalam Jambore Nasional XII merupakan bagian dari upaya memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi di luar pembelajaran akademik.


Menurut Leniastria, berbagai kegiatan yang tersedia selama Jambore Nasional memberikan pengalaman yang sangat beragam kepada peserta, mulai dari keterampilan kepramukaan, petualangan, wawasan kebangsaan, budaya, teknologi hingga kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.


"Anak-anak kita mendapatkan pengalaman yang sangat banyak selama mengikuti Jambore Nasional. Mereka tidak hanya belajar tentang kepramukaan, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai budaya, teknologi, lingkungan, kepemimpinan dan kehidupan sosial," ujar Leniastria.


Ia mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong peserta untuk lebih aktif, kreatif dan percaya diri.


"Kita berharap anak-anak bisa mengikuti seluruh kegiatan dengan aktif. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, bertanya, berinteraksi dan mengembangkan kemampuan," katanya.


Leniastria juga menilai keterlibatan kontingen Mentawai dalam pentas seni Nusantara merupakan kesempatan yang sangat baik bagi peserta didik untuk memperkenalkan budaya daerah sekaligus melatih keberanian tampil di hadapan publik.


"Ketika mereka tampil di panggung utama dan mewakili Sumatera Barat, tentu ada kebanggaan tersendiri. Ini juga melatih keberanian, kekompakan dan rasa percaya diri mereka. Di sisi lain, mereka membawa nama Mentawai sehingga harus mampu memberikan penampilan terbaik," ungkapnya.


Harapan Lahir Generasi Muda yang Berprestasi


Leniastria berharap pengalaman mengikuti Jambore Nasional XII dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta setelah kembali ke Kepulauan Mentawai.


Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah dapat membuka wawasan pelajar mengenai keberagaman Indonesia.


"Kita berharap sepulang dari Jakarta, anak-anak membawa semangat baru. Mereka bisa menjadi contoh dan memberikan pengaruh positif bagi teman-temannya di sekolah," tuturnya.


Ia juga berharap kegiatan kepramukaan di sekolah-sekolah di Kepulauan Mentawai semakin berkembang dan mampu menjadi wadah pembentukan karakter peserta didik.


"Kita ingin kegiatan Pramuka terus menjadi bagian dari pembinaan karakter anak-anak. Nilai disiplin, gotong royong, tanggung jawab, kemandirian dan kepemimpinan sangat penting untuk mereka miliki," ujarnya.


Dengan mengikuti Jambore Nasional XII, 32 pelajar Kepulauan Mentawai mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar dan berkembang di lingkungan yang lebih luas.


Kehadiran mereka di Bumi Perkemahan Cibubur bukan hanya membawa semangat kepramukaan, tetapi juga membawa nama Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat melalui penampilan seni budaya.


Di tengah ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, kontingen Mentawai menjadi bagian dari generasi muda yang memperlihatkan keberagaman dan kekayaan budaya Nusantara.


Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para pelajar untuk terus berkembang, berprestasi dan menjadi generasi penerus yang mampu membawa nama baik Kepulauan Mentawai di tingkat daerah, nasional, bahkan ke tingkat yang lebih luas. (Robi)



MENTAWAI, SUMBARNET.ID — Rencana pengaktifan kembali gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Silabu lama di Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, mendapat penolakan tegas dari masyarakat setempat.


Penolakan tersebut disampaikan secara resmi melalui Surat Pernyataan Sikap masyarakat Desa Silabu yang ditandatangani oleh Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Komite Sekolah, orang tua murid, tokoh masyarakat, serta warga setempat.


Surat bernomor 140/66/DS.SLB/VIII-2026 tertanggal 28 Agustus 2026 itu disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai di Tuapeijat.


Masyarakat meminta agar gedung SDN 05 Silabu yang berada di lokasi pemukiman lama tidak kembali diaktifkan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.


Penolakan itu bukan tanpa alasan. Warga menilai lokasi sekolah lama berada di kawasan pemukiman lama yang masuk dalam wilayah rawan bencana gempa dan tsunami. 


Selain menyangkut aspek keselamatan peserta didik, keberadaan sekolah baru di kawasan hunian tetap (HUNTAP) juga dinilai telah menjadi solusi pendidikan bagi masyarakat setelah relokasi pascabencana.


Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rijal, membenarkan adanya penolakan dari masyarakat Desa Silabu tersebut.


Menurut Rijal, pengaktifan kembali gedung sekolah lama memang menghadapi persoalan dari sisi aturan maupun keselamatan, mengingat lokasi tersebut berada di kawasan yang sebelumnya telah ditinggalkan masyarakat setelah bencana gempa dan tsunami.


"Benar, masyarakat Silabu menolak agar gedung sekolah tersebut tidak diaktifkan kembali. Dan itu pun sudah ada larangan berdasarkan Perpres tahun 2010 tentang pelarangan pembangunan infrastruktur di zona tersebut," kata Rijal kepada media, Senin (31/8/2026).


Berada di Kawasan Pemukiman Lama Rawan Tsunami


Dalam Surat Pernyataan Sikap yang ditandatangani Kepala Desa Silabu, Demas, S.E., masyarakat menjelaskan sejumlah alasan mendasar terkait penolakan pengaktifan kembali sekolah lama tersebut.


Alasan pertama berkaitan dengan lokasi SDN 05 Silabu lama yang berada di kawasan pemukiman lama.

 

Wilayah tersebut disebut masyarakat sebagai kawasan yang masuk kategori zona merah rawan bencana gempa dan tsunami.


Sebagaimana diketahui, wilayah Kepulauan Mentawai memiliki sejarah panjang bencana gempa dan tsunami. Salah satu bencana besar terjadi pada Oktober 2010 ketika gempa bumi dan tsunami melanda sejumlah wilayah Mentawai dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan cukup besar.


Pasca bencana tersebut, pemerintah melakukan relokasi masyarakat dari kawasan pesisir dan pemukiman lama ke lokasi yang dinilai lebih aman.


Dalam surat pernyataan sikapnya, masyarakat Silabu menegaskan bahwa relokasi tersebut tidak hanya memindahkan tempat tinggal warga, tetapi juga diikuti dengan pemindahan berbagai fasilitas umum, termasuk fasilitas pendidikan.


"Akibat sudah direlokasinya pemukiman masyarakat beserta seluruh sarana prasarana umum lainnya, maka apapun bentuk pembangunan yang diprogramkan di Desa Silabu, khususnya pembangunan pendidikan, tidak boleh lagi dibangun pada lokasi perkampungan/pemukiman lama," demikian bunyi salah satu poin dalam surat tersebut.


Masyarakat berpandangan, apabila gedung sekolah lama kembali difungsikan, hal itu dapat bertentangan dengan semangat kebijakan relokasi yang telah dilakukan pemerintah setelah bencana.


Selain itu, warga menilai keselamatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan lokasi fasilitas pendidikan.


Sekolah Baru di HUNTAP Sudah Beroperasi


Alasan kedua yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan keberadaan gedung SDN 05 Silabu yang baru di kawasan pemukiman HUNTAP.


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah membangun gedung baru SDN 05 Silabu pada tahun 2022. Gedung tersebut memiliki enam ruang kelas dan berada di kawasan pemukiman baru yang ditempati masyarakat setelah proses relokasi.


Sejak tahun ajaran 2023/2024, kegiatan belajar mengajar di sekolah baru tersebut telah berjalan.


Masyarakat menyebut proses pendidikan di gedung baru HUNTAP berlangsung dengan baik, lancar, aman, dan nyaman.


Karena itu, warga mempertanyakan alasan pengaktifan kembali gedung sekolah lama, sementara sarana pendidikan baru telah tersedia dan digunakan oleh siswa.


Masyarakat juga khawatir pengoperasian kembali sekolah lama akan menimbulkan persoalan baru dalam penyelenggaraan pendidikan.


"Bahwa dengan dioperasionalkannya kembali gedung sekolah lama, berdasarkan surat pemberitahuan dari Kadisdikbud Mentawai, telah mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar yang dilaksanakan di gedung baru HUNTAP," tulis masyarakat dalam surat pernyataan sikap tersebut.


Didukung Lebih dari 130 Warga

Penolakan terhadap pengaktifan kembali SDN 05 Silabu lama juga diperkuat dengan tanda tangan warga.


Berdasarkan data yang diterima, lebih dari 130 warga dari tiga wilayah, yakni Silabu Utara, Silabu Selatan, dan Silabu Barat, ikut membubuhkan tanda tangan dalam pernyataan sikap tersebut.


Mereka terdiri dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua murid, kepala dusun, hingga masyarakat umum.


Dukungan tersebut menunjukkan bahwa penolakan terhadap rencana pengaktifan kembali sekolah lama bukan hanya datang dari segelintir warga, melainkan merupakan aspirasi yang disampaikan secara bersama-sama melalui pemerintah desa dan unsur masyarakat.


Warga menilai pengoperasian dua lokasi sekolah dapat memecah konsentrasi kegiatan belajar mengajar.


Selain itu, kondisi tersebut dinilai berpotensi membingungkan orang tua murid dalam menentukan lokasi sekolah anak-anak mereka.


Yang tidak kalah penting, masyarakat mengkhawatirkan aspek keselamatan apabila aktivitas pendidikan kembali ditempatkan di kawasan pemukiman lama yang sebelumnya telah ditinggalkan karena pertimbangan risiko bencana.


Disdik Hormati Aspirasi Masyarakat


Menanggapi penolakan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai menyatakan akan menghormati aspirasi masyarakat Desa Silabu.


Rijal mengatakan, persoalan lokasi sekolah tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sarana pendidikan, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek regulasi, tata ruang, mitigasi bencana, serta keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.


Menurutnya, pembangunan maupun pengaktifan fasilitas umum di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan bencana harus dilakukan secara hati-hati dan tidak boleh mengabaikan kebijakan relokasi yang telah ditetapkan pemerintah pascabencana.


"Kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat ini. Ke depan fokus kita adalah memaksimalkan gedung baru di HUNTAP agar proses belajar mengajar semakin baik," ujar Rijal.


Ia menegaskan, keselamatan siswa menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan lokasi penyelenggaraan pendidikan.


"Kami tentu tidak ingin anak-anak kita belajar di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka," katanya.


Pengaktifan Sekolah Lama Tidak Dilanjutkan


Dengan adanya Surat Pernyataan Sikap dari Pemerintah Desa, BPD, Komite Sekolah, orang tua murid, serta dukungan lebih dari 130 warga, rencana pengaktifan kembali SDN 05 Silabu lama dipastikan tidak akan dilanjutkan.


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai selanjutnya akan memfokuskan perhatian pada optimalisasi gedung SDN 05 Silabu yang berada di kawasan HUNTAP.


Optimalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus memberikan rasa aman bagi siswa, guru, dan orang tua.


Bagi masyarakat Desa Silabu, keberadaan sekolah baru di kawasan pemukiman HUNTAP dinilai merupakan bagian dari proses penataan kehidupan masyarakat setelah relokasi pascabencana.


Karena itu, mereka berharap seluruh kebijakan pendidikan di wilayah tersebut tetap mengacu pada prinsip keselamatan, kepastian aturan, dan keberlanjutan proses pendidikan bagi anak-anak.


Penolakan terhadap pengaktifan kembali sekolah lama ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan fasilitas publik di wilayah rawan bencana tidak hanya menyangkut ketersediaan infrastruktur, tetapi juga harus mempertimbangkan risiko bencana dan keselamatan masyarakat dalam jangka panjang. (Robi)

 


SUMBARNET - Promovenda Erly Mulyani, SE, M.Si, Ak.Ca Resmi Menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan Disertasinya di hadapan tim penguji dalam Sidang Disertasi Program Doktor Ilmu Manajemen (S3) Fakultas Ekonomi  dan Bisnis Universitas Negeri Padang (FEB UNP) Senin (31 Agustus 2026) di ruang sidang FEB UNP, Kampus air tawar Padang.


Erly istri dari Sonny Affandi, ST,  Pengurus Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Sumbar ini Sukses mempertahankan Diaertasinya yang berjudul “Pengaruh Tata Kelola Perusahaan terhadap Pengungkapan Tanggungjawab Sosial: Peran Kinerja Keuangan dan Reputasi Perusahaan Sebagai Mediasi dan Kapabilitas Dinamis Sebagai Moderasi” di Hadapan Tim Penguji Internal dan eksternal yaitu Krismadinata Ph.D (Penyelia), Prof Perengki Susanto, SE, M.Sc, Ph.D (Ketua dan Penguji Internal), Prof Dr Yunia Wardi, Drs., M.Si.(Sekretaris dan Penguji Internal), Prof. Dr Yasri, MS (Penguji Internal) dengan Prof. Tafdil Husni, SE. MBA, Ph.D selaku Penguji Eksternal dari Universitas Andalas.


Dalam Hantaran Katanya, Erly menyampaikan terimakasih yang tulus atas pendampingan oleh Prof. Dr. Syamsul Amar B, M.S, (Promotor) dann Vidyarini Dwita, SE, MM, Ph.D (ko Promotor).


“terima atas kesabaran, bimbingan dan kritikan serta arahan Bapak Ibu selama proses penyelesaian disertasi ini. Banyak pelajaran yang saya peroleh, bukan hanya tentang penelitian tetapi juga tentang ketekunan, dan tanggung jawab sebagai seorang Akademi,” ujar Erly yang juga dosen dan Kepala Labor Fakultas Ekonomi UNP.


Erly juga menyampaikan terima kasih Khusus kepada Dekan fakultas Ekonomi dan bisnis UNP yang telah memotivasi dan mendorongnya untuk melanjutkan studi Doktoral sehingga dapat menyelesaikannya dengan baik dan meraih gelar Doktor.


Bagi Erly menyelesaikan Pendidikan Doktor bukan hanya tentang menyelesaikan Disertasi, tapi tentang belajar bertahan, belajar menerima kritik, belajar memperbaiki diri serta belajar menghargai proses “Saya berharap Ilmu dan pengalaman yang saya peroleh selama Perjalanan ini tidak terhenti pada pencapaian gelar, semoga bermanfaat bagi mahasiswa, institusi, masyarakat, maupun bagi pengembangan ilmu Pengetahuan,” ungkap Erly yang pada kesempatan itu juga menyampaikan terima tak terhingga kepada kedua orang tua serta kepada semua pihak yang telah mendoakan serta mendukung proses penyelesaian Disertasinya..


Terkhusus kepada Suami tercinta Sonny Affandi yang menemani perjalanan panjang dengan kesabaran, pengertian dan dukungan. “Terimakasih telah menguatkan saya ketika saya merasa lelah dan mengingatkan saya untuk terus melangkah,” ujar Erly penuh haru.


Penyelia Krismadinata, Ph.D melalui Dekan Fakultas Ekonomi UNP berpesan pada Erly agar Selalu menjaga Integritas Akademik Serta menjaga nama baik Institusi dalam kehidupan sehari hari.


Sidang disertasi ditutup dengan pemberian ucapan selamat dan foto bersama Penguji dan undangan yang hadir. (Ms/ald)

 


JAKARTA — Dukungan terhadap pelajar SMAN 3 Painan yang mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat nasional datang langsung dari Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Hj. Lisda Hendrajoni, dan Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni.


Keduanya hadir memberikan motivasi kepada para pelajar yang membawa nama Kabupaten Pesisir Selatan dan Sumatera Barat dalam kompetisi tingkat nasional yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu (23/8/2026).


Lomba Cerdas Cermat tingkat nasional tersebut berlangsung mulai 23 hingga 27 Agustus 2026. Keikutsertaan SMAN 3 Painan menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bersaing di tingkat nasional.


Di hadapan para peserta, Lisda Hendrajoni meminta para pelajar tidak merasa minder ketika berhadapan dengan peserta dari daerah lain.


Ia mendorong para siswa tampil percaya diri, menjawab setiap pertanyaan dengan tenang, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.


“Jangan minder dan jangan takut bersaing. Kalian sudah sampai di tingkat nasional karena memiliki kemampuan. Tampilkan yang terbaik, tetap percaya diri dan junjung tinggi sportivitas,” ujar Lisda.


Menurut Lisda, keberhasilan SMAN 3 Painan melaju ke tingkat nasional merupakan sebuah kebanggaan. Hal itu menunjukkan bahwa pelajar dari daerah memiliki kemampuan untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.


Ia berharap pengalaman tersebut tidak hanya diukur dari hasil akhir perlombaan, tetapi juga menjadi bekal bagi para siswa untuk meningkatkan wawasan, kemampuan berpikir, serta keberanian menghadapi berbagai tantangan.


Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni turut memberikan apresiasi kepada para pelajar dan guru pembimbing yang telah mempersiapkan kontingen SMAN 3 Painan hingga mampu tampil dalam kompetisi tingkat nasional.


Hendrajoni mengatakan, keberanian membawa nama sekolah, daerah dan provinsi ke tingkat nasional merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi para pelajar.


“Ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Yang terpenting adalah keberanian membawa nama sekolah, Kabupaten Pesisir Selatan dan Sumatera Barat ke tingkat nasional. Jadikan kesempatan ini sebagai pengalaman untuk terus berprestasi,” kata Hendrajoni.


Ia meminta para peserta tetap fokus dan mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan penuh semangat. Menurutnya, prestasi di bidang pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Pesisir Selatan yang berkualitas dan memiliki daya saing.


Kehadiran Lisda Hendrajoni dan Hendrajoni di tengah kontingen juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelajar yang tengah berjuang mengharumkan nama daerah.


Para pelajar SMAN 3 Painan diharapkan mampu memberikan kemampuan terbaik hingga kompetisi berakhir pada 27 Agustus mendatang.


“Bawa nama Pesisir Selatan dengan kepala tegak, jawab setiap soal dengan percaya diri dan berikan yang terbaik. Menang adalah prestasi, tetapi keberanian untuk bersaing di tingkat nasional adalah kebanggaan yang tidak ternilai,” pesan Hendrajoni.


Dengan semangat dan dukungan tersebut, kontingen SMAN 3 Painan diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Pesisir Selatan dan Sumatera Barat di panggung nasional.  (Bee)



SUMBARNET - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP IKA FH Unand diyakini bakal melahirkan program bernas dalam tajuk Kesinambungan, Pengabdian dan Kejayaan.


 Ketua Umum DPP IKA FHUA Prim Haryadi Rakernas adalah pedoman organisaai dalam bekerja selama periode kepengurusan IKA FHUA 2026-2030.


"Buatlah program kerja yang realiatis tidak muluk-muluk,"ujar Prim Haryadi, Sabtu 22/8-2026 di Jakarta.


Program kerja yang akak dirumuskan di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) hari ini, ditekankan Ketum Prim Haryadi program kerja harus menjadi tolak ukur dalam menjalankan organisaai.


"Selamat ber Rakernas. Ayo tuangkan ide kerja hebat untuk kesinambungan, pengabdian dan kejayaan,"ujar Prim Haryadi didampingi Sekjen DPP IKA FHUA  Charles Simabura Rakernas juga dihadiri Dekan FHUA Prof Dr Ferdi SH M.Hum


Rakernas DPP IKA FHUA usung tema Kesinambungan, Pengabdian, Kejayaan digelar sebagai amanah konstitusi organisasi, digelar di Jiva Kitchen & Longe Utan Kayu Jakarta Timur, Sabtu 22/8-2026. 


Prof Ferdi mengakui Fakultas Hukum di usia 75 tahun kini sudah susah seyara denga UI, Unair dan UGM.


"Dan menjadi Fakultas Hukum terbaik, penilaian  media Hukum Online. Dan itu tidak lepas dari  peran penting Alumni FH Unand yang tidak saja berkontrIbusi kepada almamater juga berkiprah kontribusi untuk bangsa negara. Atas semua itu terima kasih IKA FH Unand,"ujar Ferdi membuka Rakernas. (***)



Mentawai - SDN 23 Sinaka, Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut dirasakan keluarga besar SDN 23 Sinaka, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat, pada Senin (17/8/2026).


Para siswa menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan dalam menyambut momentum bersejarah bangsa yang diperingati setiap 17 Agustus.


Beragam kegiatan bernuansa kemerdekaan menjadi momentum bagi para siswa untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, kekompakan, disiplin, serta kepedulian terhadap sesama. 


Suasana penuh semangat dan keceriaan terlihat dari keterlibatan siswa dalam berbagai rangkaian kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.


Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter di lingkungan sekolah. 


Semangat kemerdekaan diharapkan dapat ditanamkan sejak dini sehingga para siswa memiliki rasa cinta terhadap tanah air sekaligus memahami bahwa kemerdekaan yang diraih para pahlawan harus diisi dengan hal-hal positif.


Kepala SDN 23 Sinaka, Helen Remi Pertiwi, S.Th mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum penting bagi sekolah untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus memperkuat karakter peserta didik.


Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang memiliki karakter, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara.


“Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi momentum bagi kita semua, khususnya para siswa, untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, persatuan dan rasa cinta terhadap tanah air. Nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus kita tanamkan sejak dini kepada anak-anak Mentawai melalui berbagai kegiatan positif di sekolah,” ujar Helen.


Ia menjelaskan, semangat kemerdekaan juga memiliki kaitan erat dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, generasi muda merupakan bagian penting dalam menentukan masa depan Indonesia, sehingga mereka harus dipersiapkan dengan pendidikan yang berkualitas serta karakter yang kuat.


“Tujuan utama kami adalah bagaimana semangat kemerdekaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Anak-anak harus mendapatkan pendidikan yang tidak hanya membuat mereka cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, mandiri, berintegritas dan mampu berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.


Restu menambahkan, kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan juga menjadi sarana untuk memberikan pengalaman kepada siswa mengenai arti penting persatuan dan kebersamaan.


Melalui kegiatan bersama, siswa belajar menghargai perbedaan, bekerja dalam tim, mengikuti aturan, serta membangun sikap sportif.


“Anak-anak perlu memahami bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diisi dengan belajar bersungguh-sungguh, berprestasi, menjaga persatuan dan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Inilah yang terus kami dorong kepada peserta didik,” tuturnya.


Ia berharap semangat yang ditunjukkan para siswa dalam menyambut HUT RI ke-81 tidak berhenti pada momentum perayaan kemerdekaan saja. Semangat tersebut diharapkan dapat terus terbawa dalam kegiatan belajar mengajar dan kehidupan sehari-hari.


“Kami berharap semangat kebersamaan dan nasionalisme yang tumbuh melalui kegiatan ini dapat terus dipertahankan. Anak-anak harus terus memiliki motivasi untuk belajar, berprestasi dan menjadi generasi penerus yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, adil dan makmur,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Helen menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak. Sekolah, guru, orang tua dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif bagi perkembangan anak.


“Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, kita tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi antara sekolah, guru, orang tua dan masyarakat. Dengan kebersamaan tersebut, kita berharap dapat memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berkarakter,” jelasnya.


Momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81, lanjutnya, juga menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk membangun bangsa belum selesai. Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, inovasi dan karya nyata.


“Kalau para pahlawan dahulu berjuang dengan tenaga dan pengorbanan untuk merebut kemerdekaan, maka tugas generasi sekarang adalah mengisi kemerdekaan tersebut dengan belajar, berkarya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa. Karena itu, pendidikan menjadi salah satu jalan utama untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil dan makmur,” katanya.


Ia pun mengajak seluruh siswa SDN 23 Sinaka untuk menjadikan peringatan HUT Kemerdekaan sebagai motivasi dalam meningkatkan semangat belajar.


“Jadikan momentum kemerdekaan ini sebagai penyemangat untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Jangan mudah menyerah, saling menghargai, saling membantu dan terus menjaga persatuan. Kalian adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan menentukan masa depan Indonesia,” pesan Helen kepada para siswa.


Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan para siswa dan seluruh keluarga besar SDN 23 Sinaka, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan kualitas pembelajaran dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini.


Semangat kemerdekaan tersebut diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh warga sekolah untuk terus bergerak bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, menyenangkan dan berkualitas, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang semakin maju. (DB)

 


Padang - Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut dirasakan keluarga besar SDN 22 Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senen (17/8/2026).


Para siswa menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan dalam menyambut momentum bersejarah bangsa yang diperingati setiap 17 Agustus.


Beragam kegiatan bernuansa kemerdekaan menjadi momentum bagi para siswa untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, kekompakan, disiplin, serta kepedulian terhadap sesama. 


Suasana penuh semangat dan keceriaan terlihat dari keterlibatan siswa dalam berbagai rangkaian kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.


Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter di lingkungan sekolah. 


Semangat kemerdekaan diharapkan dapat ditanamkan sejak dini sehingga para siswa memiliki rasa cinta terhadap tanah air sekaligus memahami bahwa kemerdekaan yang diraih para pahlawan harus diisi dengan hal-hal positif.


Kepala SDN 22 Andalas, Restu Febrianto, M.Pd., mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum penting bagi sekolah untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus memperkuat karakter peserta didik.


Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang memiliki karakter, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara.


“Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi momentum bagi kita semua, khususnya para siswa, untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, persatuan dan rasa cinta terhadap tanah air. Nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus kita tanamkan sejak dini kepada anak-anak melalui berbagai kegiatan positif di sekolah,” ujar Restu Febrianto.


Ia menjelaskan, semangat kemerdekaan juga memiliki kaitan erat dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, generasi muda merupakan bagian penting dalam menentukan masa depan Indonesia, sehingga mereka harus dipersiapkan dengan pendidikan yang berkualitas serta karakter yang kuat.


“Tujuan utama kami adalah bagaimana semangat kemerdekaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Anak-anak harus mendapatkan pendidikan yang tidak hanya membuat mereka cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, mandiri, berintegritas dan mampu berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.


Restu menambahkan, kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan juga menjadi sarana untuk memberikan pengalaman kepada siswa mengenai arti penting persatuan dan kebersamaan.


Melalui kegiatan bersama, siswa belajar menghargai perbedaan, bekerja dalam tim, mengikuti aturan, serta membangun sikap sportif.


“Anak-anak perlu memahami bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diisi dengan belajar bersungguh-sungguh, berprestasi, menjaga persatuan dan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Inilah yang terus kami dorong kepada peserta didik,” tuturnya.


Ia berharap semangat yang ditunjukkan para siswa dalam menyambut HUT RI ke-81 tidak berhenti pada momentum perayaan kemerdekaan saja. Semangat tersebut diharapkan dapat terus terbawa dalam kegiatan belajar mengajar dan kehidupan sehari-hari.


“Kami berharap semangat kebersamaan dan nasionalisme yang tumbuh melalui kegiatan ini dapat terus dipertahankan. Anak-anak harus terus memiliki motivasi untuk belajar, berprestasi dan menjadi generasi penerus yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, adil dan makmur,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Restu menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak. Sekolah, guru, orang tua dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif bagi perkembangan anak.


“Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, kita tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi antara sekolah, guru, orang tua dan masyarakat. Dengan kebersamaan tersebut, kita berharap dapat memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berkarakter,” jelasnya.


Momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81, lanjutnya, juga menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk membangun bangsa belum selesai. Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, inovasi dan karya nyata.


“Kalau para pahlawan dahulu berjuang dengan tenaga dan pengorbanan untuk merebut kemerdekaan, maka tugas generasi sekarang adalah mengisi kemerdekaan tersebut dengan belajar, berkarya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa. Karena itu, pendidikan menjadi salah satu jalan utama untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil dan makmur,” katanya.


Ia pun mengajak seluruh siswa SDN 22 Andalas untuk menjadikan peringatan HUT Kemerdekaan sebagai motivasi dalam meningkatkan semangat belajar.


“Jadikan momentum kemerdekaan ini sebagai penyemangat untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Jangan mudah menyerah, saling menghargai, saling membantu dan terus menjaga persatuan. Kalian adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan menentukan masa depan Indonesia,” pesan Restu kepada para siswa.


Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan para siswa dan seluruh keluarga besar SDN 22 Andalas, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan kualitas pembelajaran dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini.


Semangat kemerdekaan tersebut diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh warga sekolah untuk terus bergerak bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, menyenangkan dan berkualitas, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang semakin maju, adil dan makmur. (Devi)