LIMA PULUH KOTA – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Kepolisian Resor (Polres) 50 Kota melaksanakan kegiatan patroli ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di wilayah hukum Polres 50 Kota.


Kegiatan patroli tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat di kawasan SPBU dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.


SPBU menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam kegiatan patroli karena merupakan fasilitas pelayanan publik yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). 


Tingginya mobilitas kendaraan dan aktivitas masyarakat di lokasi tersebut membuat kehadiran personel kepolisian diperlukan guna menjaga situasi tetap terkendali.


Dalam pelaksanaannya, personel Polres 50 Kota melakukan pemantauan terhadap situasi keamanan dan aktivitas masyarakat di sekitar SPBU. Kehadiran petugas di lapangan juga menjadi langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas yang dapat menghambat kenyamanan masyarakat.


Selain melakukan pemantauan, kegiatan patroli ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.


Kapolres 50 Kota AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., menekankan pentingnya pelaksanaan patroli secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan di wilayah hukum Polres 50 Kota.


“Patroli ke sejumlah SPBU ini merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk saat melakukan pengisian bahan bakar, dengan rasa aman dan nyaman,” kata Kapolres.


Menurutnya, kegiatan patroli tidak hanya berorientasi pada pencegahan tindak kriminalitas, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kehadiran dan kedekatan personel kepolisian dengan masyarakat. Dengan adanya patroli secara rutin, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sedini mungkin.


Kapolres juga menekankan agar seluruh personel senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjalankan tugas secara profesional, serta mengedepankan pendekatan humanis ketika berinteraksi dengan masyarakat.


“Kami menginstruksikan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan kewaspadaan, dan memberikan pelayanan yang humanis. Kehadiran anggota Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam menciptakan situasi yang aman dan tertib,” ujar Kapolres.


Lebih lanjut, patroli di kawasan SPBU diharapkan mampu mempersempit peluang terjadinya gangguan keamanan serta memberikan rasa tenang bagi masyarakat maupun petugas yang menjalankan aktivitas pelayanan di lokasi tersebut.


Upaya menjaga keamanan dan ketertiban, menurut arah pesan yang ingin disampaikan dalam kegiatan ini, bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.


Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga ketertiban, mematuhi aturan yang berlaku, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau indikasi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.


Kapolres 50 Kota berharap kegiatan patroli tersebut dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan wilayah.


“Harapan kami, melalui kegiatan patroli yang dilaksanakan secara konsisten, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres 50 Kota senantiasa terjaga dengan baik. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi semua,” ujar Kapolres.


Melalui kegiatan patroli ke sejumlah SPBU tersebut, Polres 50 Kota terus berupaya mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.


Kehadiran personel di lapangan diharapkan tidak hanya mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


Polres 50 Kota berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya melalui kegiatan kepolisian yang terukur, responsif, dan humanis, demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif. (**)



SUMBARNET – Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Padang Panjang berhasil mengamankan dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Dalam penindakan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti sabu dengan berat kurang lebih 15 gram.


Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Padang Panjang. Keberadaan narkotika di tengah masyarakat dinilai menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


Keberhasilan pengungkapan tersebut menunjukkan komitmen jajaran Polres Padang Panjang untuk terus melakukan penindakan terhadap dugaan tindak pidana narkotika sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.


Dua Orang Diamankan, Sabu Sekitar 15 Gram Disita

Dalam penindakan yang dilakukan oleh Satres Narkoba Polres Padang Panjang itu, dua orang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu berhasil diamankan bersama barang bukti dengan berat sekitar 15 gram.


Barang bukti tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap lebih jauh dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan kepemilikan maupun penyalahgunaan narkotika tersebut.


Meski demikian, identitas kedua orang yang diamankan, lokasi penangkapan, waktu kejadian, serta kronologi lengkap pengungkapan kasus ini masih perlu dipastikan berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian.


Polisi juga perlu mendalami asal-usul barang bukti, tujuan kepemilikan, serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut. Pendalaman ini penting untuk memastikan penanganan kasus berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Kapolres Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba

Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, S.Ik., M.I.K., diharapkan terus mendorong jajarannya untuk meningkatkan upaya pemberantasan narkotika melalui penegakan hukum, penyelidikan, serta penguatan langkah pencegahan di tengah masyarakat.


“Pemberantasan narkoba merupakan salah satu komitmen kami dalam menjaga keamanan dan melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Kami akan terus mengoptimalkan upaya penegakan hukum terhadap setiap dugaan tindak pidana narkotika sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, S.Ik., M.I.K.


Menurut arah pesan tersebut, penindakan terhadap kasus narkotika tidak hanya bertujuan memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai peredaran narkoba yang dapat merusak kehidupan individu, keluarga, dan lingkungan sosial.


Masyarakat Diharapkan Berperan Aktif

Dalam upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika, dukungan masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Informasi dari warga dapat membantu aparat kepolisian mendeteksi aktivitas mencurigakan dan menindaklanjuti dugaan tindak pidana narkotika secara tepat.


Masyarakat diharapkan tidak bersikap acuh terhadap ancaman narkoba di lingkungan masing-masing. Apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas peredaran atau penyalahgunaan narkotika, warga dapat menyampaikan informasi melalui saluran resmi kepolisian dengan tetap memperhatikan keselamatan diri dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.


Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, keluarga, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun lingkungan yang sehat serta terbebas dari ancaman narkotika.


Upaya pencegahan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi mengenai bahaya narkoba, penguatan pengawasan keluarga, serta pembinaan generasi muda agar memiliki pemahaman dan ketahanan diri terhadap pengaruh negatif lingkungan.


Harapan untuk Padang Panjang yang Bebas Narkoba

Melalui pengungkapan kasus ini, diharapkan penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Padang Panjang dapat terus ditingkatkan. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menindak pihak yang diduga terlibat, tetapi juga membantu mencegah munculnya kasus serupa pada masa mendatang.


“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya narkoba dan bersama-sama mengambil peran dalam mencegah penyalahgunaan maupun peredarannya. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dengan kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba, demi melindungi generasi muda serta masa depan bangsa,” kata Kapolres Padang Panjang.


Polres Padang Panjang diharapkan terus mengedepankan langkah penegakan hukum yang profesional, disertai upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, ancaman penyalahgunaan narkotika diharapkan dapat ditekan sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih aman dan produktif.


Sementara itu, penanganan terhadap dua orang yang diamankan beserta barang bukti sabu seberat kurang lebih 15 gram perlu terus didalami oleh penyidik guna memastikan fakta-fakta hukum dalam perkara tersebut. (**)

 


PADANG PARIAMAN - Pembangunan rumah marbot dan rumah singgah Masjid Raya Sunua, Kabupaten Padang Pariaman, resmi dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama, Minggu (11/10/2026).


Pembangunan ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan masyarakat Sunua Raya, baik yang berada di kampung halaman maupun para perantau yang tersebar di berbagai daerah.


Prosesi peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Umum Ikatan Keluarga Sunua Berdunsanak (IKSB), Usman Pelangi, didampingi Wali Nagari Sunua, H. Efrizal Lstif, Wali Nagari Sunua Tengah, Habibi, Wali Nagari Sunua Barat, Zandi Putra, ST, serta Kepala Desa Pasir Sunua, Andi.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus Masjid Raya Sunua, Zulfahmi, M.Pd., dan H. Fajar, bersama unsur masyarakat yang mendukung pembangunan fasilitas keagamaan tersebut.


Ketua IKSB Usman Pelangi, mengatakan, pembangunan rumah marbot dan rumah singgah ini dimotori oleh para perantau Sunua Raya yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan kampung halaman, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan meningkatkan fasilitas penunjang Masjid Raya Sunua.


"Semangat gotong royong antara masyarakat di kampung dan perantau menjadi landasan utama dalam merealisasikan pembangunan tersebut. Oleh karena itu atas semua bantuan dan perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih," ucap Usman. 


Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat memperlancar proses pembangunan hingga selesai dan bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya.


Keberadaan rumah marbot diharapkan dapat menunjang kenyamanan pengurus masjid yang bertugas menjaga dan merawat rumah ibadah. 


Sementara itu, rumah singgah diharapkan menjadi fasilitas pendukung bagi masyarakat maupun tamu yang memiliki keperluan di lingkungan Masjid Raya Sunua.

Pembangunan ini sekaligus menjadi gambaran kuatnya ikatan kekeluargaan masyarakat Sunua Raya. Meski berada jauh dari kampung halaman, para perantau tetap menunjukkan perhatian dan kontribusi nyata untuk pembangunan nagari.


"Melalui kebersamaan tersebut, pembangunan rumah marbot dan rumah singgah Masjid Raya Sunua diharapkan tidak hanya menambah fasilitas masjid, tetapi juga memperkuat semangat persatuan, kepedulian sosial, dan gotong royong masyarakat Sunua Raya," tutup Usman.(**)



SUMBARNET  – Keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar PGRI Kabupaten Sijunjung atas kepedulian, solidaritas, serta bantuan donasi yang diberikan kepada anggota PGRI Kabupaten Solok yang terdampak bencana galodo di kawasan Arosuka beberapa pekan lalu.


Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dan persaudaraan antarsesama insan pendidik. Di tengah musibah yang menimpa sejumlah anggota, kehadiran keluarga besar PGRI Kabupaten Sijunjung tidak hanya membawa bantuan secara materi, tetapi juga memberikan dukungan moral, semangat, serta harapan bagi para anggota yang terdampak untuk kembali bangkit dan menata kehidupan mereka.


Ketua PGRI Kabupaten Solok, Yongkerman, S.Pd., Dt. Rajo Basa, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas perhatian yang diberikan oleh PGRI Kabupaten Sijunjung. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bukti bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas dalam organisasi PGRI tetap terjaga dengan baik, terutama ketika salah satu keluarga besar organisasi sedang menghadapi cobaan.


“Bantuan ini bukan sekadar materi, tetapi merupakan wujud nyata persaudaraan, kepedulian, dan semangat gotong royong sesama insan pendidik. Di tengah musibah yang kami hadapi, uluran tangan ini menjadi penyemangat dan penguat bagi kami untuk bangkit kembali,” ujar Yongkerman.


Ia menyampaikan bahwa musibah galodo yang menerjang kawasan Arosuka beberapa pekan lalu telah membawa duka dan kesulitan bagi anggota PGRI yang terdampak. Dalam situasi seperti itu, perhatian dan dukungan dari sesama anggota organisasi, termasuk dari kabupaten lain, menjadi sesuatu yang sangat berarti.


Menurutnya, kepedulian tersebut menunjukkan bahwa ikatan persaudaraan dalam tubuh PGRI tidak terbatas oleh wilayah administratif. Ketika ada anggota yang mengalami kesulitan, keluarga besar PGRI di daerah lain turut merasakan dan berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan.


Mewakili seluruh anggota PGRI Kabupaten Solok, Yongkerman berharap segala kebaikan dan keikhlasan keluarga besar PGRI Kabupaten Sijunjung mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.


Ia juga mendoakan agar seluruh pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Sijunjung senantiasa diberikan pahala yang berlipat ganda, keberkahan, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalankan setiap langkah pengabdian, khususnya dalam memajukan dunia pendidikan.


“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan. Semoga segala kebaikan keluarga besar PGRI Kabupaten Sijunjung dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda, diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap langkah pengabdian,” tuturnya.


Ia menegaskan, kekuatan PGRI tidak hanya terletak pada besarnya organisasi, tetapi juga pada eratnya persaudaraan, tumbuhnya kepedulian, serta kesediaan untuk saling membantu ketika menghadapi kesulitan.


“PGRI kuat karena persaudaraan, tumbuh karena kepedulian, dan bersatu dalam kemanusiaan,” katanya.


Yongkerman juga berharap hubungan silaturahmi dan solidaritas antara PGRI Kabupaten Solok dan PGRI Kabupaten Sijunjung terus terpelihara serta semakin erat pada masa mendatang. Menurutnya, kebersamaan antarpengurus dan anggota PGRI lintas kabupaten merupakan modal penting untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


“Terima kasih PGRI Kabupaten Sijunjung. Semoga silaturahmi dan solidaritas antarkabupaten terus terjalin erat demi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, Yongkerman didampingi Sekretaris PGRI Kabupaten Solok, Drs. Nofrianten, M.Pd., serta Wakil Bendahara, Asmara Winda, S.Pd., MM.


PGRI Sijunjung Sampaikan Duka dan Kepedulian

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Sijunjung, Syaiful Husein, mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar PGRI Kabupaten Sijunjung terhadap sesama anggota organisasi yang sedang menghadapi musibah.


Dalam kegiatan tersebut, Syaiful Husein hadir didampingi Wakil Ketua Charly Malinton, Sekretaris dan Wakil Sekretaris Witriadi dan Rony Saputra, serta Bendahara Purwani. Turut hadir sejumlah pengurus PGRI Kabupaten Sijunjung dan para ketua cabang PGRI.


Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada Ketua PGRI Kabupaten Solok dan disaksikan sejumlah pengurus PGRI setempat.


Syaiful Husein menyampaikan duka mendalam atas musibah galodo yang menimpa anggota PGRI Kabupaten Solok di kawasan Arosuka. Ia mengatakan, pihaknya turut merasakan kesedihan yang dialami para korban dan keluarga mereka.


Selain menyampaikan rasa duka, rombongan PGRI Kabupaten Sijunjung juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir secara langsung untuk melayat ke lokasi anggota yang terdampak bencana.


Meski demikian, pihaknya berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi bentuk perhatian yang bermakna bagi para korban, sekaligus menunjukkan bahwa mereka tidak menghadapi musibah tersebut sendirian.


Menurut Syaiful Husein, kepedulian antarsesama anggota PGRI perlu terus dipelihara karena organisasi profesi guru bukan hanya menjadi wadah perjuangan dan pengembangan profesi, tetapi juga menjadi keluarga besar yang saling menguatkan dalam berbagai keadaan.


Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban anggota yang terdampak, baik dalam memenuhi kebutuhan pascabencana maupun dalam memulihkan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.


Siitawa Sidingin bagi Anggota yang Terdampak Galodo

Kehadiran rombongan PGRI Kabupaten Sijunjung di Kabupaten Solok diharapkan dapat menjadi siitawa sidingin bagi anggota yang terdampak galodo. Ungkapan dalam budaya Minangkabau tersebut menggambarkan kehadiran yang membawa kesejukan, ketenangan, penghiburan, dan penguat hati bagi mereka yang sedang menghadapi kesedihan atau kesulitan.


Bagi keluarga besar PGRI Kabupaten Solok, perhatian yang datang dari sesama insan pendidik ini memiliki arti lebih dari sekadar bantuan yang diserahkan. Ada pesan kemanusiaan, empati, dan persaudaraan yang menyertai bantuan tersebut, sehingga para anggota yang terdampak dapat merasakan dukungan moral dari keluarga besar organisasi.


Sekretaris PGRI Kabupaten Solok, yang akrab disapa Pak Enten, mengungkapkan rasa haru atas kepedulian yang ditunjukkan oleh PGRI Kabupaten Sijunjung. Ia menilai perhatian tersebut menjadi bukti bahwa duka yang dialami anggota PGRI Kabupaten Solok turut dirasakan oleh rekan-rekan mereka di daerah lain.


“Hari ini kami merasa sangat terharu. Duka yang dialami anggota kami ternyata juga menjadi bagian dari kepedihan kawan-kawan PGRI di daerah lain,” ujarnya.


Menurutnya, kepedulian seperti ini sangat penting untuk terus dirawat karena mampu mempererat hubungan emosional antarsesama anggota PGRI. Solidaritas yang terbangun juga menjadi pengingat bahwa dalam menghadapi musibah, dukungan dan kebersamaan memiliki peran besar untuk membantu seseorang melewati masa-masa sulit.


Ia berharap semangat saling membantu tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyaluran bantuan bencana saja, tetapi terus menjadi budaya organisasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, PGRI dapat semakin kokoh sebagai organisasi profesi sekaligus wadah persaudaraan yang hadir ketika anggotanya membutuhkan dukungan.


Memperkuat Persaudaraan dan Semangat Gotong Royong

Penyaluran bantuan dari PGRI Kabupaten Sijunjung kepada keluarga besar PGRI Kabupaten Solok menjadi gambaran nyata pentingnya solidaritas dalam menghadapi bencana. Di tengah kondisi yang tidak mudah, kepedulian dari sesama anggota organisasi dapat menjadi sumber kekuatan untuk memulihkan keadaan, membangun kembali semangat, dan menumbuhkan optimisme.


Musibah memang dapat membawa kehilangan dan kesulitan, tetapi kebersamaan memungkinkan beban tersebut dipikul secara bersama-sama. Bantuan yang diberikan, doa yang dipanjatkan, serta perhatian yang ditunjukkan menjadi bagian dari ikhtiar kemanusiaan untuk meringankan penderitaan mereka yang terdampak.


Bagi PGRI, nilai persaudaraan dan gotong royong merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan organisasi. Para guru tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa, tetapi juga memiliki peran sosial untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.


Melalui aksi solidaritas ini, PGRI Kabupaten Solok dan PGRI Kabupaten Sijunjung memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan dapat melampaui batas wilayah dan mempertemukan sesama insan pendidik dalam satu tujuan, yakni saling menguatkan dan membantu mereka yang membutuhkan.


Keluarga besar PGRI Kabupaten Solok pun berharap hubungan baik dan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan. Dengan semangat persaudaraan, kepedulian, dan gotong royong, PGRI diharapkan semakin berperan dalam mendukung anggotanya, memajukan pendidikan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


Di tengah cobaan akibat galodo di Arosuka, bantuan dan perhatian dari PGRI Kabupaten Sijunjung menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan tetap hidup melalui tindakan nyata. Bagi anggota yang terdampak, uluran tangan tersebut bukan hanya bantuan untuk hari ini, melainkan juga pesan bahwa mereka memiliki keluarga besar yang siap berbagi kepedihan, memberikan dukungan, dan berjalan bersama menuju pemulihan. (Ovi)



SUMBARNET – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh menyalurkan bantuan logistik makanan untuk mendukung dapur umum bagi warga terdampak banjir di Kota Padang, Minggu (11/10/2026).

‎

‎Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan melalui dapur umum, mengingat sebagian korban kesulitan memasak akibat rumah dan lingkungan mereka terdampak banjir.

‎

‎Salah satu lokasi penyaluran bantuan berada di Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah dengan menyalurkan 40 karung beras dan bantuan pendukung. 

‎

‎Wilayah tersebut termasuk daerah yang terdampak banjir setelah hujan lebat mengguyur Kota Padang pada hari sebelumnya.

‎

‎Menurut Rahmat, dalam situasi darurat, kebutuhan makanan perlu menjadi perhatian utama karena tidak semua warga dapat menyiapkan makanan secara mandiri. 

‎

‎Karena itu, bantuan logistik pangan didahulukan agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terbantu.

‎

‎“Ketika banjir terjadi, salah satu kebutuhan yang harus segera dipenuhi adalah makanan. Warga yang rumahnya terdampak belum tentu bisa memasak seperti biasa. Karena itu, bantuan logistik untuk mendukung dapur umum perlu diprioritaskan,” ujarnya.

‎

‎Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak langsung bencana. 

‎

‎Selain kebutuhan pangan, kondisi warga terdampak juga memerlukan perhatian agar aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan setelah situasi memungkinkan.

‎

‎Namun, penanganan banjir tidak cukup hanya berfokus pada bantuan ketika bencana terjadi. 

‎

‎Rahmat menilai, kejadian banjir yang berulang setiap kali hujan lebat perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar persoalan serupa tidak terus berulang dan masyarakat tidak selalu menghadapi risiko yang sama.

‎

‎“Banjir yang berulang setiap kali hujan lebat perlu menjadi perhatian bersama. Penanganannya harus dievaluasi secara menyeluruh, sehingga kita tidak hanya bergerak ketika banjir sudah terjadi, tetapi juga mencari tahu apa yang perlu dibenahi agar risikonya bisa dikurangi,” katanya.

‎

‎Evaluasi tersebut perlu diarahkan untuk memahami berbagai faktor yang menyebabkan banjir terus terjadi, sekaligus menilai efektivitas langkah penanganan yang selama ini dilakukan. 

‎

‎"Dengan begitu, penanganan banjir tidak berhenti pada respons darurat, tetapi juga mencakup upaya pencegahan dan perbaikan dalam jangka panjang. Persoalan banjir berulang membutuhkan penanganan yang lebih terencana lagi dan koordinasi berbagai pihak sesuai kewenangannya," pungkasnya. (**)



SUMBARNET - Sebanyak 101 tenaga konstruksi di Kabupaten Bengkulu Selatan mengikuti Akademi Jago Bangunan yang digelar PT Semen Padang di Manna Water Park, Manna, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para tukang untuk memperkuat pengetahuan teknis sekaligus mengikuti proses sertifikasi kompetensi di bidang konstruksi.


Dengan mengusung tagline “Jago Bangun Keahlian, Bangga Bangun Indonesia”, kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan mengenai pengetahuan produk, tetapi juga menjalani rangkaian sertifikasi yang meliputi materi teknis, praktik lapangan, hingga wawancara dengan asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Astekindo.


Akademi Jago Bangunan di Bengkulu Selatan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kota Jambi dan Kabupaten Kuantan Singingi.


Bagi para peserta, proses sertifikasi menjadi bagian penting karena kompetensi tenaga konstruksi tidak hanya ditentukan oleh pengalaman bekerja di lapangan, tetapi juga perlu diperkuat dengan standar kompetensi yang diakui.


Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkulu Selatan Dwi Eka Noprayanti menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sertifikasi tenaga konstruksi memberikan manfaat bagi pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi.


“Terima kasih banyak PT Semen Padang telah menyelenggarakan acara sertifikasi tenaga konstruksi. Ini betul-betul bermanfaat bagi kami, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, terutama di bidang jasa konstruksi,” ujar Dwi Eka.


Ia menilai keberadaan tenaga konstruksi yang memiliki kompetensi dan sertifikasi menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan kompetensi yang semakin baik, pekerjaan konstruksi diharapkan dapat dilaksanakan dengan memperhatikan standar teknis, keselamatan kerja, serta kualitas hasil pekerjaan.


Pandangan serupa disampaikan asesor LSP Astekindo Yoka Mahendra. Ia menyebut sertifikasi yang diikuti para peserta dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme tenaga konstruksi di Bengkulu Selatan.


“Sertifikasi yang dihasilkan dapat membantu tenaga profesional yang ada di Bengkulu Selatan khususnya. Apa yang dilakukan PT Semen Padang ini sangat strategis,” kata Yoka.


Dalam proses sertifikasi, peserta terlebih dahulu mendapatkan materi yang berkaitan dengan kompetensi teknis pekerjaan. Pengetahuan tersebut kemudian diuji melalui praktik lapangan dan dilanjutkan dengan wawancara bersama asesor. Tahapan tersebut dirancang untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dalam pekerjaan konstruksi.


Antusiasme juga terlihat dari para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.


Peserta pelatihan Wijoyo, bersama Riskan dan Rangge Anggori, mengaku mendapatkan tambahan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan mereka sehari-hari.


“Terima kasih PT Semen Padang, kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan para tukang seperti kami,” ungkapnya.


Selain sesi pembekalan dan sertifikasi, kegiatan Akademi Jago Bangunan juga dikemas dengan suasana yang interaktif. Peserta mengikuti berbagai hiburan, permainan, serta pembagian door prize berupa peralatan rumah tangga, sepeda, hingga televisi LED.


Bagi PT Semen Padang, keterlibatan tenaga konstruksi dalam rangkaian Akademi Jago Bangunan memiliki arti penting karena tukang merupakan salah satu pihak yang berperan langsung dalam menentukan kualitas pekerjaan konstruksi di lapangan.


Area Sales Manager Jambi dan Bengkulu PT Semen Padang Ryan Eka Saputra mengatakan, para tukang merupakan mitra strategis dalam pembangunan, baik pada tingkat lokal, regional, maupun nasional.


“Jago Bangunan merupakan mitra strategis PT Semen Padang, sehingga dengan program sertifikasi ini kompetensi para Jago Bangunan dapat terstandarisasi dalam menghasilkan bangunan yang lebih berkualitas,” ujar Ryan.


Ryan mengajak para Jago Bangunan untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga kualitas pekerjaan. Ia berharap dukungan dari seluruh pihak yang hadir dapat terus terbangun, termasuk dalam menjadikan produk Semen Padang sebagai salah satu pilihan untuk kebutuhan pembangunan, baik proyek maupun penggunaan pribadi.


Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari perhatian perusahaan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi.


Menurut Win, kualitas sebuah bangunan tidak hanya ditentukan oleh material yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan tenaga yang mengerjakan dan mengaplikasikan material tersebut di lapangan. Karena itu, peningkatan kompetensi tukang menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kualitas pekerjaan konstruksi.


“Kami sadar, tukang adalah ujung tombak dalam menjaga kualitas bangunan. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya promosi produk, melainkan juga transfer pengetahuan agar mereka bekerja dengan standar yang lebih baik,” jelas Win.


Kegiatan yang mempertemukan produsen material bangunan dengan tenaga konstruksi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi secara langsung. Para tukang dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan produk, sementara perusahaan dapat memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi tenaga konstruksi di lapangan.


Win menilai peningkatan kompetensi tenaga konstruksi memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Pembangunan infrastruktur dan hunian yang berkualitas membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan memadai serta memahami standar pekerjaan.


“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memperkenalkan produk unggulan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan keterampilan para tukang sebagai ujung tombak pembangunan nasional,” ujarnya.


Pelaksanaan Akademi Jago Bangunan di Manna sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan lembaga sertifikasi dalam membangun ekosistem konstruksi yang lebih profesional. (*)

 


SUMBARNET — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26, Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) menyalurkan bantuan senilai Rp10.233.860 kepada Panti Asuhan Anak dan Balita Al Hurul Ain, Kota Padang, Jumat (2/10/2026). Bantuan tersebut merupakan hasil lelang amal yang digelar keluarga besar FKIKSP sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.


Penyerahan bantuan berlangsung di Panti Asuhan Anak dan Balita Al Hurul Ain, Kompleks Wisma Indah V, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kegiatan ini dihadiri Penasihat FKIKSP Lynda Andria Delfa bersama jajaran pengurus FKIKSP sebagai bagian dari rangkaian Road to HUT ke-26 organisasi tersebut.


Bantuan yang dihimpun melalui partisipasi keluarga besar FKIKSP itu disalurkan dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan panti, mulai dari perlengkapan panti, sembako, perlengkapan bayi, hingga uang transportasi bagi anak-anak panti. Melalui kegiatan ini, FKIKSP berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang diasuh di panti tersebut.


Lynda Andria Delfa mengatakan, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan 26 tahun FKIKSP sekaligus wujud kepedulian organisasi terhadap masyarakat. Menurutnya, peringatan hari ulang tahun tidak semata-mata menjadi momentum perayaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kebersamaan melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat bagi anak-anak di Panti Asuhan Al Hurul Ain. Semoga apa yang diberikan oleh keluarga besar FKIKSP dapat bermanfaat dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujar Lynda.


Ia menjelaskan, lelang amal yang melibatkan keluarga besar FKIKSP mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian yang terus dibangun dalam organisasi. Partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa kebersamaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan internal, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang dapat dirasakan masyarakat.


“Usia 26 tahun menjadi momentum bagi kita untuk terus melangkah, bukan hanya dalam kebersamaan di internal organisasi, tetapi juga dengan memberikan kontribusi dan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” katanya.


Menurut Lynda, kepedulian sosial merupakan nilai yang perlu terus dirawat karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga memperkuat ikatan kebersamaan di antara keluarga besar FKIKSP. Karena itu, ia berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari berbagai kegiatan organisasi ke depan.


Selain menyerahkan bantuan, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pengurus FKIKSP untuk berinteraksi dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti. Kehadiran keluarga besar FKIKSP diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus menumbuhkan semangat bagi anak-anak untuk terus belajar, tumbuh, dan berkembang.


Melalui rangkaian Road to HUT ke-26, FKIKSP berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. “Berbagi mungkin sederhana bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi mereka yang menerimanya,” ujar Lynda. (*)



SUMBARNET– Semangat kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat terus diwujudkan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat melalui kegiatan PosJubah (Pos Jumat Berkah). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polantas di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga melalui aksi sosial yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

Pada Jumat yang penuh berkah, jajaran Ditlantas Polda Sumbar melaksanakan kegiatan berbagi sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya menumbuhkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial. Melalui kegiatan tersebut, Polantas berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta mempererat hubungan silaturahmi antara kepolisian dan warga.

Program PosJubah merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Polri yang mengedepankan kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi. Kehadiran Polantas melalui kegiatan sosial ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian kepolisian tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan PosJubah memiliki makna penting sebagai sarana untuk memperkuat kepedulian sosial serta mendekatkan Polri dengan masyarakat.

Menurutnya, tugas kepolisian tidak semata-mata berkaitan dengan pengaturan lalu lintas, penegakan hukum, maupun penindakan terhadap pelanggaran. Lebih dari itu, Polri juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir, membantu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan PosJubah ini, kami ingin menanamkan semangat berbagi dan kepedulian kepada sesama. Kami berharap kehadiran Polantas tidak hanya dirasakan dalam pelayanan lalu lintas, tetapi juga dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. Bagi kami, pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari tugas Polri,” demikian kutipan pernyataan yang dapat digunakan sebagai draf atas nama Dirlantas Polda Sumbar.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan sosial seperti PosJubah menjadi momentum untuk membangun kedekatan emosional antara personel kepolisian dan masyarakat. Hubungan yang baik antara Polri dan warga merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

Dengan terjalinnya komunikasi, kepercayaan, serta hubungan yang harmonis, diharapkan masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan Jumat Berkah ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi dapat terus menjadi budaya kebaikan di lingkungan kepolisian. Semoga apa yang kami lakukan, meskipun sederhana, mampu memberikan manfaat, menumbuhkan rasa kebersamaan, dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk saling membantu serta peduli terhadap sesama,” lanjut kutipan draf tersebut.

Lebih lanjut, semangat berbagi yang diusung melalui PosJubah juga diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan mengedepankan sikap santun, empati, dan kepedulian, setiap personel Polantas diharapkan dapat terus memberikan pelayanan yang profesional sekaligus humanis.

Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Masyarakat tidak hanya membutuhkan pelayanan yang cepat dan tepat, tetapi juga mengharapkan kehadiran aparat yang mampu memahami kondisi sosial serta menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan lingkungan sekitarnya.

Melalui kegiatan PosJubah, Ditlantas Polda Sumbar berupaya menghadirkan pesan bahwa setiap bentuk kebaikan memiliki arti bagi orang lain. Kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan sederhana dapat menjadi penguat solidaritas sosial sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan ketertiban berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Polantas dan masyarakat perlu terus membangun sinergi, saling menghormati, serta menumbuhkan kesadaran untuk menciptakan budaya berlalu lintas yang aman dan tertib.

Dengan mengedepankan semangat pelayanan dan kepedulian, Ditlantas Polda Sumbar berharap program PosJubah dapat terus memberikan nilai positif bagi masyarakat Sumatera Barat. Tidak hanya menghadirkan bantuan atau perhatian sosial, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong, memperkuat persaudaraan, dan mendorong lahirnya lebih banyak aksi kebaikan.

Jumat Berkah pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari besarnya tindakan, melainkan dari ketulusan dalam memberikan manfaat bagi sesama.

Melalui PosJubah, Ditlantas Polda Sumbar terus berupaya menanamkan nilai bahwa Polantas hadir bukan hanya untuk mengatur perjalanan di jalan raya, tetapi juga untuk berjalan bersama masyarakat dalam semangat kepedulian, kemanusiaan, dan pengabdian.

Semoga setiap langkah kebaikan membawa manfaat, mempererat persaudaraan, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan masyarakat yang aman, tertib, peduli, dan penuh keberkahan. (**)

 



SUMBARNET – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus berupaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang ramah, humanis, dan mudah diakses oleh masyarakat melalui semangat Polantas Karib. Program ini menjadi bagian dari komitmen Polantas untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mewujudkan pelayanan lalu lintas yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan publik.

Mengusung semangat melayani dengan ramah, merespons dengan humanis, dan menghadirkan kemudahan di setiap layanan, Ditlantas Polda Sumbar mendorong seluruh personel lalu lintas agar senantiasa mengedepankan sikap santun, komunikatif, serta penuh kepedulian dalam menjalankan tugas.

Konsep Polantas Karib tidak hanya menitikberatkan pada pelaksanaan tugas kepolisian di jalan raya, tetapi juga pada bagaimana masyarakat merasakan kehadiran polisi sebagai mitra yang siap membantu, memberikan perlindungan, serta memberikan solusi atas berbagai persoalan yang berkaitan dengan lalu lintas.

Melalui pendekatan tersebut, Polantas diharapkan mampu menciptakan suasana pelayanan yang nyaman dan bersahabat. Masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan sesuai ketentuan, tetapi juga memperoleh pengalaman pelayanan yang mengedepankan rasa hormat, keterbukaan, dan kepastian informasi.

Bangun Kedekatan antara Polantas dan Masyarakat

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat. Kedekatan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Dalam semangat Polantas Karib, personel lalu lintas didorong untuk tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran, kemacetan, atau kecelakaan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sikap ramah saat memberikan pelayanan, kesigapan dalam merespons kebutuhan masyarakat, serta kemampuan menyampaikan informasi secara jelas merupakan bentuk nyata pelayanan kepolisian yang berorientasi pada kepuasan publik.

Pelayanan humanis juga berarti memperlakukan setiap masyarakat secara adil, menghormati hak-haknya, serta tetap menjalankan aturan dan prosedur secara tegas, profesional, dan proporsional.

Dengan demikian, ketegasan dalam penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan sikap santun dan pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Dirlantas: Pelayanan yang Baik Harus Dirasakan Masyarakat

Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq menyampaikan bahwa semangat Polantas Karib harus tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas, baik ketika personel memberikan pelayanan administrasi, melakukan pengaturan lalu lintas, melaksanakan pengamanan di jalan raya, maupun membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

“Polantas harus mampu menghadirkan pelayanan yang ramah, responsif, dan humanis. Kehadiran polisi lalu lintas harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya dalam penegakan aturan, tetapi juga melalui kepedulian, komunikasi yang baik, dan kemudahan dalam memperoleh pelayanan,” demikian rumusan pesan yang dapat digunakan sebagai draf kutipan untuk dikonfirmasi kepada Dirlantas Polda Sumbar.

Menurut semangat tersebut, kualitas pelayanan tidak semata-mata diukur dari terlaksananya prosedur, tetapi juga dari sikap personel dalam berinteraksi dengan masyarakat. Keramahan, kejelasan informasi, kecepatan merespons, dan kesediaan membantu menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Karena itu, setiap personel diharapkan mampu menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat yang mengutamakan kepentingan umum, tanpa mengabaikan aturan dan tanggung jawab sebagai aparat penegak hukum.

Wujudkan Pelayanan yang Mudah, Cepat, dan Humanis

Semangat Polantas Karib juga mengandung pesan bahwa pelayanan kepolisian harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Kemudahan akses informasi, komunikasi yang terbuka, serta respons yang tepat terhadap setiap kebutuhan menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pelayanan sehari-hari.

Masyarakat yang datang untuk memperoleh pelayanan maupun yang membutuhkan bantuan di jalan raya diharapkan mendapatkan perlakuan yang baik dan informasi yang mudah dipahami.

Di sisi lain, personel lalu lintas juga diharapkan mampu memberikan edukasi mengenai keselamatan berkendara, pentingnya menaati peraturan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta sikap saling menghormati sesama pengguna jalan.

Pendekatan persuasif dan edukatif menjadi penting agar kesadaran berlalu lintas tumbuh dari pemahaman dan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata karena adanya pengawasan atau ancaman sanksi.

Dengan komunikasi yang baik, Polantas dapat membangun ruang dialog yang positif sehingga masyarakat semakin memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk menjaga keselamatan dan ketertiban bersama.

Polisi Bersama Masyarakat, Lindungi dan Layani

Prinsip “Polisi bersama masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani” menjadi pesan utama dalam semangat Polantas Karib. Prinsip ini menegaskan bahwa keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas tidak dapat diwujudkan hanya melalui kerja kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Pengguna jalan memiliki peran penting dengan mematuhi peraturan, mengutamakan keselamatan, menghargai hak pengguna jalan lainnya, serta menghindari perilaku berkendara yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Sementara itu, Polantas bertugas memberikan perlindungan, melakukan pengaturan dan pengawasan, menegakkan hukum secara profesional, serta membantu masyarakat yang menghadapi kendala di jalan raya.

Sinergi antara kepolisian dan masyarakat tersebut diharapkan mampu membentuk budaya berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan berkeselamatan di wilayah Sumatera Barat.

Kehadiran Polantas yang bersahabat juga diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas. Masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan, kebutuhan, maupun masukan terkait pelayanan lalu lintas melalui saluran resmi yang tersedia.

Dengan komunikasi dua arah, kualitas pelayanan dapat terus dievaluasi dan ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Harapan Terwujudnya Polantas yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq berharap semangat Polantas Karib tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh personel dalam setiap kesempatan pelayanan.

“Harapan kami, Polantas semakin dekat dengan masyarakat, semakin dipercaya, dan selalu hadir memberikan manfaat. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi lalu lintas adalah mitra yang siap membantu, memberikan perlindungan, serta melayani dengan tulus, ramah, dan penuh tanggung jawab,” demikian draf kutipan harapan yang perlu mendapat konfirmasi narasumber sebelum diterbitkan.

Harapan tersebut sejalan dengan upaya membangun institusi kepolisian yang semakin terbuka, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Kepercayaan masyarakat diharapkan tumbuh melalui tindakan nyata, konsistensi sikap, serta kualitas pelayanan yang dapat dirasakan secara langsung.

Seluruh personel juga diharapkan menjadikan setiap interaksi dengan masyarakat sebagai kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai positif, memberikan edukasi, dan memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan warga.

Pada akhirnya, keberhasilan Polantas Karib bukan hanya terlihat dari keramahan personel saat memberikan pelayanan, tetapi juga dari meningkatnya kepercayaan masyarakat, kemudahan memperoleh layanan, serta tumbuhnya kesadaran bersama untuk menjaga keselamatan berlalu lintas.

Melalui semangat Polantas Karib, Ditlantas Polda Sumbar menegaskan pentingnya pelayanan yang mengutamakan kepedulian, respons yang humanis, dan kemudahan bagi masyarakat.

Polantas Karib: melayani dengan ramah, merespons dengan humanis, dan menghadirkan kemudahan di setiap layanan. Polisi bersama masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani demi terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan. (**)

 


PADANG, – Prestasi membanggakan ditorehkan Bripda Andhini Eliza Putri, personel BA Subdit Kamsel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat (Sumbar), dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.


Dalam poster apresiasi yang dirilis Ditlantas Polda Sumbar, Bripda Andhini tercatat meraih tiga medali dari cabang olahraga judo, yakni medali perunggu pada nomor ju no kata, medali emas pada nomor randori perorangan, serta medali perunggu pada nomor tanding beregu.


Capaian tersebut menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus menunjukkan kemampuan Bripda Andhini dalam bersaing di ajang olahraga tingkat provinsi.


Atas keberhasilan tersebut, Dirlantas Polda Sumbar beserta staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Bripda Andhini Eliza Putri. Apresiasi itu menjadi bentuk dukungan terhadap personel yang mampu mengembangkan potensi dan meraih prestasi di luar tugas kedinasan.


Keberhasilan meraih tiga medali dengan rincian satu emas dan dua perunggu tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi personel Polri lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga disiplin, serta mengukir prestasi di bidang yang ditekuni.


Selain membawa kebanggaan bagi institusi, prestasi tersebut juga mencerminkan pentingnya kerja keras, konsistensi latihan, dan semangat sportivitas dalam mencapai hasil terbaik.


Ditlantas Polda Sumbar berharap pencapaian Bripda Andhini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan seluruh personel Polri untuk terus berkembang serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (**)