SUMBARNET - Puluhan Alumni Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Padang (Ikasmantri) lintas angkatan menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua PB Umum Ikasmantri, Rahyussalim. Pernyataan sikat tersebut dinyatakan pada kegiatan kegiatan silaturahmi lintas angkatan yang digelar di hotel Padang, Minggu (5/4).
Pernyataan sikap tersebut didukung oleh 30 angkatan dan dituangkan dalam dokumen tertulis yang dibacakan oleh salah seorang alumni. Dalam pernyataan itu, para alumni mendesak agar segera dilakukan Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) untuk mengevaluasi kepemimpinan organisasi.
Dalam pernyataan sikap tersebut, alumni mendesak untuk diadakannya musyawarah luar biasa.
“Kami alumni lintas angkatan yang tergabung dari 30 angkatan menyatakan mosi tidak percaya kepada Ketua PB Umum Ikasmantri periode 2024–2028 dan meminta agar Mubeslub dilaksanakan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” demikian isi pernyataan tersebut.
Panitia silaturahmi lintas angkatan, Utama Fitri, menjelaskan bahwa mosi tidak percaya ini dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan dalam tata kelola organisasi.
Ia menyebut, kepemimpinan saat ini dinilai tidak berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta aturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurutnya, sejumlah keputusan penting diambil tanpa melibatkan pengurus, termasuk dalam rapat pleno maupun proses pergantian sejumlah posisi strategis.
“Ada penggantian ketua harian, bendahara umum, hingga sekretaris umum yang dilakukan tanpa dasar yang jelas sesuai aturan organisasi,” ujarnya.
Utama Fitri juga berharap ke depan Ikasmantri dipimpin oleh sosok yang tidak otoriter, mampu mendengar aspirasi, serta mengedepankan musyawarah dan kebersamaan dalam menjalankan organisasi.
“Ke depan, kita butuh pemimpin yang tidak otoriter, mau bermusyawarah, dan mengutamakan kebersamaan,” jelasnya.
Humas panitia silaturahmi, Nita Syahril menambahkan dalam pertemuan silaturahmi itu langsung dibentuk panitia pengarah (SC) dan panitia pelaksana (OC). “ Ya, ini bukti dari seriusan, kami juga sudah membentuk panitia SC dan OC,” ujarnya.
Hal senada disampaikan alumni angkatan 2019, Ricky Ardian, yang mendesak agar Mubeslub segera dilaksanakan. Ia menilai, penundaan hanya akan berdampak buruk bagi organisasi.
“Kalau ini dibiarkan berlarut, jelas akan merugikan kita semua,” katanya.
Dalam pernyataan sikap tersebut, para alumni juga menilai kepemimpinan PB Ikasmantri periode 2024–2028 telah menyimpang dari prinsip dasar organisasi.
Beberapa poin yang disoroti antara lain tidak dilibatkannya pengurus dalam pengambilan keputusan, pemecatan pengurus secara sepihak, serta gaya kepemimpinan yang dinilai arogan dan otoriter.
Selain itu, kepemimpinan saat ini juga dinilai tidak transparan dan tidak memahami tata kelola organisasi, sehingga berdampak pada arah organisasi yang dinilai tidak sehat.
Para alumni juga menegaskan bahwa Ikasmantri merupakan organisasi silaturahmi yang bersifat non-profit dan tidak seharusnya dijadikan sebagai wadah untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
“PB Ikasmantri bukan milik individu, melainkan ruang bersama yang diikat oleh aturan, etika, dan tanggung jawab kolektif,” demikian salah satu poin dalam pernyataan tersebut.
Sebagai bentuk sikap tegas, para alumni menyatakan tidak bersedia menjadi bagian dari kepemimpinan yang dinilai menyalahi aturan dan menyimpang dari tujuan organisasi.
Mosi tidak percaya ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi Ikasmantri agar dapat kembali berjalan sesuai dengan prinsip kebersamaan, transparansi, dan semangat silaturahmi antaralumni. (juf)

0 Post a Comment:
Posting Komentar