Tampilkan postingan dengan label Pesel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesel. Tampilkan semua postingan

 


Pesisir Selatan— Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pesisir Selatan AKBP Ricky Ricardo, S.IK., MH., menerima kunjungan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesisir Selatan periode 2026–2029 di Aula Mapolres Pesisir Selatan, Kamis (10/9/2026).


Kunjungan tersebut dalam rangka audiensi sekaligus silaturahmi antara jajaran Polres Pesisir Selatan dengan kepengurusan baru PWI Pessel yang dipimpin Ketua PWI Pessel, H. Robby Oktora Romanza.


Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas pentingnya membangun komunikasi dan sinergi yang baik antara institusi kepolisian dan insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.


Ketua PWI Pesisir Selatan H. Robby Oktora Romanza menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari langkah awal kepengurusan PWI periode 2026–2029 untuk memperkuat hubungan kelembagaan dengan berbagai institusi, termasuk Polres Pesisir Selatan.


Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang akurat, berimbang dan mencerdaskan masyarakat. Karena itu, komunikasi yang baik antara wartawan dengan aparat penegak hukum dinilai sangat diperlukan.


“PWI Pessel siap membangun sinergi dan komunikasi yang sehat dengan Polres Pesisir Selatan. Kami berharap hubungan ini dapat terus terjalin dengan baik, khususnya dalam mendukung keterbukaan informasi kepada masyarakat,” ujar Robby.


Sementara itu, Kapolres Pesisir Selatan AKBP Ricky Ricardo menyambut baik audiensi dan silaturahmi tersebut. Ia berharap hubungan antara Polres Pessel dan PWI dapat terus berjalan secara profesional serta dilandasi komunikasi yang terbuka.


Kapolres juga menekankan pentingnya peran media dalam membantu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif melalui pemberitaan yang faktual dan dapat dipertanggungjawabkan.


Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Polres Pesisir Selatan dan PWI Pessel untuk memperkuat kolaborasi dalam memberikan informasi kepada publik, sekaligus menjaga hubungan kemitraan antara kepolisian dan insan pers sesuai tugas dan fungsi masing-masing.


Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, diharapkan berbagai informasi terkait keamanan, pelayanan masyarakat dan penegakan hukum di Kabupaten Pesisir Selatan dapat tersampaikan secara cepat, akurat dan berimbang kepada masyarakat.(***)

 


SUMBARNET - Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesisir Selatan mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, yang diperingati pada 17 Agustus 2026.


Ketua PWI Kabupaten Pesisir Selatan Robby Oktora Romanza, didampingi Sekretaris Rega Desfinal, ST, menyampaikan bahwa momentum Hari Kemerdekaan hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat kebersamaan, serta mengisi kemerdekaan dengan karya dan pengabdian yang positif.


“Di usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 ini, mari kita terus menjaga persatuan dan kesatuan, memperkuat rasa kebersamaan serta bersama-sama berkontribusi dalam membangun daerah dan bangsa,” ujar Robby Oktora Romanza.


Menurutnya, insan pers juga memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan melalui pemberitaan yang profesional, berimbang, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.


Sementara itu, Sekretaris PWI Pesisir Selatan Rega Desfinal, ST, mengajak seluruh wartawan, khususnya yang tergabung dalam PWI Pesisir Selatan, untuk terus meningkatkan profesionalisme serta memberikan kontribusi melalui karya jurnalistik yang mencerdaskan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Semangat kemerdekaan harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berkarya, menjaga kekompakan, menjunjung tinggi profesionalisme dan memberikan informasi yang edukatif serta membangun bagi masyarakat,” ungkap Rega.


Keluarga besar PWI Kabupaten Pesisir Selatan berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan semangat gotong royong dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang semakin maju. (**)



PESISIR SELATAN — Kepengurusan Cabang Olahraga (Cabor) Soft Tenis Kabupaten Pesisir Selatan memasuki babak baru. Kepengurusan cabor tersebut kini dipercayakan kepada Baslianti Ilyas, SE, setelah sebelumnya dipimpin oleh Dison Kurnia Illahi, SH.


Informasi tersebut diperoleh setelah dilakukan konfirmasi kepada Dison Kurnia Illahi melalui WhatsApp. Ia menjelaskan, pergantian kepengurusan Soft Tenis dilakukan seiring dengan amanah baru yang dipercayakan kepadanya sebagai Bendahara KONI Kabupaten Pesisir Selatan periode 2025–2029.


Menurut Dison, penyesuaian kepengurusan ini dilakukan agar pembinaan dan aktivitas organisasi Soft Tenis di Kabupaten Pesisir Selatan tetap berjalan secara optimal. Estafet kepengurusan selanjutnya dipercayakan kepada Baslianti Ilyas, SE, yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Fraksi PAN.


Dison menegaskan, peralihan kepengurusan tersebut bukan berarti dirinya meninggalkan dunia olahraga. Justru, amanah sebagai Bendahara KONI menjadi bagian lain dari upaya untuk terus berkontribusi terhadap kemajuan olahraga di Kabupaten Pesisir Selatan.


“Pergantian ini bukan berarti saya berhenti dari dunia olahraga. Saat ini saya mendapat amanah sebagai Bendahara KONI Kabupaten Pesisir Selatan periode 2025–2029. Saya berharap kepengurusan Soft Tenis yang baru dapat melanjutkan pembinaan dengan baik dan terus membawa prestasi bagi Pesisir Selatan,” ujar Dison saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.


Dengan hadirnya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Baslianti Ilyas, diharapkan pembinaan Cabor Soft Tenis Pesisir Selatan semakin terarah, solid dan profesional, serta mampu mencetak atlet-atlet yang dapat mengharumkan nama daerah.


Pergantian ini sekaligus menjadi bagian dari estafet pengabdian dalam memajukan olahraga di Pesisir Selatan. Dengan kepengurusan baru tersebut, PESTI Pessel menyatakan kesiapan untuk menghadapi PORPROV 2026 dan terus meningkatkan pembinaan atlet guna meraih prestasi terbaik bagi Kabupaten Pesisir Selatan. (**)



Pesel - Dari lapangan tanah di Batang Kapas hingga panggung nasional di Jakarta, kini namanya melambung.Dia adalah Aizan Viko Ramadhan, salah satu siswa berbakat dari SMP Negeri 2 Batang Kapas,Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang berhasil menorehkan prestasi gemilang beberapa waktu lalu.


Aizan bukanlah nama baru di dunia sepak bola usia dini Pessel.Sejak duduk di bangku SD, kecintaannya pada si kulit bundar sudah terlihat,latihan sore di lapangan kampung, hujan atau panas tidak menjadi halangan.


Bagi Aizan,sepak bola adalah mimpi.Mimpi untuk terus berkembang, terus belajar, dan suatu hari bisa membela nama Indonesia di level yang lebih tinggi lagi.


Berkat kerja keras,disiplin,dan bakat luar biasa itu, Aizan akhirnya membuahkan hasil setelah dirinya dinyatakan beberapa waktu lalu ia lulus seleksi ketat pada ajang bergengsi Piala Soeratin kategori usia 14 hingga 15 tahun yang digelar di Jakarta.


Piala Soeratin bukan sekadar turnamen biasa,ini adalah barometer pembinaan usia dini sepak bola Indonesia,tempat lahirnya banyak bintang masa depan.Lolos ke sana berarti Aizan sudah disejajarkan dengan pemain-pemain terbaik se-Indonesia di kelompok usianya.


Dan kabar baiknya belum berhenti di situ.Langkah Aizan akan terbang lebih jauh lagi,dalam waktu dekat ia dijadwalkan akan berangkat ke Malaysia untuk mengikuti Piala Kemerdekaan Malaysia bersama tim SSB Camico Putra Betawi.Ini adalah kesempatan emas kedua baginya untuk menguji kemampuan di kancah internasional, membawa nama baik sekolah, daerah, dan tentunya Indonesia.


Berdasarkan rundown kegiatan yang diterima, Aizan bersama tim SSB Camico Putra Betawi akan bertolak ke Malaysia pada 28 Agustus 2026 dari Bandara Soekarno-Hatta. 


Rangkaian persiapan sudah dimulai sejak Juli, mulai dari pengumpulan paspor, pembelian tiket,hingga pemusatan latihan di Lapangan Sudimara.Puncaknya,tim akan bertanding di Malaysia pada 29 Agustus - 31 Agustus 2026, dan dilanjutkan city tour sebelum kembali ke Indonesia pada 1 September 2026.


Di Malaysia, Aizan dan kawan-kawan akan mengikuti Piala Kemerdekaan Malaysia, sebuah turnamen internasional yang mempertemukan SSB-SSB terbaik dari berbagai negara.Ini menjadi pengalaman pertama Aizan bertanding di luar negeri dan membawa nama Indonesia.


Bersatu, Berjuang, Berprestasi Untuk Merah Putih.Moto itulah yang menjadi semangat Aizan dan tim.Bagi Aizan, ini bukan hanya soal bertanding,menang atau kalah.Ini tentang belajar,mengharumkan nama Merah Putih di luar negeri,mengharumkan nama daerah, dan membuktikan bahwa anak dari Pesisir Selatan juga mampu bersaing di kancah internasional.


Bagi masyarakat Batang Kapas dan Pesisir Selatan, kabar ini bukan hanya prestasi pribadi. Ini adalah bukti bahwa anak daerah, dengan segala keterbatasan sarana dan fasilitas, tetap bisa bersaing dan menang jika punya tekad, disiplin, dan dukungan.


Di sekolah, Aizan dikenal sebagai siswa yang rendah hati, disiplin, dan rajin.Di lapangan, ia dikenal sebagai pemain pekerja keras yang tidak kenal lelah.Kombinasi antara otak dan otot itulah yang mengantarkannya sejauh ini.


Kepala Sekolah, guru, pelatih, orang tua, dan seluruh masyarakat SMPN 2 Batang Kapas tentu bangga.Dukungan moril dan doa terus mengalir agar Aizan dapat tampil maksimal, menjaga kesehatan, dan pulang membawa prestasi.


Kepala SMPN 2 Batang Kapas berharap prestasi Aizan bisa menjadi inspirasi bagi siswa lain.Kami sangat bangga,semoga Aizan bisa menjaga nama baik sekolah dan daerah. Jaga kesehatan, jaga disiplin, dan bermain dengan sportif di Malaysia,"harapnya.


Aizan Viko Ramadhan adalah bukti nyata bahwa mimpi tidak mengenal batas wilayah. Dari Pesisir Selatan untuk Indonesia, dan kini bersiap terbang ke Malaysia.


Mari kita doakan dan dukung bersama. Semoga langkah Aizan menjadi inspirasi bagi ribuan pelajar lain di Pesisir Selatan bahwa,asal mau berusaha,tidak ada yang mustahil.


Perjalanan dari Batang Kapas ke Jakarta, dan sebentar lagi ke Malaysia, adalah bukti bahwa dengan kerja keras tidak ada yang mustahil. 


Selamat berjuang Aizan,seluruh masyarakat Pesisir Selatan mendoakan langkahmu. Bawa pulang kebanggaan, nak,"pungkas Kepsek SMPN 2 Batang Kapas. (**)

 


Pesel - Dicatut nama Kepala Kejaksaan Negeti Pesisir Selatan ( Kajari) oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memintak uang melalui melalui telepon maupun WhatsApp, Kepala Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan angkat bicara.


Modus mengatasnamakan Kejari Pessel dan pegawai Kejari Pessel yang bisa menyelesaikan perkara, dengan menggunakan foto profil Kejari Pessel, dengan menakuti - nakuti korban dengan memintak uang pada korban.


Menindak lanjuti nama Kejari Pessel dicatut, Kepala Kejari Pessel Mohd Radyan, S.H.M.H, melalui Kasi Intilijen Kajari Pessel Dede Mauladi, S.H.,M.H menyampaikan himbuan pada masyarakat dan istansi terkait agar tidak muda percaya oknum mengatasnamakan Kajari Pessel.


Disampaikan, Dede, pencatutan nama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meminta uang adalah modus penipuan. Jangan pernah percaya atau menanggapi permintaan tersebut.


" Kejaksaan tidak pernah meminta dana melalui telepon maupun WhatsApp. Selalu lakukan verifikasi langsung ke kantor kejaksaan setempat," tegas Kasi Intiljen Kejari Pessel, Rabu (1/7/2026).


Ia menyampaikan, modus penipuan ini biasanya melibatkan taktik berikut, menggunakan nomor palsu dengan memakai nomor tidak dikenal dan menggunakan foto profil Kajari.


Ancaman atau iming - iming , pelaku menakuti - nakuti korban seolah - olah sedang menangani sebuah kasus, lalu memintak transfer sejumlah uang, dan pelaku menggunakan akun palsu facebooek atau instagram," terang nya.


" Jika ada oknum yang mengatasnamakan Kajari Pessel memintak uang, silahkan melapor dan datang langsung ke Kantor Kajari Pessel, agar mendapatkan kejelasan, " tutur Dede.


Lebih lanjut Dede, setiap proses penanganan perkara yang sedang ditangani oleh Kejari Pesisir Selatan akan disampaikan secara terbuka, baik melalui media massa maupun akun resmi Kejari Pessel.


Dede kembali menegaskan jangan percaya pada oknum - oknum mengatasnamakan Kajari Pessel dengan iming - iming apapun, karena hal tersebut dipastikan tidak akan dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan. (Ori)

 


SUMBARNET - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel ) secara resmi melepas keberangkatan kontingen atlet Shorinji Kempo Kabupaten Pesisir Selatan yang akan berlaga di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Kota Sawahlunto. Pelepasan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KONI Pessel, M. Adli, bertempat di Painan,Senin malam (22/6/2006).



Turut hadir dalam acara pelepasan tersebut Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Ronald Bernando, S.IP.,M.M., serta jajaran pengurus Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Pengcab Pesisir Selatan.


Dalam sambutannya, Ketua KONI Pessel, M. Adli, memberikan suntikan semangat kepada seluruh kenshi (atlet kempo).Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Pessel dalam Kejurnas ini bukan hanya sekadar untuk berpartisipasi, melainkan untuk membawa pulang prestasi membanggakan dan mengharumkan nama Pessel di kancah nasional.



"Kalian adalah duta-duta olahraga terbaik Kabupaten Pessel.Tanamkan mental juara dan pantang menyerah di dalam diri kalian. Jaga nama baik daerah, junjung tinggi sportivitas selama bertanding di kota wisata tambang tersebut dan buktikan bahwa pembinaan olahraga di Pessel mampu bersaing di level tertinggi," tegas Ketua KONI dalam amanatnya.




Senada dengan hal tersebut, Kepala Disparpora Pessel, Ronald Bernando, menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap kiprah para atlet.Menurutnya, Pemerintah Daerah Pesisir Selatan terus berkomitmen dalam mendukung pembinaan atlet-atlet berprestasi melalui kolaborasi lintas sektoral bersama KONI.



"Ia berharap Kejurnas di Sawahlunto ini bisa menjadi batu loncatan yang sangat baik sebelum menghadapi ajang multi-event lainnya seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang sudah di depan mata.



"Pemerintah daerah terus berkomitmen mendukung pembinaan olahraga, termasuk kempo. Ajang ini adalah pembuktian dari hasil latihan keras selama ini. Semoga pulang ke Pessel dengan membawa medali emas dan mengharumkan nama Bumi Negeri Sejuta Pesona," ungkap Ronald.



Sementara itu, Ketua Pengcab Kempo Pessel,Rega Desfinal,menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan atlet secara maksimal. Para kenshi yang diberangkatkan merupakan atlet-atlet pilihan yang telah melalui proses seleksi ketat dan pemusatan latihan daerah (TC). Pihaknya optimis bisa bersaing ketat dengan perwakilan atlet kempo dari berbagai daerah lainnya di Indonesia.



Para kenshi (atlet kempo) ini akan turun di berbagai nomor pertandingan, baik kategori randori (tarung) maupun embu (seni gerak), dan siap bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai penjuru Tanah Air,"ujar Rega.



Seluruh kontingen atlet, pelatih, dan ofisial Kempo Pessel memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Pesisir Selatan agar diberikan kelancaran, kesehatan, dan hasil yang membanggakan selama pelaksanaan pertandingan di Kota Sawahlunto,"pungkas Rega. (*)



Pesisir Selatan - Pengembangan Pelabuhan Panasahan terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan kini memprioritaskan peningkatan fasilitas dan infrastruktur guna mendukung optimalisasi fungsi pelabuhan tersebut.


Proyek pembangunan ini merupakan bagian dari program strategis nasional dengan skema multi years contract (MYC), yang dirancang untuk menghadirkan pelabuhan modern dan kompetitif di kawasan pesisir selatan Sumatera Barat.


Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, sebelumnya menyampaikan bahwa pelabuhan ini memiliki peran penting sebagai simpul transportasi laut di wilayah selatan provinsi.


Ia menilai keberadaan pelabuhan akan membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.


Dengan infrastruktur yang semakin memadai, distribusi barang dan jasa diharapkan menjadi lebih lancar dan efisien. Hal ini berpotensi menekan biaya logistik serta meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat setempat.


“Pelabuhan ini tidak hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi juga membuka akses konektivitas hingga ke tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.


Sementara itu, Wali Nagari Painan Selatan, Rovel Yudhiatman, menilai pengembangan pelabuhan menjadi langkah strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.


Ia melihat progres pembangunan yang terus berjalan sebagai indikasi kesiapan pelabuhan dalam menjalankan peran yang lebih besar.


Ke depan, Pelabuhan Panasahan juga diproyeksikan menjadi pelabuhan penyangga bagi Pelabuhan Teluk Bayur, yang selama ini menjadi pelabuhan utama di Sumatera Barat.


Dengan berbagai potensi yang dimiliki, pelabuhan ini diharapkan mampu tumbuh sebagai pusat ekonomi baru sekaligus memperkuat sektor maritim di Kabupaten Pesisir Selatan. (**)



SUMBARNET - Beredar surat peryataan dukungan Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Kabupaten Pesisir Selatan, yang bersama - sama Pemuda Peduli Negeri Indonesia (PPRI) Sumatera Barat dan Lawyer di kalangan wartawan. Yang ditujukan ke DPRD Pesisir Selatan untuk mensikapi terjadi di ornamen klenteng di Pulau Cubadak, Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan.


Hal  itu menjadi polemik di internal PWI Kabupaten Pesisir Selatan. Bahkan, PWI Sumatera Barat. Dan pembicaraan di dalam group Whatshap PWI Pessel.


Dalam isi surat tersebut menjelasan PPNI Sumbar pada hari ini Selasa, 28 April 2026 mengikutsertakan aliansi masyarakat peduli nagari, lawyer, dan persatuan wartawan Indonesia Kabupaten Pesisir Selatan telah melayangkan surat audiensi dengan DPRD Pesisir Selatan.


Mendesak DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Mengambil Sikap Atas Kejahatan Extraordinarycrime Tentang Perizinan Rumah Ibadah Kelenteng di Pulau Cubadak.

Dan, meminta DPRD Pessel untuk bisa menjadwalkan audensi tersebut.


Atas hal itu Rega Desfinal Kepala Bidang Informasi dan Pendidikan PWI Kabupaten Pesisir Selatan menolak keras apa atas surat yang beredar tersebut.


Ditegaskan Rega, terkait nama PWI Kabupaten Pesisir Selatan di catut dalam surat audensi tersebut belum ada pihak bersangkutan menyampaikan maksud dan tujuan pada penggurus PWI Pesisir Selatan.  Dan, secara keanggotaan PWI Kabupaten Pesisir Selatan menolak hal tersebut.


" Jika pun ingin ikut dalam audensi silahkan kita tidak melarang ataupun menginterpensi, silahkan bawah nama pribadi wartawan, dan jangan mengantasnamakan organisasi PWI Kabupaten Pesisir Selatan," terang Rega, di Painan, Rabu (29/4/2026).


Ia mengatakan,  kondisi ini telah dibahas bersama seluruh penggurus PWI Kabupaten Pesisir Selatan melalui group Whatshapp, termasuk dengan yang bersangkutan yang mengatasnamakan PWI Kabupaten Pesisir Selatan. Serta,  telah dilaporkan ke penggurus PWI Suamatera Barat. 


Rega menyebutkan, audensi, hearing ataupun orasi menyampaikan pendapat secara hukum di benarkan, dan diatur dalam konstitusi. Dan, semua itu perlu di hormati, baik dilakukan secara pribadi maupun organisasi.


" Kita tidak menyalakan siapa - siapa. Namun, kenapa keputusan tersebut dilakukan secara sepihak tanpa koordinasi dan komunikasi dengan penggurus yang lain. Saya sangat menyayangkan hal itu, "  ucap nya.


Lebih lanjut Rega menyampaikan pada pihak terkait yang ingin melibatkan PWI Kabupaten Pesisir Selatan dalam kegiatan, silakan melayangkan surat resmi pada PWI Kabupaten Pesisir Selatan, jika hal itu ditujukan ke pribadi wartawan bersangkutan.


Sekali lagi, atas surat beredar mengatasnamakan PWI Kabupaten Pesisir Selatan, PWI Kabupaten Pesisir Selatan menolak tegas.  ( Rio)


Teks foto : Rega Desfinal, Tolak Catut Nama PWI Pessel Dalam Audensi dengan DPRD Pessel.



SUMBARNET - Pengadilan Negeri Painan pada Senin, 27 April 2026 pukul 16.00 WIB telah membacakan putusan praperadilan perkara Nomor: 1/Pid.Pra/2026/PN PNN dengan hasil *menolak seluruh permohonan pemohon*.


Sidang praperadilan ini digelar selama 6 hari sejak 20 April 2026. Dalam agenda putusan hari ini, majelis hakim menyatakan bahwa seluruh tindakan hukum yang dilakukan penyidik Unit I Resum Sat Reskrim Polres Pesisir Selatan dalam perkara LP/B/134/X/2025/POLRES PESSEL/POLDA SUMBAR tanggal 6 Oktober 2025 adalah sah.


Adapun permohonan yang ditolak meliputi:  

1. *Penyitaan*  

2. *Penetapan Tersangka*  

3. *Penangkapan*  

4. *Penahanan*  

5. *Penyidikan perkara*


Perkara pokok yang ditangani penyidik merupakan dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap barang, yang terjadi pada Sabtu, 13 September 2025 sekira pukul 10.00 WIB di Pasar Surantih, Nagari Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.


Sidang praperadilan dihadiri oleh Unit I Resum Sat Reskrim Polres Pesisir Selatan bersama Bidang Hukum Polda Sumbar dan Seksi Hukum Polres Pesisir Selatan.


Dengan putusan ini, Polres Pesisir Selatan akan melanjutkan proses penyidikan perkara tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan KUHAP.


Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan AKP MUHAMMAD YOGIE BIANTORO, S.Tr.K., S.I.K menegaskan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan dan berkomitmen menuntaskan perkara demi memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. (*)



SUMBARNET - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana dengan mengerahkan tim terpadu untuk mendistribusikan bantuan logistik ke sejumlah kecamatan terdampak banjir dan longsor, Sabtu (29/11). 


Tim ini dipimpin langsung oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, bersama Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni, Dandim 0311/Pessel Letkol Czi Theodurus, serta jajaran OPD terkait.


Sejak pagi, rombongan bergerak menuju beberapa titik terdampak untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan. Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa penanganan bencana dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi dengan baik antarinstansi.


Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada distribusi bantuan, tetapi juga mengumpulkan data lengkap mengenai kondisi warga di kecamatan dan nagari yang terdampak. Informasi tersebut nantinya akan menjadi dasar laporan resmi ke pemerintah pusat melalui BNPB, Kemenkes, dan Kementerian Sosial.


Hendrajoni menambahkan bahwa dirinya akan memegang kendali langsung dalam setiap langkah penanganan bencana. Seluruh OPD, termasuk wakil bupati dan sekda, telah diinstruksikan untuk turun ke lapangan tanpa pengecualian.


“Penanganan ini tidak bisa setengah-setengah. Saya turun langsung, dan semua jajaran harus bergerak cepat agar kebutuhan warga segera terpenuhi,” tegasnya.


Sementara itu, Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni menyampaikan bahwa bencana kali ini tidak hanya melanda Pesisir Selatan, tetapi juga sejumlah kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat. Namun, perhatian khusus tetap diarahkan ke daerah yang mengalami dampak terparah.


Lisda mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan proposal kebutuhan penanganan bencana ke pemerintah pusat, termasuk ke BNPB dan Kementerian Sosial. Ia berharap percepatan bantuan dapat segera dilakukan untuk mengurangi beban masyarakat.


Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah, forkopimda, dan seluruh OPD di tengah masyarakat adalah bukti nyata bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi situasi darurat ini. “Kita harus bergerak cepat, termasuk mencari akar penyebab banjir dan longsor agar penanganan jangka panjang bisa dilakukan,” ujar Lisda.


Selain menyalurkan bantuan logistik, tim terpadu juga melakukan pemantauan situasi di lapangan untuk memastikan akses transportasi dan layanan dasar tetap tersedia. Koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat disebut terus berjalan intensif.


Pada hari yang sama, bantuan logistik difokuskan ke sejumlah nagari di Kecamatan Batang Kapas yang menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup signifikan. Pemerintah memastikan distribusi dilakukan merata dan tepat sasaran.


Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta seluruh unsur forkopimda, upaya pemulihan diharapkan berjalan lebih cepat dan menyeluruh demi membantu masyarakat bangkit dari kondisi bencana. (**)



Pessel - Kepala Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, Mohd. Radyan, S.H., M.H. memimpin kegiatan pemusnahan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap. Kegiatan pemusnahan barang bukti dilakukan di halaman kantor Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, Selasa (25/11/2025).  Turut hadir dalam kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut, Wakapolres Pesisir Selatan, Hakim Pengadilan Negeri Painan, Kepala Rutan Kelas IIB Painan serta seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan.


Dalam sambutannya Radyan mengucapkan terima kasih atas kehadiran para undangan yang telah hadir dalam kegiatan pemusnahan barang bukti di Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan khususnya kepada Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Barang Bukti yang telah mempersiapkan dan melaksanakan acara pemusnahan barang bukti.


Adapun barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang bukti dari 30 perkara dari berbagai jenis tindak pidana umum diantaranya tindak pidana narkotika, tindak pidana kekerasan seksual, pencurian dan lain-lain.


Lebih lanjut Radyan menyampaikan terdapat 303,99 gram narkotika jenis shabu, 26,33 gram narkotika jenis ganja kering, hanphone, pakaian, senjata tajam dan lain-lain yang semuanya melalui putusan pengadilan dinyatakan untuk dimusnahkan.


Acara pemusnahan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan dalam penegakan hukum khususnya dalam pelaksanaan eksekusi terhadap barang bukti.


“Komitmen kami dalam memastikan barang bukti hasil kejahatan agar tidak disalahgunakan dan tidak kembali beredar”, ucap Radyan.


Pada akhir sambutannya, Radyan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dalam penegakan hukum mulai dari Polisi, Pengadilan dan Rutan serta seluruh masyarakat.


“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan bersinergi dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan dan berkeadilan”, tutup Radyan. (**)



Pesisir Selatan — Kesadaran perempuan terhadap kesehatan reproduksi menjadi perhatian serius Ketua TP PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni. Ia mengajak seluruh perempuan di daerah itu, khususnya yang berusia 30 hingga 69 tahun dan telah menikah, untuk tidak ragu serta tidak takut melakukan pemeriksaan HPV DNA sebagai upaya pencegahan kanker serviks.


Ajakan tersebut disampaikan Lisda di hadapan peserta Sosialisasi Pemeriksaan Kanker Serviks dan Kanker Payudara pada Organisasi Wanita, Selasa (21/10), di Hannah Hotel Painan.


Menurut Lisda, pemeriksaan HPV DNA merupakan langkah maju dalam mendeteksi virus penyebab kanker serviks, yakni Human Papilloma Virus (HPV). Dibandingkan metode lama, pemeriksaan ini jauh lebih sensitif dan akurat.


“Dengan deteksi dini, kita bisa melakukan penanganan sejak awal. Semakin cepat diketahui, semakin besar pula peluang kesembuhan dan harapan hidup bagi perempuan,” ujarnya.


Ia menegaskan, kesehatan perempuan adalah fondasi keluarga dan masyarakat. Karena itu, Lisda berharap agar peserta kegiatan yang berasal dari berbagai organisasi wanita di Pesisir Selatan dapat menjadi pelopor gerakan sadar deteksi dini.


“Kita memiliki jaringan yang kuat melalui organisasi perempuan. Mari manfaatkan kekuatan ini untuk menyebarkan semangat hidup sehat sampai ke tingkat nagari,” tambahnya.


Kegiatan sosialisasi ini juga diikuti oleh Ketua Bhayangkari Polres Pessel beserta anggota, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua Dharma Wanita, serta Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Pesisir Selatan.


Sebagai narasumber, hadir DR. dr. Syamel Muhammad, Sp.OG, yang memaparkan pentingnya pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat untuk mencegah kanker serviks serta kanker payudara.


Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perempuan Pesisir Selatan yang sadar pentingnya deteksi dini dan tidak lagi menganggap pemeriksaan kesehatan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan langkah penuh kasih sayang terhadap diri sendiri dan keluarga. (**)



SUMBARNET - Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan melalui Tim Penuntut Umum yang dipimpin oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Abrinaldy Anwar, S.H., M.H., kembali melaksanakan persidangan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa berinisial “UA”, mantan Wali Nagari Sungai Nyalo IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, yang juga berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).


Agenda persidangan kali ini adalah pemeriksaan saksi dan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Padang pada Kamis, 25 September 2025. Sebelum persidangan dimulai, terdakwa “UA” terlebih dahulu dijemput dari Rumah Tahanan Kelas IIB Anak Air Padang oleh Tim Jaksa Penuntut Umum untuk selanjutnya dibawa ke Pengadilan Negeri Padang.


Sebelumnya, pada Kamis 11 September 2025, Jaksa Penuntut Umum telah membacakan Surat Dakwaan terhadap terdakwa. Dalam dakwaan berbentuk kombinasi tersebut, Penuntut Umum mendakwa “UA” dengan pasal-pasal sebagai berikut:

Kesatu :

Primair : Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang RI. Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Subsidiair : Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang- undang RI. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI  Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Dan Kedua :

Pertama : Pasal 12 huruf e Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang- undang RI. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang RI. Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Atau Kedua : Pasal 12 huruf f Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang- undang RI. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI  Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Persidangan dimulai pukul 15.00 WIB dengan Majelis Hakim yang diketuai oleh Dedi Kuswara, S.H., M.H. Pada kesempatan ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan lima orang saksi, yaitu:

Afrinesti, S.Pd – Sekretaris Nagari Sungai Nyalo

Nurmaizal Hayani – Bendahara Nagari Sungai Nyalo

Indra – Kasi Kesejahteraan & Pelayanan

Hengki Fernandes – Kasi Pemerintahan Nagari Sungai Nyalo

Rumima Hayati – Kaur Perencanaan


Dari kelima saksi tersebut, dua orang saksi yakni Afrinesti dan Nurmaizal Hayani tidak hadir dalam persidangan. Adapun tiga saksi lainnya hadir dan memberikan keterangan di hadapan Majelis Hakim terkait dugaan perbuatan korupsi yang dilakukan terdakwa “UA”.


Sidang berakhir pada pukul 17.30 WIB, setelah itu terdakwa “UA” kembali ditahan di Rumah Tahanan Kelas IIB Anak Air Padang untuk menunggu agenda persidangan selanjutnya.


Melalui jalannya persidangan ini, Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan menegaskan komitmennya dalam penegakan hukum, khususnya pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan. Upaya ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan dalam rangka menjaga keuangan negara, menegakkan supremasi hukum, serta memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi. (**)



SUMBARNET - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Pesisir Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2025, Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Pesisir Selatan, Rega Desfinal, menyampaikan harapan kepada seluruh insan olahraga di daerah itu untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.


Menurut Rega, momentum Musorkab seharusnya dijadikan wadah untuk memperkuat sinergi antar cabang olahraga (cabor) dan bukan justru menjadi ajang kepentingan sepihak yang dapat mencederai dunia olahraga.


“Tugas dan fungsi KONI sudah sangat jelas. Jangan sampai olahraga tercoreng dengan persoalan hukum atau konflik situasional. Mari kita kedepankan musyawarah yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas,” ujar Rega, Sabtu (2/8).


Ia juga mengajak semua pihak yang berkecimpung dalam dunia olahraga untuk fokus pada peningkatan prestasi dan pembinaan atlet secara berkelanjutan.


“Mari bersama-sama membangun olahraga di Pesisir Selatan. Cabor-cabor harus bersatu untuk melahirkan prestasi. Ini penting agar atlet-atlet kita bisa tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah,” tegasnya.


Rega juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat, para atlet kempo Pesisir Selatan akan mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Shorinji Kempo yang akan digelar di GOR Himpunan Bersatu Teguh (HBT), Kota Padang, pada 6–10 Agustus 2025.


“Kami berharap KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga turut memberi perhatian terhadap ajang ini. Cabor Kempo siap menunjukkan prestasi terbaiknya untuk Pesisir Selatan,” pungkasnya.


Musorkab KONI Pesisir Selatan 2025 direncanakan menjadi forum strategis untuk memilih kepengurusan baru KONI masa bakti 2025–2029, sekaligus menyusun program kerja ke depan demi kemajuan olahraga di daerah tersebut.(***)



SUMBARNET - Hendrajoni dan Risnaldi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih turut hadir di Monumen Nasional dalam rangka persiapan pelantikan KDH yang akan digelar pada tanggal 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta.


Kepala Bidang Informasi Publik (IKP) Diskominfo Pesisir Selatan, Indra Pupung Jaya melaporkan bahwa sedari pagi para kepala daerah yang akan dilantik mengikuti gladi kotor di area Monas.


"Tadi Tim Kemendagri sudah mengumpulkan para KDH, termasuk Bapak Hendrajoni dan Bapak Risnaldi, di Kawasan Monumen Nasional untuk mengikuti persiapan pelantikan" tulis Pupung


Para KDH diberi berbagai arahan terkait mekanisme pelantikan, sehingga prosesi tersebut dalam berjalan hikmat dan teratur.


Terlihat para KDH menggunakan seragam olahraga, dan mereka dilatih berbaris menurut pleton masing-masing. 


"Untuk menampung para KDH dan tim PIC panitia menyediakan tenda dengan kapasitas besar" jelas Pupung


Pada Rabu esok akan dilanjutkan kembali gladi bersih dan para KDH akan menggunakan  Pakaian Dinas Upacara  (PDU), kegiatan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan pelantikan yang dilakukan secara lebih detail. (**)

 


SUMBARNET - Program Makan Bergizi Gratis (MBG), adalah salah satu program prioritas Presiden terpilih, Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto, resmi diluncurkan secara serentak di Kabupaten Pesisir Selatan pada hari Senin pagi, 13 Januari 2025. Peluncuran ini ditandai dengan peninjauan Forkopimda ke sekolah SDN 08 Painan Selatan Kec. IV Jurai Kab. Pessel.


Kapolres Pessel AKBP Derry Indra, S.I.K yang mendampingi Forkopimda pada peluncuran dan peninjauan makanan bergizi mengatakan bahwa Kolaborasi semua pihak, termasuk Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Pesisir Selatan sangat penting untuk melaksanakan program ini agar berjalan dengan baik.


AKBP Derry Indra juga menyampaikan dukungan kepolisian dalam menjaga dan mengawasi kebutuhan pangan dalam menyukseskan program makan bergizi ini.


“Kami mendukung penuh program pemerintah, khususnya dalam hal pangan untuk mencukupi kebutuhan gizi yang diperlukan pelajar di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan ini,” ujar Kapolres yang turut didampingi oleh Kasat Intel AKP Dwi Angga Prasetyo, S.I.K, MH, Kasat Samapta AKP Margasiben, Kapolsek IV Jurai AKP Edy Roszal, KBO Sat Binmas IPTU Gustarrahim, SE dan Kanit Regident Sat Lantas IPTU A.W. Siregar, SH dan personel lainnya.


Turut hadir juga Plh, BPOM Sumatera Barat Sdri, Hilda Murnis, Sekda Kab. Pessel Sdr. Mawardi Roska, S.I.p, Asisten I Pemda Kab. Pessel, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Pessel Sdr, Salim Muhaimin beserta pihak pendistribusian makan bergizi gratis dari Yayasan Al Fath Umniah.


Lebih lanjut Kapolres mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan satu cara kita untuk menekan dan mengurangi sekecil apapun stunting, dengan memberikan makanan yang bergizi kepada para pelajar.


Kami juga memastikan makananan tersebut terdistribusikan dengan lancar dengan terus memantau dan memonitoring bahkan mengawal agar program berjalan baik, dimana hari ini makanan bergizi tersebut sebanyak 325 porsi untuk seluruh murid SDN 08 lengkap, maupun yang sedang berjalan serentak hari ini di 3 SDN lainnya, 4 Paud, TK serta 2 SMPN dan 1 SMA berjalan lancar aman.


Dengan menyediakan gizi bagi anak secara baik dan berkala di Kabupaten Pesisir Selatan, maka harapannya tercapainya Indonesia yang lebih maju dan menuju Indonesia emas 2045 dapat terwujud, tutup Kapolres Pessel. (**)



SUMBARNET - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan kembali menerima penghargaan Apresiasi Kehumasan Bawaslu Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia pada Pelaksanaan Pemilihan Serentak 2024. 


Penghargaan kehumasan terbaik tersebut diserahkan oleh Anggota sekaligus Koordinator Divisi Bawaslu Republik Indonesia (RI) Lolly Suhenty kepada Ketua Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan yang diwakili oleh Anggota/Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Nurmaidi bersama staf pengelola kehumasan Riyan Alghi Fermana, pada Selasa (17/12), di Jakarta. 


"Alhamdulillah Humas Bawaslu Pesisir Selatan dinobatkan sebagai Humas terbaik pada pelaksanaan Pemilihan Serentak tahun 2024," ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan Afriki Musmaidi, pada Rabu (18/12), melalui panggilan telepon, di Painan. 


Dikatakan lebih jauh oleh Afriki bahwa Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan menjadi satu-satunya Bawaslu kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat yang memperoleh penghargaan tersebut. 


Sementara itu, Anggota/Kordiv P2H Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, Nurmaidi mengemukakan, penghargaan kehumasan terbaik tingkat nasional ini untuk ketiga kalinya diraih oleh Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan. 


"Penghargaan yang sama juga diraih Pesisir Selatan, pada penyelenggaraan Pemilu tahun 2024," ungkap Nurmaidi selepas menerima penghargaan.


Penghargaan pertama adalah Terbaik II Pengelolaan Hubungan Masyarakat Terbaik dari Bawaslu RI pada tahun 2023 dan kedua adalah Terbaik V Kehumasan Tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia pada Pelaksanaan Pemilu 2024 dari Bawaslu RI (2024). 


Dalam kesempatan itu, baik Nurmaidi, maupun Afriki, menyatakan bahwa penghargaan diperoleh adalah berkat kerja keras seluruh jajaran Bawaslu, bersama Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan hingga Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) serta wartawan dalam mempublikasikan kerja-kerja pengawasan. 


"Atas nama keluarga besar Bawaslu kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, teristimewa kepada insan pers atas kerja samanya selama ini," pungkas Afriki. (Rilis Pers Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan)

 


SUMBARNET - Pelabuhan Penasahan Painan, yang terletak di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kini menjadi sorotan utama dalam sektor logistik dan perdagangan. Pelabuhan ini, yang juga dikenal dengan nama Pelabuhan Carocok Painan, sedang dipertimbangkan sebagai titik strategis untuk pengapalan batu bara, komoditas bernilai tinggi yang berasal dari daerah tersebut. Kehadiran pelabuhan ini semakin menarik perhatian para investor yang melihat potensi besar untuk menjadikannya gerbang utama ekspor batu bara.

Pelabuhan Penasahan Painan terletak di kawasan pesisir yang dekat dengan wilayah penghasil batu bara, menjadikannya lokasi yang sangat strategis. Akses langsung ke laut lepas dan kedalaman perairan yang cukup memungkinkan pelabuhan ini untuk melakukan aktivitas bongkar muat barang secara efisien. Posisi geografis ini menjadikan Painan sebagai alternatif penting selain pelabuhan-pelabuhan besar lain di Sumatera, seperti Pelabuhan Teluk Bayur di Padang.

Dalam beberapa tahun terakhir, pelabuhan ini telah mengalami peningkatan signifikan dalam hal infrastruktur dan fasilitas, yang semakin memperkuat posisinya. Pesisir Selatan sendiri merupakan salah satu daerah penghasil batu bara utama di Sumatera Barat, dengan kualitas batu bara yang sangat baik dan banyak diminati oleh perusahaan besar, baik domestik maupun internasional. Potensi besar ini menjadikan Pelabuhan Painan semakin diperhitungkan sebagai salah satu pusat pengapalan batu bara di kawasan tersebut.

Koperasi Bongkar Muat Pelabuhan (Koperbam) Painan, Rudi Hartono mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pelabuhan ini mulai dilirik banyak investor yang ingin meninjau potensi serta peluang yang ada, terutama dalam sektor pengapalan batu bara dari Pesisir Selatan. “Sejak beberapa bulan terakhir, banyak investor yang datang untuk melihat potensi pengapalan batu bara di pelabuhan ini. Mereka tertarik dengan sumber daya alam yang melimpah di Pesisir Selatan, terutama batu bara, yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk ekspor. Potensi ini jelas menjadi daya tarik utama bagi mereka,” ujar Rudi.

Rudi juga menambahkan bahwa prospek pengapalan batu bara dari Pelabuhan Painan semakin cerah, terutama jika didukung dengan peningkatan kapasitas bongkar muat dan fasilitas pelabuhan yang lebih baik. Pengapalan batu bara dari Painan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan untuk masyarakat setempat.

Seiring dengan meningkatnya minat investor, pemerintah juga berkomitmen untuk mempercepat pengembangan infrastruktur di Pelabuhan Carocok Painan. Kepala Wilayah Kementerian Perhubungan (Kawilker) Sumatera Barat, Anton Rinaldi, SH menyatakan bahwa pengembangan pelabuhan ini akan berlanjut hingga tahun 2026. Pengembangan ini mencakup peningkatan kapasitas bongkar muat, perbaikan fasilitas, serta penambahan infrastruktur yang lebih modern dan efisien. “Pengembangan Pelabuhan Carocok Painan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing daerah dalam sektor logistik dan perdagangan. Kami merencanakan untuk terus melakukan pengembangan pelabuhan ini hingga 2026, dengan fokus pada peningkatan kapasitas dan infrastruktur. Diharapkan, pengembangan ini dapat menarik lebih banyak investor dan meningkatkan ekspor batu bara dari Pesisir Selatan,” jelas Anton Rinaldi.

Peningkatan kapasitas dan pengembangan Pelabuhan Carocok Painan akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian daerah. Selain meningkatkan volume ekspor batu bara, hal ini juga membuka peluang untuk pengembangan sektor-sektor lain, seperti perikanan, industri pengolahan, serta pariwisata. Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas yang lebih baik menuju pelabuhan akan menarik lebih banyak investasi, tidak hanya di sektor batu bara, tetapi juga di sektor-sektor lain yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Keberadaan pelabuhan yang lebih modern dan efisien tentu akan mempercepat proses distribusi barang, mengurangi biaya logistik, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar. Selain itu, pengembangan pelabuhan ini diperkirakan akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang akan digunakan untuk membangun infrastruktur lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Pelabuhan Penasahan Painan, yang kini dikenal sebagai Pelabuhan Carocok Painan, memiliki potensi besar sebagai salah satu pelabuhan utama untuk pengapalan batu bara di Sumatera Barat. Peningkatan minat investor yang tertarik untuk melakukan ekspor batu bara ke pasar internasional memberikan sinyal positif bagi perekonomian daerah. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, terutama dalam hal pengembangan infrastruktur dan fasilitas pelabuhan, Painan semakin diperkuat sebagai pelabuhan strategis di Indonesia.

Dengan rencana pengembangan yang akan berlangsung hingga 2026, Pelabuhan Carocok Painan diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Pengembangan ini juga akan meningkatkan daya saing Pesisir Selatan di pasar global, serta membuka peluang untuk sektor-sektor lain yang mendukung perekonomian daerah. Pelabuhan ini akan menjadi simbol kebangkitan sektor logistik dan perdagangan di Sumatera Barat, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah sebagai landasannya. (**)



SUMBARNET - Masyarakat antusias menghadiri kampanye dialogis calon Bupati (Cabup) kabupaten Pesisir Selatan nomor urut 2,HJ - RI di Nagari Ampang Tulak, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.ratusan orang memadati acara kampanye dialogis.


Hendrajoni mengatakan pasti bicara peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan tata kelola pemerintahan atau reformasi birokrasi. Kemudian bicara peningkatan kesejahteraan Masyarakat. Selanjutnya tentang aspek sosial kemasyarakatan serta infrastruktur.


“Paling itu itu saja, bolak balik, bolak-balik itu lah dia, yang ada kalimatnya hanya di bumbu-bumbu saja. Namun, kenapa ada daerah yang berhasil dan daerah yang gagal, kuncinya satu, kualitas pemimpinnya,” tuturnya.


Hendrajoni menyampaikan percuma punya visi misi bagus dan banyak janji, tetapi mereka tidak mampu untuk mewujudkannya. Itu sama saja bohong.


“Makanya, kami ini tidak perlu banyak janji, banyak bicara. Kenapa? Kalau kalah percuma juga, maka kita bersepakat pasangan nomor urut 2 kita harus menang,” ajaknya.


Dengan menang, lanjut Hendrajoni, bisa bersama wujudkan mimpi untuk kemajuan daerah. Apa lagi melihat kondisi antusias masyarakat Tapan Khususnya Nagari Ampang Tulak hari ini menambah semangat ia dan pasangannya.


“Saya begitu turun dari mobil sudah disambut, sekali datang ke Nagari Ampang Tulak ramai yang hadir, luar bisa masyarakat Nagari Ampang Tulak umumnya Tapan ini,” ucapnya.


Hendrajoni menilai, ini artinya masyarakat Desa Sedahan Jaya mendambakan perubahan kearah yang lebih baik. Dan itu sejalan dengan tekad dan mimpi pasangan nomor urut 2.


“Dengan dibuktikannya ramai hari ini bahwa perjuangan kita didukung oleh masyarakat Nagari Ampang Tulak Umum nya masyarakat Tapan dan masyarakat kabupaten Pesisir Selatan,” tutup Romi. 


Acara kampanye di hadiri para tokoh masyarakat Tapan,dan sesepuh tapan. (**)

 


SUMBARNET - Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak nasional yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 nanti di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) sebanyak 377.596 jiwa. 


Jumlah sebanyak itu terungkap dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi Pilkada 2024-2029 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pessel yang digelar Kamis (19/9) di Hotel Saga Murni Sago, Kecamatan IV Jurai dengan dihadiri kedua pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati, perwakilan partai politik, serta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).


Ketua KPU Pessel, Aswandi, dalam rapat pleno terbuka itu menjelaskan bahwa dari 377.596 wajib pilih itu, sebanyak 190.343 merupakan pemilih perempuan, dan sebanyak 187.253 pemilih laki-laki. 


"Para pemilih ini tersebar di 15 kecamatan yang ada pada 182 nagari," katanya.


Rapat pleno terbuka itu juga dihadiri oleh tiga anggota komisioner lainnya. Diantaranya,  Dede Desmana, Syafrijal Chan, dan Rahmat. 


Dijelaskan Aswandi  bahwa rekapitulasi DPT tersebut telah selesai dilakukan dan hasilnya dituangkan dalam berita acara resmi untuk selanjutnya diumumkan kepada publik.


Dia menambahkan bahwa sebelumnya atau di bulan Agustus jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) tercatat sebanyak 378.151, namun setelah dilakukan rekapitulasi, terjadi penurunan menjadi 377.671. 


Penurunan itu disebabkan oleh berbagai faktor. Diantaranya pemindahan pemilih, meninggal dunia, dan perubahan status TNI-Polri.


"Perlu juga diketahui oleh masyarakat bahwa jumlah Tempat Pemungutan Duara (TPS) pada Pilkada 2024 ini adalah 1.040 TPS di luar TPS khusus di Rutan Kelas IIB Painan," jelasnya.


Koordinator Divisi (Kordiv) Perencanaan dan Data Informasi KPU Pessel, Dede Desmana menambahkan bahwa di rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB Painan, tercatat 135 pemilih dalam DPS, namun setelah penetapan pleno DPT, jumlahnya menjadi 153 pemilih, karena 25 pemilih dinyatakan tidak memenuhi syarat.


Dalam waktu dekat pihaknya juga akan mensosialisasikan proses pindah memilih kepada pihak rumah sakit. 


"Perlu juga saya ingatkan kepada keluarga pasien rawat inap agar melapor kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) agar mereka dapat dimasukkan ke dalam DPT ketika menyalurkan hak suara nantinya di TPS khusus rumah sakit,"tutup dede.(Re)