Tampilkan postingan dengan label KNPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KNPI. Tampilkan semua postingan

 


SUMBARNET - Ditengah derasnya arus konten media sosial yang tak selalu ramah, KPID Sumatera Barat dan KNPI Sumbar duduk bersama. 


Bukan sekadar formalitas, pertemuan itu menjadi ruang berbagi harapan agar ruang digital di Ranah Minang lebih sehat, saling menghormati, dan tetap menjunjung norma hukum, agama, sosial, serta budaya.


Ketua KPID Sumbar Yusrin Trinanda mengajak KNPI Sumbar menjadi garda terdepan dalam pengawasan ini. 


“Kolaborasi dengan KNPI sangat strategis karena menjadi wadah anak muda dalam berkegiatan. Kami ingin menciptakan iklim ruang digital yang sehat,” ujarnya.


Ketua KNPI Sumbar, Nanda Satria menyambut gagasan itu dengan optimisme. Baginya, selama ini ruang digital di Sumbar seperti jalan tanpa rambu. Banyak konten yang melenceng dari norma, termasuk norma adat. 


“KNPI sangat menyambut baik gugus tugas ini. Karena sejauh ini belum ada wadah yang mengontrol ruang digital di Sumbar,” katanya.


Ia menambahkan, gugus tugas ini harus diseriuskan. Melibatkan seluruh pemangku kepentingan saja tidak cukup. Yang paling krusial adalah payung hukum yang jelas, agar tugas dan fungsi bisa berjalan nyata, bukan sekadar wacana.


Sebelumnya, KPID Sumbar bersama Polda Sumbar sudah mencetuskan gagasan ini. Tujuannya mengantisipasi konten digital yang berpotensi merusak generasi muda dan mengganggu tatanan sosial di Minangkabau.


 Rencananya, banyak pihak akan dilibatkan, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, kepolisian, Dinas Komunikasi dan Informatika, MUI, lembaga adat, konten kreator, akademisi, hingga KNPI sendiri.


Dalam audiensi kali ini, Yusrin didampingi Wakil Ketua KPID Sumbar Jimmy Syahputra Ginting, Koordinator Bidang PKSP Nofal Wiska, Koordinator Bidang Kelembagaan Riki Chandra, dan Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Radio Oldsan Bayu Paradipta.


Pengawasan media sosial bukan soal membatasi, melainkan merawat. Agar anak muda Sumbar tetap punya ruang berekspresi, tapi tetap dalam koridor yang menjaga nilai-nilai agama, adat dan sosial. (**)

 


SUMBARNET - Evan Muhammad Rizal, S.M. menyatakan diri sebagai Calon Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tanah Datar periode 2026–2029. Dengan mengusung semangat “Muda! Penggerak Sakaki Basamo Nagari”, Evan menawarkan gagasan untuk menjadikan KNPI sebagai wadah kolaborasi pemuda yang mampu menjawab tantangan zaman dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.


Dalam visi yang ditawarkan, Evan Muhammad Rizal ingin mewujudkan KNPI Kabupaten Tanah Datar sebagai pusat kolaborasi pemuda yang adaptif, mandiri, dan berdaya saing untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan.


Gagasan tersebut menempatkan pemuda bukan hanya sebagai penerima program pembangunan, tetapi sebagai bagian penting yang ikut merancang, menggerakkan, dan memberikan solusi bagi kemajuan daerah.


Tiga Pilar Gagasan

Untuk mendukung visi tersebut, Evan mengedepankan tiga nilai utama, yakni kolaboratif, adaptif, dan progresif.


Pertama, kolaboratif. KNPI diharapkan menjadi ruang bersama bagi organisasi kepemudaan, komunitas dan berbagai elemen pemuda untuk membangun sinergi serta memperkuat kebersamaan.


Kedua, adaptif. Pemuda Tanah Datar didorong untuk terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan mampu menjawab kebutuhan generasi muda di tengah perkembangan teknologi serta dinamika sosial.


Ketiga, progresif. KNPI diharapkan mampu bergerak maju dengan menghadirkan gagasan dan gerakan yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.


“Sakaki Basamo Nagari”

Semangat “Sakaki Basamo Nagari” menjadi salah satu pesan utama yang ditonjolkan dalam pencalonan Evan Muhammad Rizal. Filosofi tersebut menggambarkan pentingnya kebersamaan dan gotong royong pemuda dalam membangun Tanah Datar.


Menurut gagasan yang ditawarkan, kekuatan pemuda akan semakin besar apabila berbagai organisasi, komunitas dan individu dapat berjalan bersama, membangun komunikasi, serta menghilangkan sekat-sekat kepentingan.


Dengan mengusung konsep pemuda sebagai penggerak, Evan Muhammad Rizal menawarkan KNPI sebagai wadah yang mampu mempertemukan berbagai potensi kepemudaan di Kabupaten Tanah Datar.


Pencalonan untuk periode 2026–2029 tersebut sekaligus menjadi tawaran gagasan kepada seluruh elemen kepemudaan agar KNPI ke depan semakin kolaboratif, responsif terhadap perubahan, serta mampu melahirkan gerakan yang berdampak bagi masyarakat.


“Muda! Penggerak Sakaki Basamo Nagari” menjadi semangat yang dibawa Evan Muhammad Rizal dalam menghadapi proses pemilihan Ketua KNPI Kabupaten Tanah Datar periode 2026–2029. (rel)

 


SUMBARNET - Fadhli Tarmizi, SH menyatakan kesiapan untuk maju sebagai calon Ketua KNPI Tanah Datar dengan menawarkan visi membangun organisasi kepemudaan yang religius, solid, inovatif, serta mampu melahirkan pemuda yang mandiri dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.


Dalam visi yang disampaikannya, Fadhli Tarmizi ingin mewujudkan KNPI Tanah Datar sebagai wadah kepemudaan yang religius, solid, inovatif dan berdaya saing, sekaligus menjadi ruang bagi pemuda untuk berkembang, berkolaborasi dan mengambil peran strategis dalam pembangunan Tanah Datar.


“Mewujudkan KNPI Tanah Datar sebagai wadah kepemudaan yang religius, solid, inovatif, dan berdaya saing dalam membangun pemuda yang mandiri serta berkontribusi nyata bagi kemajuan Tanah Datar.”


Untuk mewujudkan visi tersebut, Fadhli menyiapkan sejumlah misi yang berorientasi pada penguatan kapasitas dan kemandirian generasi muda.


Pertama, meningkatkan kapasitas dan kompetensi pemuda melalui berbagai kegiatan pengembangan keterampilan dan potensi. Kedua, mendorong pemuda sebagai mitra strategis pemerintah, sehingga organisasi kepemudaan dapat mengambil bagian dalam pembangunan daerah.


Selanjutnya, Fadhli juga berkomitmen menghadirkan program kepemudaan yang memberikan dampak nyata, memperkuat kepemimpinan dan integritas pemuda, serta mendorong kemandirian ekonomi pemuda.


Lima Program Prioritas

Sebagai bentuk konkret dari visi dan misi tersebut, Fadhli menawarkan sejumlah program kerja apabila dipercaya memimpin KNPI Tanah Datar.


Program tersebut meliputi:

Semarak Pemuda Bidang Keagamaan, sebagai ruang penguatan nilai religius dan pembinaan generasi muda.


Forum Kolaborasi OKP dan Komunitas, untuk memperkuat sinergi antarorganisasi kepemudaan serta komunitas di Tanah Datar.


Pemuda Pelestari Adat dan Budaya, dengan mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga nilai adat dan budaya Minangkabau.


KNPI Peduli Sosial, sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap persoalan sosial dan masyarakat.


Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemuda, guna membekali generasi muda dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.


Fadhli Tarmizi, SH juga mengusung semangat “Untuk KNPI Tanah Datar yang Profesional, Solid dan Berdampak.” Gagasan tersebut menjadi landasan dalam mendorong KNPI agar tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya organisasi kepemudaan, tetapi mampu menghasilkan program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Dengan visi, misi dan program tersebut, Fadhli berharap KNPI Tanah Datar ke depan semakin mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen pemuda, sekaligus menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah.


“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi dan mengambil peran nyata dalam pembangunan Tanah Datar,” demikian semangat yang tercermin dalam gagasan pencalonannya. (rel)




MENTAWAI — Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ibram Paranta Seleleu Baja, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai sikap KNPI dalam audiensi bersama DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Ibram menegaskan bahwa KNPI Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak pernah menyampaikan tuntutan atau sikap untuk menolak anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam pembahasan APBD Perubahan.


Klarifikasi tersebut disampaikan Ibram kepada media pada Minggu malam, 30 Agustus 2026, di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ia merasa perlu meluruskan informasi yang berkembang agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat, khususnya terkait hubungan antara KNPI dan KONI.


Menurut Ibram, informasi yang menyebut KNPI menolak anggaran KONI dalam APBD Perubahan tidak sesuai dengan pernyataan maupun tuntutan resmi yang disampaikan KNPI ketika melakukan audiensi dengan DPRD.


Ia menjelaskan, dalam audiensi tersebut KNPI memang sempat membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan program dan anggaran, termasuk adanya diskusi mengenai kegiatan KONI. Namun, pembahasan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai bentuk penolakan KNPI terhadap anggaran KONI.


"Jadi sebenarnya terkait masalah penolakan anggaran KONI untuk di perubahan ini kami tidak ada menyampaikan itu. Sebagai ketua saya menyampaikan bahwa rilis dari media sosial KNPI, itulah sebenarnya tuntutan-tuntutan kami yang sudah kami sampaikan kepada DPRD," ujar Ibram.


Ada Diskusi Mengenai KONI, Bukan Penolakan Anggaran

Ibram mengakui bahwa dalam proses audiensi dan diskusi di DPRD, persoalan kegiatan KONI memang sempat menjadi bagian dari pembahasan.

Diskusi tersebut berlangsung di ruang Komisi I DPRD dan membicarakan kegiatan-kegiatan KONI serta bagaimana proses penganggarannya. Namun, menurut Ibram, diskusi tersebut tidak pernah berujung pada tuntutan agar anggaran KONI ditolak atau dicoret dalam pembahasan APBD Perubahan.


Karena itu, ia meminta agar masyarakat dapat membedakan antara diskusi, kritik, maupun pembahasan mengenai mekanisme anggaran dengan sikap resmi organisasi berupa penolakan anggaran.


Ibram menduga munculnya informasi yang menyebut KNPI menolak anggaran KONI berawal dari adanya miskomunikasi setelah diskusi dengan salah seorang Wakil Ketua I KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai.


"Memang ada diskusi di ruang Komisi I terkait kegiatan-kegiatan KONI dan bagaimana proses anggarannya. Tetapi itu tidak sampai pada tuntutan penolakan anggaran KONI," jelasnya.


Ia menilai perbedaan pandangan maupun pro dan kontra yang muncul di media sosial merupakan hal yang biasa. Namun, ia mengingatkan agar informasi yang belum dikonfirmasi tidak kemudian berkembang menjadi kesimpulan yang dapat merusak hubungan antarlembaga kepemudaan dan olahraga di Mentawai.


"Tentu saya melihat pro kontra di media sosial itu biasa. Artinya tidak semua orang senang sama kita. Terkadang hal-hal yang mereka tidak tahu akhirnya dijadikan isu seolah-olah membuat kita ini antara KNPI dan KONI tidak menjadi organisasi yang harmonis," katanya.


KNPI dan KONI Diminta Tetap Solid

Lebih jauh, Ibram menegaskan bahwa KNPI dan KONI merupakan dua organisasi yang memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di kalangan pemuda serta bidang olahraga di Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Karena itu, ia berharap hubungan antara KNPI dan KONI tetap berjalan baik, solid, dan harmonis. Menurutnya, kedua organisasi tersebut seharusnya dapat saling mendukung dalam menjalankan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi muda Mentawai.


"Harapan kita bagaimana KNPI dan KONI ini selalu harmonis dalam hal melaksanakan program-program yang ada dan selalu mendukung program-program pemerintah. Jangan sampai kita terprovokasi oleh oknum yang tidak mengerti tentang akar persoalan ini," tegas Ibram.


Ia juga meminta seluruh pihak tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa terlebih dahulu mengetahui konteks dan sumber informasi tersebut.


Menurutnya, kesalahan informasi yang terus menerus disampaikan dan dipercaya masyarakat berpotensi berubah menjadi persepsi yang dianggap sebagai sebuah kebenaran.


"Karena pada prinsipnya ketika kesalahan itu dianggap benar, maka itu akan selamanya jadi benar," ujarnya.


Atas munculnya informasi yang dinilai tidak sesuai dengan sikap resmi organisasi, Ibram menyampaikan terima kasih kepada media yang telah memberikan ruang bagi KNPI untuk menyampaikan klarifikasi.


Ia berharap melalui klarifikasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui secara utuh apa yang sebenarnya disampaikan KNPI dalam audiensi bersama DPRD.


TUNTUTAN KNPI: SOROTI PDAM DAN TRANSPARANSI BEASISWA S3

Dalam kesempatan tersebut, Ibram sekaligus kembali menjelaskan poin-poin yang menjadi perhatian dan tuntutan KNPI saat melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Ia menegaskan, dalam pernyataan sikap KNPI, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi sorotan utama, di antaranya terkait Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) serta persoalan program beasiswa pendidikan jenjang Strata Tiga (S3).


"Adapun poin-poin rilis pernyataan sikap KNPI dalam rangka audiensi di DPRD itu terkait masalah PDAM. Yang kedua terkait masalah beasiswa S3 yang tidak ada keterbukaan informasi," sebutnya.


Menurut Ibram, sikap KNPI terkait beasiswa S3 bukan berarti organisasi tersebut menolak program peningkatan kualitas pendidikan bagi masyarakat.


Sebaliknya, KNPI menyatakan dukungan terhadap program pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Namun, dukungan tersebut harus dibarengi dengan prinsip keterbukaan dan transparansi dalam proses perencanaan maupun pelaksanaannya.


Ibram menilai informasi mengenai program beasiswa S3 perlu disampaikan secara terbuka kepada publik, termasuk mengenai persyaratan, mekanisme seleksi, indikator penilaian, serta dasar penentuan penerima beasiswa.


"Perencanaan untuk beasiswa S3, kami mohon kepada pemerintah daerah ini adalah ruang keterbukaan kepada publik. Dibuat latihannya, syaratnya seperti apa, prestasi atau tidak dan sebagainya," ujarnya.


Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut penting untuk menghindari munculnya prasangka maupun pertanyaan di tengah masyarakat terkait siapa yang berhak memperoleh program beasiswa dan bagaimana proses penentuannya.


KNPI, kata Ibram, juga berharap organisasi kepemudaan dan organisasi olahraga dapat diberikan ruang untuk terlibat dalam pembahasan berbagai program yang berkaitan dengan kepentingan generasi muda.


"Jadi kita juga mohon dilibatkan, KNPI dan KONI, dalam rangka pembahasan-pembahasan ini sebelum dijadikan salah satu program yang akan disetujui," tuturnya.


Tegaskan Tidak Ada Konflik KNPI-KONI

Ibram kembali menekankan bahwa klarifikasi tersebut sekaligus untuk meluruskan anggapan seolah-olah KNPI dan KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai sedang berada dalam posisi berseberangan.


Ia memastikan, KNPI tidak memiliki sikap untuk mempertentangkan organisasi kepemudaan dengan organisasi olahraga tersebut.


Menurutnya, perbedaan pendapat dalam sebuah proses pembahasan merupakan sesuatu yang wajar dan tidak seharusnya langsung ditafsirkan sebagai bentuk pertentangan antarlembaga.


"Kami berharap jangan ada lagi informasi yang kemudian menggiring opini bahwa KNPI menolak anggaran KONI. Itu tidak pernah menjadi tuntutan kami," tegas Ibram.


Ia berharap klarifikasi tersebut dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dalam memahami sikap resmi KNPI, sekaligus menjaga komunikasi dan hubungan baik antara KNPI, KONI, DPRD, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Dengan demikian, Ibram menegaskan kembali bahwa sikap resmi KNPI dalam audiensi dengan DPRD tidak berisi penolakan terhadap anggaran KONI pada APBD Perubahan, melainkan menyampaikan aspirasi dan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan persoalan PDAM serta keterbukaan informasi dalam program beasiswa S3.


"Kami berterima kasih kepada teman-teman media yang telah memberikan ruang untuk klarifikasi ini. Mudah-mudahan masyarakat mendapatkan informasi yang sebenarnya dan tidak lagi terjadi kesalahpahaman," tutup Ibram Paranta Seleleu Baja. (Robi)

 


SUMBARNET - Rahmad Ardiansyah, Ketua DPD KNPI Pesisir Selatan, menghimbau masyarakat Pesisir Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan masih tinggi di Sumatera Barat dan Pesisir Selatan. Himbauan ini terkait dengan bencana banjir dan longsor yang telah melanda beberapa kecamatan di Pesisir Selatan, seperti Koto XI Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, Lengayang, dan Ranah Pesisir.


Ditambahkan disampaikan oleh yang biasa di sapa Ardi, menghimbau masyarakat Pesisir Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan masih tinggi di Sumatera Barat dan Pesisir Selatan. "Masyarakat diminta waspada dan siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor," ujarnya.


Himbauan ini terkait dengan bencana banjir dan longsor yang telah melanda beberapa kecamatan di Pesisir Selatan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang.



Mari kita bersama bergandeng tangan membantu meringankan beban masyarakat kita yg terdampak banjir di Pesisir Selatan dengan menyalurkan bantuan Pakaian, Obat- obatan, Vitamin, Logistik serta Bahan Makanan berupa sembako ke Posko Tanggap Bencana Terdekat di Nagari atau Kecamatan Masing-masing di Sepanjang Pesisir Selatan.


Terpisah Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan telah mengerahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menangani bencana ini, termasuk penyaluran bantuan logistik dan evakuasi warga terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang. (Re)



Pessel - DPD KNPI Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, menegaskan, pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, upaya mendorong percepatan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.



"Selain itu, juga siap, menjadi mitra kritis, untuk menyuarakan aspirasi pemuda," ucap Ketua DPD KNPI Pessel, Rahmad Ardiansyah, di Painan, Sabtu (27/9/2025).



Istilah mitra kritis, terangnya, adalah mampu membuka ruang komunikasi ke pemerintah daerah.



"Khususnya, untuk membicarakan persoalan yang timbul di masyarakat, dan memberikan masukan - masukan yang konstruktif," ujarnya.



Kolaborasi ini, papar Ardi ---sapaan keseharian Rahmad Ardiansyah---didasarkan pada keinginan, untuk membangun Kabupaten Pesisir Selatan, menjadi lebih dan lebih baik lagi, ke depannya.



Mulai dari pengembangan potensi pemuda, alias peningkatan Sumber Daya Manusia, dengan target: ke depannya bisa lebih kreativitas.



Seperti, dapat menciptakan program - program bermanfaat, melalui ragam inovasi.



Harapan, akan tercipta peluang - peluang kerja, untuk peningkatan ekonomi masyarakat.



"KNPI pun, siap membantu pemerintah, terutama mensosialisasikan program-program penting, seperti program pembangunan daerah, dan lainnya," tegas Ardi. 



Sekilas Biodata 



Rahmad Ardiansyah, ST. Lahir 12 Desember 1999. Alamat Tebing Tinggi Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.


(2025 - 2028) - Ketua DPD KNPI Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.


(2017 - 2024) -- Universitas Bung Hatta, S1, Teknik Sipil.



(2014 - 2017) - SMAN 2 Painan


(2011 - 2014) - MTsN 01 Tapan


(2005 - 2011) - SDN 01 Sungai Gambir Tapan.



Experience 



(2024 - 2027) - Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Pesisir Selatan.



(2019 - 2021) - Kepala Bidang PTKP Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Komisariat Ekonomi Sipil Universitas Bung Hatta.(***)

 


Pessel - Rahmad Ardiansyah terpilih jadi Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat.



Rahmad yang merupakan calon tunggal, dalam gelaran Musda ke - XV, DPD KNPI Pessel tahun 2025.



Alhasil, dia pun didapuk secara aklamasi dalam Musda, untuk memimpin pada  periode 2025 - 2028.



Berjalan Lancar 



Musda yang dilaksanakan pada Selasa 23 September 2025 ini, terpantau berjalan lancar dan sukses.



Sejak dimulai pukul 10:00 WIB, hingga selesai pukul 15:30 WIB, agenda berlangsung aman, bersahabat, serta tanpa riak.



Sejumlah undangan terlihat hadir. Mulai dari para mantan Ketua KNPI Pessel terdahulu.



Seperti: Arif Yumardi, Doni Marta, Ronal Bernando (juga menjabat Ketua MPI KNPI Pessel), dan Joni Wal Aldin  (Mantan Ketua KNPI yang baru saja melepas jabatan di tahun 2025).



Selain itu, juga hadir perwakilan DPD KNPI Sumatera Barat, yang diwakili Sekretaris Muhamad Nazif, juga ada Wendi, dan lainnya.



Ikut hadir utusan Pemkab Pessel, yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Pemuda & Olahraga, Suhendri.



Para OKP, Pimpinan Kecamatan (PK) KNPI se Pesisir Selatan, dan tamu lainnya.



Calon Tunggal



Anton Risno, selaku Steering Committee (SC) pelaksana Musda KNPI Pessel 2025, dalam Musda memaparkan, selama 3 hari dibuka pendaftaran --- 18 - 20 September 2025 --- hanya ada satu Bacalon yang mendaftar ke Kantor DPD KNPI Pessel,  yakni Rahmad Ardiansyah.



Bahkan, hingga pukul 23:00 WIB pada Sabtu 20 September 2025 tersebut, juga tidak ada kandidat lain, yang memasukkan formulir pendaftaran.



"Padahal, sudah diundur jadwal pendaftarannya hingga 13 jam --- dari seharusnya tutup pukul 10:00 WIB ---, pun tak ada. Akhirnya tepat pukul 23:59 WIB (Sabtu) pendaftaran pun resmi kami tutup," ucap Anton Risno.



Syarat Lengkap



Wendi, perwakilan DPD KNPI Sumatera Barat, selaku pimpinan Musda, meminta kepada Steering Committee (SC), untuk memaparkan perihal persyaratan, kandidat calon tunggal, ke hadirin (peserta) Musda.



"Kepada SC, kami minta untuk memaparkan, hasil verifikasi persyaratan kandidat calon, ke peserta. Semua demi transparansi, dan diketahui bersama, oleh para peserta yang hadir. Silakan," ucapnya 



Baik pimpinan, jawab Anton Risno (Ketua SC).



"Syarat dinyatakan lengkap, sesuai dengan yang dilampirkan di pengumuman pendaftaran terdahulu. Dan keputusan ini, juga sudah melalui musyawarah bersama anggota SC dan OC, pimpinan," ujarnya.



Aklamasi



Usai mendengar pemaparan tersebut, Wendi selaku pimpinan sidang Musda, kembali mengambil alih mikropon.



"Baiklah, terima kasih atas pemaparannya Ketua SC," ucapnya.



Dikarenakan hanya ada satu calon yang mendaftar, Wendi pun melempar pertanyaan peserta musda.



"Dikarenakan cuma ada satu calon alias calon tunggal, saya bertanya ke peserta yang hadir siang ini. Apakah anda sepakat, kalau calon tunggal ini memimpin KNPI Pessel 2025 - 2028 ? " tanya Wendi.



"Sepakatttt," jawab peserta serempak, disertai gemuruh tepuk tangan.



"Baiklah, pada hari ini, Selasa 23 September 2025, tepatnya pukul 14:46 WIB, di Musda ke XV tahun 2025. Kita bersama bersepakat, secara aklamasi, menetapkan, Rahmad Ardiansyah, menjadi Ketua DPD KNPI Pessel, periode 2025 - 2028," ujar Wendi, diiringi ketokan palu dan tepuk tangan riuh peserta yang hadir.



Siap Jalankan Amanah 



Rahmad Ardiansyah, usai terpilih Aklamasi selaku Ketua KNPI Pessel periode 2025 - 2028, menyatakan siap mengemban amanah yang dipercayakan kepada dirinya.



"Terima Kasih kepada para peserta yang hadir, pimpinan sidang Musda, para senior mantan - mantan ketua KNPI terdahulu, dan hadirin yang tak tersebut namanya. Sekali lagi, terima kasih atas amanah yang dipercayakan kepada saya. Dan, dihadapan para hadirin juga, mulai saat ini, saya akan mengemban amanah ini sebaik mungkin," ucapnya, dalam pidato usai terpilih, Selasa sore. (***)

 


Pesisir Selatan - Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda), DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, membuka pendaftaran bakal calon ketua, untuk periode 2025 - 2028.



Ketua Organizing Committee (OC), Gebi Delza Andesta, menyebut, Musda bakal digelar dalam waktu dekat.



"Pelaksanaannya, dijadwal akhir bulan (September)," ucapnya, di Painan, Kamis sore.



Dia menambahkan, sejumlah syarat yang harus dipenuhi para bakal calon, di antaranya:



Berakhlak Mulia dan Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berusia Maksimal 30 Tahun, Memiliki mobilitas prestasi dedikasi & loyalitas yang tinggi terhadap tugas-tugas organisasi.



Kemudian, tidak tercela alias anti narkoba atau tidak sedang dalam menjalani proses hukum, Menerima deklarasi pemuda Indonesia, pemufakatan Pemuda Indonesia, AD/ART KNPI, & peraturan organisasi KNPI lainnya.



Berdomisili di Kabupaten/Kota, Tidak Melebihi 2 Periode, Pernah atau sedang menjabat di OKP Setingkat Kabupaten/Kota atau pernah menjadi pengurus DPD KNPI Pesisir Selatan dengan menunjukkan SK masing-masing Lembaga.



Mendapatkan Rekomendasi 1 ( Satu ) PK dan 10 ( Sepuluh ) OKP,  Menyerahkan Daftar Riwayat Hidup dan Visi Misi Tertulis saat pendaftaran, Menyerahkan Curiculum Vitae ( CV ), Menyerahkan foto 3x4 sebanyak 2 Lembar.



Dan,  sehat jasmani & rohani, dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan, serta Pendidikan Minimal SMA Sederajat.



"Pendaftaran mulai dibuka tanggal 18 - 20 September 2025. Untuk informasi lebih lanjut, bisa dihubungi Nomor Ponsel OC (Panpel) ke 0823 844 0164," ujar Gebi Delza Andesta, diamini anggota Steering Committee (SC), Kiki Deska Putra.(***)




Jelang Musda, DPD KNPI Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, membuka pendaftaran bakal calon ketua, untuk periode 2025 - 2028. FOTO: Dok DPD KNPI Pessel



SUMBARNET - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) ke - XV.



Agenda dilaksanakan di Gedung Pertemuan Kantor Dinas Pendidikan & Kebudayaan setempat, di Painan, Kecamatan IV Jurai, Sabtu (23/8/2025).



Sedikitnya, 32 Organisasi Kepemudaan (OKP), 15 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI se Pessel, hadir di Rapimda.



Ikut juga hadir, Perwakilan KNPI Sumatera Barat Megi Fernando, Senior KNPI Pessel H Arif Yumardi, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda & Olahraga Suhendri, Polres Pessel, dan tamu undangan lainnya.



"Alhamdulillah, Rapimda hari ini, berjalan lancar dan sukses," ucap Ketua DPD KNPI Pessel, Joni Wal Ardin.



Kegiatan ini, terang dia, merupakan langkah awal persiapan, pelaksanaan Musyawarah (Musda).



Diantaranya, membahas berbagai agenda strategis, termasuk tata tertib Musda, serta mekanisme pemilihan Ketua KNPI Pessel 2025.


Selain itu, Rapimda juga bertujuan untuk penguatan peran OKP dan DPK dalam mengawal organisasi kepemudaan ke depannya.


"Ini (Rapimda), menunjukkan bahwa pemuda, masih memiliki semangat yang tinggi, untuk bersatu, dan berkontribusi, dalam pembangunan daerah," ujar Joni Wal Ardin.



Sebagai ajang konsolidasi bagi seluruh elemen kepemudaan di Pessel, sebutnya lagi, di Musda nanti, seluruh proses bakal berlangsung transparan dan demokratis.



"Kita jadwalkan, pelaksanaan (Musda) di September," ujar Ketua DPD KNPI Pessel periode 2021 - 2025, ini.



Apresiasi



KNPI Provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi ke DPD KNPI Pessel, atas suksesnya pelaksanaan Rapimda.



"Kami (KNPI Sumbar), memberikan apresiasi, dengan suksesnya Rapimda yang dilaksanakan di hari ini," ucap Megi Fernando (Perwakilan KNPI Sumbar).



Harapan, sebut dia, Musda nanti, juga  dapat berjalan sukses, lancar, dan aman.



"Serta, dapat menghasilkan pemimpin yang visioner, dan mampu bersinergi, dengan pemerintah daerah," ujar Megi Fernando.



Terima Kasih KNPI 



Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda & Olahraga Suhendri, mengucapkan terima kasih atas kerjasama serta dedikasi yang ditunjukkan oleh DPD KNPI Pessel.



"Sekali lagi, Terima Kasih atas kerjasama, dedikasi, serta kontribusinya selama ini," ucapnya.



Dia juga berharap, bagaimana dinamika di Musda yang terjadi nantinya, jangan sampai memicu perpecahan.



"Dan, jadikanlah itu, sebuah proses yang harus kita hargai, demi lahirnya pemimpin terbaik ke depan," ujar Suhendri. (ADV)



SUNBARNET - Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Selatan, Deri Andika, mengingatkan seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mewaspadai dan menolak segala bentuk ujaran kebencian, terutama di era digital yang serba terbuka saat ini.


Dalam keterangannya, Deri menyebutkan bahwa ujaran kebencian yang marak beredar di media sosial maupun ruang publik bukan hanya merusak ketertiban sosial, tetapi juga berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa.


 "Ujaran kebencian itu berbahaya. Sekali dilontarkan, dampaknya bisa meluas dan merusak relasi sosial antar kelompok. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Deri.


Dia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk tidak terjebak dalam penyebaran konten yang memprovokasi dan menimbulkan kebencian berbasis suku, agama, ras, maupun politik identitas. 


Menurutnya, generasi muda harus menjadi motor penggerak perdamaian, bukan justru ikut menyulut konflik. “Ujaran kebencian itu ibarat api kecil. Jika dibiarkan, ia bisa membesar menjadi kebakaran hebat. Pemuda harus menjadi agen perdamaian,” ujarnya.


Sebagai seorang advokat muda asal Baturaja, Deri menyayangkan fenomena penggunaan media sosial yang kerap disalahgunakan untuk menyebarkan kebencian. 


Padahal, kata dia, ruang digital seharusnya menjadi tempat untuk bertukar gagasan, menyebarkan nilai-nilai positif, serta memperkuat solidaritas kebangsaan.


“Sayangnya, media sosial kerap menjadi ladang subur bagi konten bermuatan negatif. Ini bisa mencederai semangat persatuan kita,” ujarnya.


Dia pun mendorong kolaborasi aktif dari semua elemen, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan untuk terus mengedukasi masyarakat terkait bahaya ujaran kebencian. 


Deri juga menegaskan pentingnya peran platform digital dalam melakukan moderasi konten yang berpotensi menimbulkan perpecahan.


Di akhir pernyataannya, Deri mengajak para pemuda di Sumatera Selatan untuk tidak sekadar hadir dalam wacana, tetapi juga turun langsung menjadi pelaku perubahan—baik di dunia nyata maupun ruang digital.


“Pemuda Sumsel harus menjadi pelopor narasi yang membangun. Tampilkan diri sebagai garda terdepan dalam menciptakan ruang digital yang sehat, inklusif, dan beretika,” pungkasnya. (**)



SUMBARNET - Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pesisir Selatan, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Undang-undang Kepemudaan di Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan,Jumat 3 November 2023


Ketua DPD KNPI PESSEL, Joni Wal Ardin, mengatakan bahwasanya kegiatan ini merupakan salah satu program KNPI PESSEL dalam mensosialisasikan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.


"Kegiatan ini, merupakan program DPD KNPI PESSEL, dalam mensosialisasikan Undang-undang Kepemudaan Nomor 40 Tahun 2009," ucap Ketua KNPI PESSEL yang akrab disapa JWA.


Lebih lanjut JWA mengatakan kegiatan ini kita laksanakan dengan target pemuda nagari yang ada di Kecamatan. Undang-undang Kepemudaan ini, tidak hanya untuk organisasi kepemudaan yang berada di tingkat Kabupaten saja.


"Undang-undang Kepemudaan ini, tidak hanya dipatuhi oleh Organisasi Kepemudaan tingkat Kabupaten saja, tapi seluruh lini organisasi kepemudaan, baik pemuda Kecamatan maupun pemuda nagari," ujar JWA.


Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, DPD KNPI PESSEL, mengajak Doni Harsiva Yandra, sebagai salah seorang tokoh pemuda yang pernah ikut serta dalam pembahasan Undang -undang Kepemudaan, pada waktu perancangan dulunya.


"Kakanda Doni Harsiva Yandra, merupakan salah seorang tokoh muda pesisir selatan yang malang melintang di tingkat Nasional. Saya masih ingat, bahwasanya beliau, salah satu tokoh pemuda, yang pernah ikut dalam pembahasan Undang-undang Kepemudaan ini,"ungkap JWA.


Terakhir, JWA berharap seluruh organisasi kepemudaan yang ada, baik tingkat Kabupaten, Kecamatan maupun tingkat Kenagarian, bisa tertib terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku. 


"Memang tidak mudah  untuk kita semua, berobah secara statis, namun kita bisa jika kita mau bersama-sama untuk berobah. Organisasi Kepemudaan yang ada di tingkat Kabupaten, Kecamatan maupun Nagari, bisa mengikuti Undang-undang Kepemudaan tersebut", tutup JWA.(Re)



SUMBARNET - Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pesisir Selatan, melaksanakan kegiatan Peningkatan Wawasan Kepemudaan Berbasis Digital di Kambang, Kecamatan Lengayang, Rabu 12 September 2023.


Ketua DPD KNPI PESSEL, Joni Wal Ardin, mengatakan bahwasanya kegiatan ini merupakan salah satu program KNPI PESSEL dalam bidang peningkatan kapasitas kepemudaan.


"Kegiatan ini, merupakan program DPD KNPI PESSEL dalam bidang  peningkatan kapasitas pemuda PESSEL dibidang Digitalisasi," ucap Ketua KNPI PESSEL yang akrab disapa JWA.


Lebih lanjut JWA mengatakan kegiatan ini sengaja kita adakan agar pemuda yang ada di PESSEL, melek dengan market digitalisasi.


"Pemuda PESSEL harus melek terhadap market digitalisasi, bukan hanya konsumen lagi, tapi sudah pemegang pasar," ujar JWA.


Dalam kegiatan ini, DPD KNPI PESSEL, mengajak Haridman sebagai salah satu penggiat digitalisasi yang ada di PESSEL.


"Kakanda Haridman, merupakan salah satu penggiat digitalisasi sukses yang ada di PESSEL, buktinya aja, beliau bisa mengenalkan Konservasi Penyu Amping Parak sampai ke ranah Internasional," ungkap JWA.


Terakhir JWA mengatakan, kita harus berbangga dengan adanya kakanda Haridman, karena dengan adanya beliau PESSEL tidak hanya dikenal dalam lingkungan SUMBAR saja, tapi sampai kemancanegara.


"Saya fikir beliaulah satu-satunya warga PESSEL yang sukses menggadangkan nama Nagari dan Kabupaten PESSEL, dengan prestasi", tutup JWA.


Kegiatan ini, diikuti oleh pemuda yang aktif dalam giat dunia digital, sebanyak 30 orang dan juga disertai oleh pengurus yang ada.(Re)



SUMBARNET.COM - Pengurus DPD KNPI Kota Padang sudah berhasil menyempurnakan kepengurusan PK KNPI Kecamatan se-Kota Padang dan telah dilakukan pelantikannya oleh Ketua DPD KNPI Kota Padang Megri Firmando. Pelantikan dilakukan di rumah dinas Palanta Walikota Padang pada Rabu 15/6/2022 dan dihadiri oleh Walikota Padang Hendri Septa  didampingi oleh MPI KNPI Kota Padang Irwan Basir Dt. Rajo Alam, SH.MM.


Walikota Padang Hendri Septa dalam sambutannya menyampaikan KNPI adalah tempat berhimpunnya para pemuda bangsa dari berbagai Organisasi Kepemudaan atau OKP.  Pemuda sebagai generasi penerus perjuangan bangsa hendaknya bisa menghasilkan karya-karya yang inovatif yang bermanfaat untuk bangsa.


" Para pemimpin kita dahulunya bisa berkreatif semasa mudanya. Mereka sukses menjadi pemimpin pada usia muda. Untuk itu kepada pengurus KNPI Kecamatan yang baru dilantik dapat pula menghasilkan karya-karya terbaiknya untuk Kota Padang ini," ucap Hendri Septa.


Walikota juga mengharapkan agar Pengurus KNPI Kecamatan  dapat bekerjasama dan bersinergi nanti dengan Camatnya. Pemerintah Kota Padang akan selalu mendukung Pengurus KNPI yang mau bekerja dan punya program yang jelas untuk memajukan organisasi KNPI. Wako melihat Pengurus KNPI Kota Padang dengan ketuanya Megri Firmando telah bekerja dengan baik dalam kepemimpinannya. 


Sementara itu Majelis Pertimbangan Pemuda Indonesia KNPI Kota Padang, Irwan Basir Dt  Rajo Alam dalam sambutannya juga berharap KNPI tetap berjalan di relnya sebagai organisasi Independen tanpa ditompangi oleh kepentingan politik tertentu.


Sebagai Organisasi tempat berhimpunnya berbagai OKP dan mempunyai lambang yang berbeda-beda, namun sewaktu telah bergabung dalam KNPI harus meninggalkan segala embel-embel atau lambang yang dimiliki karena di KNPI hanya ada satu lambang yaitu lambang KNPI.


" Organisasi KNPI itu adalah organisasi Independen. Di dalamnya bergabung para pemuda yang berasal dari berbagai macam OKP yang ada. Namun, sewaktu telah terhimpun dalam satu wadah KNPI, segala embel-embel harus dihilangkan dan ditinggalkan dan hanya ada satu lambang yaitu  KNPI," ungkap Irwan Basir.


Irwan Basir juga menyampaikan agar dalam tubuh KNPI jangan ada perpecahan. Itu akan memberikan imej yang tidak baik bagi generasi selanjutnya. Pengurus KNPI sekarang harus menjadi contoh tauladan yang baik bagi generasi sesudahnya.


" Pengurus KNPI harus selalu kompak dan jangan sampai terpecah-belah. Jika di tubuh pengurus KNPI ada perpecahan itu akan meninggalkan imej yang tidak baik untuk generasi selanjutnya. Jadi saya berharap pengurus KNPI ini fokus bekerja untuk membesarkan organisasi dan membantu program pemerintah Kota," ujar Irwan Basir lagi.


Irwan Basir juga  mengapresiasi kepengurusan KNPI Kota Padang pimpinan Megri Firmando. Dengan berhasil menyempurnakan kepengurusan KNPI di sebelas Kecamatan se-Kota Padang membuktikan KNPI Kota Padang telah bekerja sesuai dengan tugasnya. 


" Kita sangat mengapresiasi hasil kerja dari pengurus KNPI Pimpinan Megri yang telah berhasil menyempurnakan kepengurusan PK KNPI di sebelas Kecamatan. Ini membuktikan kalau kepengurusan Megri Firmando telah berbuat dan bekerja dalam masa kepengurusannya. Dan ini patut kita berikan apresiasi," ujar Irwan Basir.


Ketua DPD KNPI Kota Padang Megri Firmando menyampaikan selama dalam kepemimpinannya, KNPI Kota Padang selalu bersinergi dengan Pemerintah Kota. KNPI Kota Padang juga telah berhasil menyempurnakan kepengurusan PK KNPI di seblelas Kecamatan yang ada di Kota Padang periode 2021- 2024.


Megri juga berterima kasih sekali kepada pihak Kecamatan yang turut mensukseskan dan memfasilitasi musyawarah pengurus  KNPI Kecamatan sehingga terbentuk pengurus yang baru yang sekarang dilantik.


Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para senior KNPI dan Majelis Pertimbangan Pemuda Indonesia atau MPI yang selalu memberikan dorongan dan masukan yang sangat bermanfaat bagi pengurus KNPI Kota Padang.


Pada acara pelantikan juga dilakukan penyerahan bendera pataka KNPI Padang oleh Ketua KNPI Kota Padang Megri Firmando kepada Ketua PK. KNPI Kecamatan Kuranji Syahrul Fadli yang mewakili pengurus PK KNPI Kecamatan. (AdF/MS)



SUMBARNET.COM - Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, S.STP, M.Si mendapatkan penghargaan (KNPI Award) sebagai Tokoh Muda Inspiratif dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sumatera Barat pada Senin 8 November 2021 


Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua DPD KNPI Provinsi Sumatera Barat, H. Fadly Amran, BBA bersama Ketua Umum DPP KNPI, Noer Fejriensyah, SE, SH dan diterima Bupati Sijunjung Benny Dwifa pada saat Musdaprov DPD KNPI Sumatera Barat ke - XV di Hotel Truntum (Inna Muara Padang)


Kegiatan yang dihadiri oleh Unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Barat, Ketua MPI Sumbar, Defika Yufiandra, SH, M.Kn, Organisasi Kepemudaan serta Ketua KNPI Kabupaten/Kota se Sumatera Barat dengan tema " Mempertajam kecerdasan,  memperkukuh kemauan, memperhalus perasaan," ini di buka Wakil Gubernur Sumbar Ir. Audy Joinaldy, S.Pt, M.Sc, M.M, IPM, ASEAN.Eng secara virtual.


Selain diterima Bupati Sijunjung, Benny Dwifa, penghargaan Tokoh Muda Inspiratif ini juga diterima Anggota DPR RI Athari Gauthi Ardi. 


Pada kesempatan itu, KNPI Sumbar juga menyerahkan penghargaan kepada Tokoh  Peduli Pemuda diantaranya, Kartanius Sabeleake, S.Pt, (Wakil Bupati Mentawai), Drs.H. Guspardi Gaus, M.Si, (Anggota DPR RI) yang dikesempatan itu diterima oleh putrinya, Nedia Fitri Guspardi, SE.MM (Ketua TP-PKK Kabupaten Sijunjung), Hendri Septa, B.Bus (Acc), MIB (Walikota Padang),  dan Ir.  Audy Joinaldy, S.Pt, M.Sc, M.M, IPM, ASEAN. (Wakil Gubernur Sumatera Barat). (Danus/Andri)



SUMBARNET.COM - Menangapi kisruh yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan  Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pesisir Selatan maka Joni Wal Ardin angkat bicara, dalam suasana yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan menghimbau pemuda agar tidak mudah terprovokasi dan ikut dalam memprovokasi publik.


Hal ini dikatakan Ketua DPD KNPI Pesisir Selatan Joni Wal Ardin saat melihat kondisi yang terjadi beberapa hari ini di Kabupaten Pesisir Selatan.


“Melihat situasi dan kondisi di Pesisir Selatan, generasi muda lewat wadah KNPI harus mampu menjadi terdepan menciptakan situasi yang kondusif. Jangan sampai nantinya, ada pula pihak yang terhimpun di KNPI ikut memprovokasi masyarakat,” ujar Joni Wal Ardin, Sabtu (10/7/2021) kepada wartawan.


Lanjutnya Joni menilai pemuda harus berperan sebagai garda terdepan untuk menciptakan kondisi yang kondusif.


 "Ayo kita bersama jaga kamtibmas, jangan sampai ada pihak lain yang tidak bertanggung jawab ingin menungangi pemuda " ditambahkan pemuda yang akrab disapa JWA ini.


Ditambahkan Pemuda juga harus bijak dalam mengkonsumsi informasi yang ada di tengah-tegah masyarakat serta jangan menginformasikan berita Hoax,ini juga agak memperburuk citra pemuda di tengah Masyarakat.


Terpisah Ketua PWI Pesisir Selatan M joni menyampaikan informasi yang di kosumsi publik hendaknya jangan mudah percaya Hoax yang dapat memprovokasi Masyarakat yang membacanya.


Masyarakat di minta agar membaca dan mendengar dari informasi yang betul propesional,karna sekarang banyak informasi yang berkembang di media sosial yang tidak bisa di pertangung jawabkan.


Senada juga Hal ini disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesisir Selatan M Joni kepada wartawan media ini, Dirinya mengingatkan agar media mampu menjalankan tugas kewartawaannya dengan baik dan profesional dengan memperhatikan Kode Etik Jurnalisitik (KEJ).


“Saya terus mengingatkan kepada media dan wartawan untuk melakukan tugas liputannya dengan baik dan profesional,”jelas M Joni.


kita wajib memperhatikan tingakat akurasi berita dengan tidak terjebak pada berita Hoax atau berita negatif yang mencedarai keutuhan Masyarakat


“Jangan terjebak dan perhatikan dengan seksama agar kita tidak menyebarkan berita Hoax ke masyarakat. Ini tentu sangat berbahaya dan berimlpikasi hukum kepada media dan penanggungjawabnya,” pungkasnya


Untuk itu dirinya menghimbau agar penanggungjawab media dan wartawan dapat memperhatikan dengan seksama penyajianM edia massa baik media cetak, elektonik mapun media Siber berperan aktif dalam mengubah paradigma masyarakat kita, olehnya perlu kehati-hatian dalam memilah berita yang diturunkan agar tidak menjadi polemik ditengah masyarakat


“Mari kita jaga agar jangan ada berita Hoax beredar ,” tutup M joni. (AdF/R)



SUMBARNET.COM - Joni Wal Ardin terpilih menjadi Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pesisir Selatan, periode 2021-2024 secara aklamasi Dalam Musda kali ini, mempunyai total 52 Peserta Penuh, yang terdiri dari OKP 34, DPK 15, 1 Kab. Pessel, 1 Prov. Sumbar, dan 1 MPI.


Pelaksanaan Musda ke XIV DPD KNPI Kabupaten Pesisir Selatan yang dilaksanakan pada Minggu (31/1/2021) di Hannah Hotel Painan ini, hanya diikuti oleh dua kandidat, yakni Adril Maiyanto dan Joni Wal Ardin.


“Musda ini dilakukan, untuk menentukan siapa yang memimpin DPD KNPI Kabupaten Pesisir Selatan pada periode 2021-2025,” ujar Ketua DPD KNPI Pessel, Ronald Bernando.


Lebih lanjut, Ronald menyampaikan ucapan terima kasih kepada Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) yang datang, beserta tamu undangan yang hadir dalam kegiatan Musda DPD KNPI Kabupaten Pesisir Selatan.


Ketua KNPI Provinsi Sumatera Barat, dalam hal ini di wakili oleh Sekretaris, Marta Suhendra menyampaikan, ucapan selamat musda dan semoga terpilih ketua DPD KNPI Kabupaten Pesisir Selatan pemuda yang terbaik untuk melanjutkan estafet kepemimpinan bung Ronal Bernando.


Selanjutnya Marta menyampaikan, segala aturan musda yang dilaksanakan. Dengan mengacu kepada AD/RT dan PO KNPI.


Diakhir sambutan Marta menyampaikan, bahwasanya, syarat utama untuk calon Ketua KNPI harus sesuai dengan undang-undang kepemudaan. Diantaranya maksimal berumur 30 tahun.


Dua bakal calon yang akan maju. Namun, Adril Maiyanto tidak bisa untuk melanjutkan pencalonan, dikarenakan tidak memenuhi syarat percalonan, yaitu kurangnya rekomendasi dari OKP dan KNPI Kecamatan.


Joni Wal Ardin terpilih sebagai Ketua KNPI Kabupaten Pesisir Selatan secara aklamasi, setelah pleno penetapan Musda KNPI Pesisir Selatan.


Joni Wal Ardin mengaku berterima kasih, atas kepercayaan dan amanat yang diberikan. Dia akan berupaya menjalankan organisasi dengan merangkul seluruh elemen kepemudaan di Kabupaten Pesisir Selatan.


“Saya akan membangun soliditas dan melakukan penguatan organisasi, termasuk bersinergi dengan pemerintah. Prinsipnya pemuda Pesisir Selatan harus tertib, berkarakter, terampil, inovatif, dan berdaya guna untuk lingkungan masyarakat,” kata joni seusai pemilihan. (R)

 


SUMBARNET.COM - Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Kabupaten Pesisir Selatan periode 2019 -2020 Ronal Bernando mengakhiri jabatannya sebagai Ketua, ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke XIV, Minggu (31/1) pukul 10.00 Wib, di Hannah Hotel Syariah


Musda ke XIV masih dalam aturan Protokol Kesehatan ( Prokes) pagi itu dihadiri 33 Organisasi Kemasyarakat dan Pemuda Kabupaten Pesisir Selatan, serta 7 undangan dan peninjau. Juga dihadiri Penggurus DPD KNPI Sumbar, dan senior DPD KNPI Pessel.


Pada Media Ketua DPD KNPI Kabupaten Pessel periode 2016 -2019 Ronal Bernando menyampaikan ucapan terima kasih pada semua penggurus DPD KNPI Pessel selama ini bersama - bersama ikut membesarkan KNPI Pessel. 


Dikatakan Ronal, sebagai organisasi underbow pemerintah tentu KNPI khususnya DPD KNPI Pessel untuk selalu mengutamakan komunikasi yang intens baik forkopimda,OKP dan masyarakat. 


" Kita tumpangkan dan harapan DPD KNPI Pessel harus bisa ayomi OKP, siapapun Ketua yang terpilih nanti," tegas Ronal.


Secara pribadi dan mantan ketua DPD KNPI Pessel, Ronal ucapkan atas pelaksanaan Musda, siapa terpilih harus bisa arif dalam berKNPI, dan tidak memandang OKP yang beragama warna. Dan, harus bisa melaksanakan tugas dengan baik untuk menjadikan KNPI sebagai tonggak kepemudan dan menjadi kontrol sosial di masyarakat dan kepemudaan.


Amanah yang percayakan nantinya benar - benar harus dilaksanakan sesuai harapan bersama seluruh penggurus DPD KNPI, dan OKP di Pessel. Dengan Sumber Daya ada di KNPI harus bisa dioptimalkan sebaik - baiknya untuk membangun DPD KNPI Pessel yang profesional, modern. Sesuai perkembangan zaman saat ini.


" Selain itu, Pemuda KNPI Pessel harus energik, gigih dan ulet. Tidak memandang OKP yang beragam warna," harap mantan ketua DPD KNPI Pessel itu.


Intinya selamat bermusda dan nanti siapa yang terpilih harus bisa arif dalam berKNPI. 


Setelah melalui proses dinamika dalam Musda DPD KNPI Pessel ke XIV, nama Joni Wal Ardin pimpin DPD KNPI Pessel periode 2021 - 2024. (gl)


Kaesang didukung oleh Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) untuk maju di pilpres 2024, karena DPP KNPI menilai Kaesang memiliki karakter yang tak jauh beda dengan ayahnya yang dikenal pekerja ulet dan visioner.

Tidak hanya itu, Kaesang yang usianya masih dikatakan muda ini juga memiliki jiwa enterprenship kewirausahaan yang dipercaya bisa membantu membuka lapangan kerja baru bagi rakyat indonesia sehingga nawa cita yang di canangkan Presiden Jokowi dapat terus berlanjut. Terang Dayat Ketua DPP KNPI Di Temui di Sekret DPP KNPI Kuningan Jakarta Selatan, 06/02/2020

KNPI menilai, saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin milenial yang berintegritas tinggi seperti Kaesang.

Terkait pengalaman Kaesang dibidang politik dan ketatanegaraan yang masih minim, Dayat mengatakan hal itu masih bisa di bentuk dan diajarkan, pasalnya menjelang tahun 2024 masih ada kurun waktu 4 tahun lagi yang dapat dipergunakan buat mengajarkan kaesang akan hal itu semua.

“Dia memiliki karakter yang sama dengan orang tuanya yakni presiden jokowi,” ujar seorang fungsionaris DPP KNPI Terang Dayat

KNPI memiliki keyakinan, jika maju di pilpres 2024 besar kemungkinan kaesang akan mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia dan bisa membawa perubahan Tutup Dayat.(*)

Padang(Sumbar).SNet- Hari ini Kamis 20 Desember 2018 Feri Yanto Irawan resmi mengambil formulir Bakal Calon Ketua DPD KNPI Kota Padang periode 2019 - 2022 di sekretariat KNPI Kota Padang jalan Jenderal Sudirman No 1A Padang Timur.

"Jika saya diberi amanah menjadi Ketua KNPI Kota Padang nanti, maka saya akan menjalankan program kerja yang lebih kreatif untuk mengembangkan KNPI Kota Padang agar lebih maju lagi," kata Feri.

Pemuda kelahiran Padang 10 Juni 1990 yang akrab dipanggil Feri Kucaik ini mengaku maju membawa misi menjadikan pemuda Kota Padang yang lebih kreatif, inovatif, berkwalitas dan berbudaya.

Sedangkan visinya untuk pemimpin KNPI Kota Padang yakni, mewujudkan kreativitas pemuda dalam bidang seni, olahraga dan pariwisata serta menciptakan pemuda yang produktif.

Feri menyebut, "akan membangun sinergitas yang lebih baik lagi dengan Pemerintah, Muspida, Lembaga Adat, Keagamaan dan Ormas. Juga memperkuat jaringan kepemudaan serta menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai budaya".

Mengenai program kerja yang akan rutin dilaksanakan oleh Feri nantinya yaitu melakukan dialog dan diskusi serta kampanye bentuk iklan layanan masyarakat.

"Saya akan membuat program kreativitas dan mandiri seperti mengadakan festival, kompetisi, workshop dan pelatihan serta entrepreneur," ujar Wakil Ketua KNPI Kecamatan Lubuk Kilangan ini.


# SNet - AdF