SUMBARNET - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai terus mempercepat pembangunan sarana air bersih bagi masyarakat. Hingga Jumat (6/11/2026), pemasangan jaringan pipa menuju bak penampungan air telah dilaksanakan di Dusun Pogari, Desa Goisoinan.


Pipa tersebut nantinya akan mengalirkan air bersih dari bak penampungan menuju rumah-rumah warga dengan sasaran sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK).


Pembangunan jaringan pipanisasi ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh kebutuhan air bersih sehari-hari sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga.


Melalui program TMMD ke-130, TNI terus hadir bersama masyarakat, membangun desa dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat Mentawai. (Roby)

 


SUMBARNET - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0319/Mentawai terus mempercepat pengerjaan sasaran fisik pembangunan MCK bagi masyarakat. Kali ini, MCK milik Bapak Mauliate telah memasuki tahap pengecatan.Jumat, 06 November 2026


Tahapan tersebut menjadi salah satu proses akhir sebelum MCK dapat dimanfaatkan oleh keluarga Bapak Mauliate.


Sebentar lagi, Bapak Mauliate bersama keluarga akan mendapatkan fasilitas MCK yang layak, bersih, dan sehat untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.


Melalui program TMMD ke-130, Kodim 0319/Mentawai terus berupaya menghadirkan pembangunan yang bermanfaat serta meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (Roby)

 


SUMBARNET – Dalam upaya memperkuat sinergitas antara kepolisian dan masyarakat guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif, Polres Pesisir Selatan terus mengoptimalkan pendekatan keagamaan, adat, serta kearifan lokal melalui Program Kapolri, Jumat Keliling.

Salah satu bentuk pelaksanaan program tersebut diwujudkan melalui kegiatan Safari Jumat yang menghadirkan Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) Pesisir Selatan, Kompol H. Syafrizen, S.H., Datuk Rang Batuah, sebagai khatib Jumat di Masjid Darul Muthmainnah, Perumnas Painan Timur, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Dalam khutbahnya, Kompol H. Syafrizen mengangkat tema “Berdayakan Tungku Tigo Sajarangan, Kamtibmas Tanggung Jawab Bersama.”

Tema tersebut menegaskan pentingnya menghidupkan kembali peran dan kekuatan tiga unsur utama dalam tatanan kehidupan masyarakat Minangkabau, yakni niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai, sebagai mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Di hadapan jamaah Jumat, Waka Polres Pesisir Selatan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menciptakan lingkungan yang aman dan tenteram merupakan tanggung jawab bersama.

Menurutnya, keamanan tidak boleh hanya dipandang sebagai tugas dan kewenangan institusi kepolisian. Lebih dari itu, keamanan merupakan kebutuhan bersama yang harus diwujudkan melalui kepedulian, kebersamaan, komunikasi, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Maidah ayat 2:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Artinya: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."

Kompol Syafrizen menjelaskan bahwa ayat tersebut mengandung pesan penting tentang perlunya membangun kerja sama dalam kebaikan, termasuk dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tertib, harmonis, dan jauh dari berbagai bentuk gangguan keamanan.

Menurutnya, lingkungan yang aman bukan sekadar kondisi tanpa tindak kejahatan, tetapi juga situasi ketika masyarakat merasa terlindungi, hidup rukun, saling menghormati, serta dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan beribadah dengan tenang.

Menghidupkan Kembali Falsafah Tungku Tigo Sajarangan

Dalam khutbahnya, Kompol H. Syafrizen yang juga dikenal dengan gelar adat Datuk Rang Batuah secara khusus mengajak masyarakat Minangkabau untuk kembali memperkuat falsafah kehidupan yang telah diwariskan oleh para leluhur, yakni Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin.

Ia menyampaikan bahwa niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai merupakan tiga unsur penting yang memiliki kedudukan serta tanggung jawab strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang beradat, beragama, berpendidikan, dan taat hukum.

Pertama, niniak mamak, yang memiliki peran sebagai pemimpin adat, pemegang amanah kaum, serta panutan bagi anak kemenakan.

Niniak mamak diharapkan mampu menjadi pengayom, memberikan nasihat, menyelesaikan persoalan keluarga dan kaum melalui musyawarah, serta membimbing generasi muda agar tidak terjerumus dalam berbagai perilaku negatif.

Termasuk mencegah keterlibatan anak kemenakan dalam penyalahgunaan narkoba, perjudian, pergaulan bebas, tawuran, maupun tindakan lain yang bertentangan dengan norma adat, agama, dan hukum.

Kedua, alim ulama, yang memiliki tanggung jawab membimbing umat dalam kehidupan beragama dan membangun akhlak masyarakat.

Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah salat, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan moral, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta tempat menumbuhkan kepedulian sosial.

Ketiga, cadiak pandai, yang berperan memberikan pemikiran, gagasan, dan solusi untuk kemajuan masyarakat.

Melalui kemampuan intelektual, pengalaman, serta wawasan yang dimiliki, cadiak pandai diharapkan mampu berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, serta sejahtera.

Menurut Kompol Syafrizen, apabila ketiga unsur tersebut mampu menjalankan perannya secara optimal, saling menghormati, dan bekerja sama, maka masyarakat akan memiliki kekuatan sosial yang besar dalam menghadapi berbagai persoalan.

Falsafah Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin, bukan sekadar warisan budaya, melainkan modal sosial yang sangat berharga untuk membangun ketahanan masyarakat, termasuk dalam menjaga Kamtibmas.

Ajak Masyarakat Bersama-sama Cegah Narkoba dan Penyakit Masyarakat

Selain memperkuat peran tokoh adat, agama, dan intelektual, Waka Polres Pesisir Selatan juga mengingatkan jamaah tentang berbagai persoalan sosial yang membutuhkan perhatian serius.

Beberapa di antaranya adalah penyalahgunaan narkotika, perjudian, minuman keras, prostitusi, kenakalan remaja, serta berbagai bentuk penyakit masyarakat lainnya.

Ia mengajak seluruh orang tua, niniak mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, dan unsur pemuda agar tidak tinggal diam ketika melihat adanya potensi penyimpangan perilaku di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengawasi, mendidik, dan memberikan perhatian kepada anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak, dan memiliki masa depan yang baik.

Di samping itu, masyarakat juga diingatkan agar semakin bijak dalam menggunakan media sosial.

Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, menyebarkan berita bohong, fitnah, maupun ujaran kebencian yang dapat memicu perselisihan dan konflik sosial.

Kepedulian terhadap keamanan lingkungan juga perlu ditingkatkan melalui kegiatan ronda malam, komunikasi antarwarga, serta mengaktifkan kembali semangat gotong royong.

Kompol Syafrizen turut mengingatkan agar setiap persoalan di tengah masyarakat diselesaikan melalui musyawarah dan mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan tindakan main hakim sendiri.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Artinya: "Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa setiap umat Islam hendaknya mampu menghadirkan rasa aman dan kedamaian bagi orang lain, baik melalui perkataan maupun perbuatan.

Jumat Keliling Menjadi Sarana Mempererat Hubungan Polisi dengan Masyarakat

Lebih lanjut, Kompol H. Syafrizen menyampaikan bahwa Program Kapolri, Jumat Keliling, merupakan salah satu sarana strategis untuk mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan di masjid-masjid tersebut, jajaran kepolisian tidak hanya hadir untuk menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun silaturahmi, memperkuat komunikasi, menyerap aspirasi, serta menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas secara langsung kepada masyarakat.

Pendekatan melalui kegiatan keagamaan dinilai penting karena masjid merupakan salah satu pusat kehidupan sosial masyarakat yang memiliki peran besar dalam membangun persatuan, kepedulian, dan kesadaran bersama.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, hingga perangkat nagari untuk menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan.

Masyarakat juga diminta segera menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan maupun permasalahan sosial di lingkungan masing-masing.

Komunikasi dapat dilakukan melalui Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat nagari, maupun kantor kepolisian terdekat.

Ia menegaskan bahwa penanganan suatu persoalan akan lebih efektif apabila dilakukan sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

Kompol Syafrizen: Polisi Tidak Bisa Bekerja Sendiri

Dalam pesan yang disampaikan kepada jamaah, Waka Polres Pesisir Selatan menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban sangat ditentukan oleh kuatnya hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa kepolisian membutuhkan dukungan, partisipasi, serta kepercayaan masyarakat dalam menjalankan tugas pengabdian.

"Kami menyadari bahwa polisi tidak akan mampu bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dibutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, melalui Program Kapolri, Jumat Keliling ini, kami ingin membangun komunikasi yang lebih dekat, memperkuat silaturahmi, sekaligus mengajak masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga Kamtibmas," demikian pesan Kompol H. Syafrizen.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan polisi di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk melakukan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan, edukasi, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

"Kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Niniak mamak memiliki tanggung jawab menjaga dan membimbing anak kemenakan, alim ulama membina umat melalui nilai-nilai agama, cadiak pandai memberikan pemikiran dan solusi, sementara kepolisian bersama seluruh masyarakat bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban," ungkapnya.

Maksud, Tujuan, dan Harapan: Membangun Ketahanan Sosial dari Nagari

Lebih jauh, kegiatan Jumat Keliling ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar agenda rutin kepolisian.

Sebaliknya, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif dan memperkuat kembali hubungan sosial antara kepolisian dengan masyarakat.

Ada beberapa tujuan penting yang ingin diwujudkan melalui kegiatan tersebut.

Pertama, meningkatkan kedekatan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri melalui komunikasi langsung, silaturahmi, serta pendekatan keagamaan.

Kedua, menghidupkan kembali peran strategis Tungku Tigo Sajarangan sebagai kekuatan sosial dan budaya masyarakat Minangkabau dalam mencegah berbagai bentuk gangguan Kamtibmas.

Ketiga, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendeteksi, mencegah, dan melaporkan potensi gangguan keamanan sejak dini.

Keempat, memperkuat pembinaan generasi muda agar terhindar dari narkoba, perjudian, kenakalan remaja, tawuran, dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.

Kelima, membangun kesadaran hukum dan budaya musyawarah sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana, damai, dan sesuai ketentuan hukum.

Terkait hal tersebut, Kompol Syafrizen berharap seluruh unsur masyarakat dapat mengambil peran sesuai dengan kedudukan dan tanggung jawab masing-masing.

"Harapan kami, melalui kegiatan Jumat Keliling ini, terbangun sinergi yang semakin kuat antara Polri, pemerintah daerah, TNI, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat. Jangan menunggu munculnya persoalan baru kita bergerak. Mari bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini," pesannya.

Ia juga berharap nilai-nilai adat dan agama terus menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat, sebagaimana falsafah Minangkabau:

Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Falsafah tersebut mengandung makna bahwa adat dan agama harus berjalan beriringan dalam membentuk masyarakat yang beriman, berakhlak, menjunjung tinggi nilai adat, serta menghormati hukum yang berlaku.

Wujudkan Pesisir Selatan yang Aman, Damai, dan Sejahtera

Menutup khutbahnya, Kompol H. Syafrizen mengajak seluruh jamaah untuk memulai upaya menjaga keamanan dari lingkungan terkecil, yakni diri sendiri, keluarga, rumah tangga, lingkungan tempat tinggal, hingga kehidupan bermasyarakat di tingkat nagari.

Masjid hendaknya menjadi pusat persatuan dan pembinaan umat. Niniak mamak menjadi pengayom anak kemenakan, alim ulama menjadi pembimbing masyarakat, sedangkan cadiak pandai berperan sebagai pemberi pemikiran dan solusi bagi kemajuan nagari.

Ia berharap apabila seluruh unsur tersebut dapat berjalan bersama dan diperkuat dengan kehadiran kepolisian, maka Kabupaten Pesisir Selatan akan semakin kokoh dalam menjaga persatuan dan menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif.

Pesan tersebut dipertegas melalui pantun yang disampaikan sebagai penutup:

Ke Painan membeli kelapa,
Singgah sebentar di Batang Kapas.
Niniak mamak, ulama dan cadiak pandai bersatu bersama,
Kamtibmas terjaga, nagari aman dan masyarakat pun puas.

Sebagai penegasan dari seluruh rangkaian pesan khutbah, Kompol Syafrizen kembali mengingatkan:

"Jangan serahkan seluruh tanggung jawab keamanan kepada polisi. Mari kita berdayakan Tungku Tigo Sajarangan. Niniak mamak menjaga anak kemenakan, alim ulama membimbing umat, cadiak pandai memberikan pemikiran, dan polisi bersama masyarakat menjaga Kamtibmas. Karena keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab kita bersama."

Melalui Program Kapolri, Jumat Keliling, Polres Pesisir Selatan berharap terbangun hubungan yang semakin harmonis antara Polri dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai adat, agama, dan budaya gotong royong sebagai fondasi dalam mewujudkan daerah yang aman, damai, tertib, religius, dan sejahtera.

Salam Polisi, Polisi Bersama Masyarakat. (**)



SUMBARNET - Polres Pasaman melaksanakan upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas), Jumat (6/11/2026). Kegiatan berlangsung khidmat di Ruang Kerja Kapolres Pasaman dan dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman, AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.I.K.


Upacara sertijab tersebut turut dihadiri Wakapolres Pasaman dan Kabag SDM Polres Pasaman sebagai bagian dari dinamika penyegaran organisasi serta peningkatan kinerja di lingkungan Polri.


Dalam prosesi tersebut, jabatan Kasat Lantas Polres Pasaman yang sebelumnya diemban IPTU Afrizal, S.H., M.H., secara resmi diserahterimakan kepada pejabat baru, IPTU Afrizal Sahar, S.H.


Pergantian jabatan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sumatera Barat Nomor: Kep/444/X/2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Sumatera Barat.


Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan pejabat lama dan pejabat baru, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan terhadap pejabat baru yang didampingi rohaniawan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, berita acara pengambilan sumpah jabatan, serta pakta integritas.


Dalam amanatnya, Kapolres Pasaman AKBP Adirawa Permana Anggawisastra menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam institusi Polri. Selain sebagai bentuk penyegaran organisasi, pergantian jabatan juga menjadi bagian dari pembinaan karier serta upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Menurutnya, tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks sehingga setiap pejabat dituntut mampu beradaptasi, bekerja secara profesional, serta meningkatkan integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan.


"Rotasi jabatan merupakan bentuk dinamisasi organisasi dalam menghadapi tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks. Dengan adanya pergantian kepemimpinan ini, saya berharap pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang lalu lintas, dapat semakin ditingkatkan," ujar Kapolres.


Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada IPTU Afrizal, S.H., M.H., atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian selama menjalankan tugas sebagai Kasat Lantas Polres Pasaman.


Ia berharap berbagai capaian positif yang telah dilakukan pejabat lama dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kinerja Satuan Lalu Lintas ke depan.


Sementara kepada pejabat baru, IPTU Afrizal Sahar, S.H., Kapolres menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung di keluarga besar Polres Pasaman.


Kapolres berharap pejabat baru segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, memahami karakteristik wilayah hukum Polres Pasaman, serta melanjutkan program-program positif yang telah berjalan. Bahkan, berbagai kekurangan yang masih ada diharapkan dapat dievaluasi dan ditingkatkan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Jabatan dan kewenangan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab. Selain itu, jabatan juga merupakan bentuk pengabdian dan ibadah, karena pelayanan yang diberikan kepada masyarakat adalah cerminan kepercayaan publik kepada Polri," tegasnya.


Kapolres juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal, meningkatkan disiplin, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Pasaman.


Usai prosesi serah terima jabatan, kegiatan dilanjutkan dengan acara kenal pamit yang berlangsung di Aula Rupatama Polres Pasaman.


Acara tersebut dihadiri seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres Pasaman, para perwira staf, personel Bintara, ASN Polri, serta Bhayangkari.


Melalui pergantian kepemimpinan ini, diharapkan Satuan Lalu Lintas Polres Pasaman semakin optimal dalam menjalankan tugas, meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (AdF/Abdi Novirta )

 


SUMBARNET – Dalam upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter personel Polri yang berakhlak mulia, Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya, SH, S.I.K., MH, memberikan tausiah singkat sebelum khatib naik mimbar dalam kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang dilaksanakan di lingkungan Polres Pariaman, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut diikuti oleh seluruh personel Polres Pariaman bersama Bhayangkari. Pelaksanaan Binrohtal ini merupakan salah satu bentuk pembinaan internal yang secara konsisten dilaksanakan guna memperkuat pondasi spiritual, membangun mentalitas positif, serta meningkatkan kualitas kepribadian setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya menyampaikan tausiah dan pesan-pesan keagamaan kepada seluruh personel yang hadir. Ia mengajak seluruh anggota Polri agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, tugas sebagai anggota Polri bukan hanya menuntut kemampuan profesional, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat, tetapi juga membutuhkan kekuatan mental, moral, dan spiritual yang kokoh.

Kapolres menegaskan bahwa keimanan dan ketakwaan merupakan landasan penting dalam membentuk pribadi anggota Polri yang memiliki integritas, kejujuran, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama.

Dalam tausiah tersebut, ia juga mengingatkan bahwa setiap amanah dan tanggung jawab yang diberikan hendaknya dilaksanakan dengan penuh keikhlasan. Setiap anggota Polri harus mampu menjaga sikap, perilaku, serta tutur kata, baik ketika sedang berdinas maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya, SH, S.I.K., MH, menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal memiliki maksud dan tujuan penting dalam membentuk sumber daya manusia Polri yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kekuatan iman dan akhlak yang baik.

"Melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental ini, kita ingin membangun dan memperkuat keimanan serta ketakwaan seluruh personel. Saya berharap setiap anggota Polri senantiasa menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, sehingga dalam melaksanakan tugas selalu dilandasi kejujuran, keikhlasan, rasa tanggung jawab, serta niat untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat," ungkap Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres berharap kegiatan Binrohtal tidak hanya menjadi kegiatan rutin atau sekadar memenuhi kewajiban, tetapi benar-benar dapat memberikan manfaat dan perubahan positif bagi setiap personel.

Menurutnya, pembinaan rohani harus mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pelaksanaan tugas kepolisian yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

"Harapan saya, melalui kegiatan ini seluruh personel Polres Pariaman semakin kuat secara mental dan spiritual, memiliki akhlak yang baik, serta mampu mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai tantangan tugas. Jadikan pekerjaan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian. Berikan pelayanan kepada masyarakat dengan humanis, tulus, ikhlas, dan penuh rasa tanggung jawab," tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat harus dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan. Oleh karena itu, setiap personel dituntut untuk senantiasa menjaga kehormatan institusi dengan menunjukkan perilaku yang baik serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun mencederai kepercayaan publik.

Kegiatan Binrohtal tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan soliditas di lingkungan keluarga besar Polres Pariaman. Melalui pembinaan keagamaan, diharapkan seluruh personel memiliki keseimbangan antara kemampuan intelektual, profesionalitas kerja, serta kematangan emosional dan spiritual.

Selain itu, keterlibatan Bhayangkari dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Polri.

Dengan adanya kegiatan pembinaan rohani dan mental secara berkelanjutan, Polres Pariaman berupaya membangun personel yang tidak hanya unggul dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga memiliki karakter yang religius, berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Kapolres Pariaman berharap seluruh personel dapat semakin meningkatkan kualitas pengabdian, menjaga amanah yang diberikan, serta senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

Dengan iman yang kuat, mental yang tangguh, dan akhlak yang mulia, diharapkan seluruh personel Polres Pariaman mampu mewujudkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat. (**)



SUMBARNET – Polres Pasaman menerima kunjungan Tim Supervisi Biro Logistik (Rolog) Polda Sumatera Barat Tahun 2026 pada Selasa (3/11/2026). Kegiatan supervisi tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan, evaluasi, serta pembinaan terhadap pengelolaan logistik di lingkungan kepolisian, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kepolisian di wilayah hukum Polres Pasaman.

Kunjungan Tim Supervisi Rolog Polda Sumbar ini menjadi momentum penting bagi Polres Pasaman untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pengelolaan logistik, mulai dari administrasi, inventarisasi barang milik negara (BMN), pemeliharaan, hingga pemanfaatan sarana dan prasarana dinas agar dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Supervisi tersebut juga bertujuan memastikan seluruh perlengkapan dan fasilitas pendukung operasional kepolisian berada dalam kondisi baik, terawat, serta dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Pasaman AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.Ik., menyambut baik pelaksanaan kegiatan supervisi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki arti penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola logistik di lingkungan Polres Pasaman, sekaligus menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana kesiapan satuan kerja dalam mengelola dan memanfaatkan fasilitas dinas.

Kapolres Pasaman menyampaikan bahwa pengelolaan logistik merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, didukung dengan administrasi yang tertib serta pemeliharaan yang berkelanjutan, akan sangat berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan tugas personel di lapangan.

"Melalui kegiatan supervisi ini, kami berharap seluruh aspek pengelolaan logistik di lingkungan Polres Pasaman dapat semakin tertata dengan baik, baik dari segi administrasi, inventarisasi, pemeliharaan maupun pemanfaatan barang milik negara. Kami juga ingin memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana yang dimiliki dapat digunakan secara optimal untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian," ungkap AKBP Adirawa Permana Anggawisastra.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa kegiatan supervisi bukan semata-mata sebagai bentuk pemeriksaan, melainkan juga menjadi kesempatan untuk memperoleh arahan, masukan, serta petunjuk dari Tim Rolog Polda Sumbar terkait tata kelola logistik yang lebih baik dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Menurutnya, setiap aset dan perlengkapan dinas yang dipercayakan kepada institusi Polri harus dijaga serta dipertanggungjawabkan penggunaannya. Oleh karena itu, diperlukan komitmen seluruh personel untuk meningkatkan kedisiplinan dalam administrasi dan perawatan barang inventaris sehingga aset negara dapat terpelihara dengan baik dan memiliki masa manfaat yang optimal.

"Harapan kami, melalui supervisi ini dapat diketahui berbagai hal yang masih perlu dibenahi dan ditingkatkan. Setiap arahan maupun rekomendasi dari Tim Rolog Polda Sumbar tentunya akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk melakukan perbaikan ke depan," tambahnya.

Kapolres juga berharap hasil pelaksanaan supervisi dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pengelolaan logistik, sehingga seluruh kebutuhan operasional personel dapat terpenuhi secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga fasilitas dan perlengkapan dinas. Sebab, sarana dan prasarana yang tersedia bukan hanya menjadi pendukung pekerjaan personel, tetapi juga merupakan bagian penting dari upaya institusi Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan adanya kegiatan supervisi dari Rolog Polda Sumbar Tahun 2026 ini, Polres Pasaman diharapkan semakin meningkatkan kualitas pengelolaan logistik, memperkuat tertib administrasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan seluruh fasilitas pendukung operasional kepolisian.

Polres Pasaman berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas tata kelola internal sebagai bagian dari upaya mewujudkan institusi Polri yang profesional, modern, dan terpercaya.

Melalui pengelolaan logistik yang baik dan bertanggung jawab, diharapkan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Pasaman dapat berjalan semakin maksimal, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (**)

 


PADANG PARIAMAN – Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari, SH, S.Ik, MIK, melaksanakan pengecekan langsung terhadap Posko Gagak Hitam Tim Operasional (Opsnal) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Padang Pariaman.

Kegiatan pengecekan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan pengawasan pimpinan terhadap kesiapan personel, kondisi lingkungan kerja, serta kelengkapan sarana dan prasarana yang digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam bidang penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Padang Pariaman melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah bagian ruangan Posko Gagak Hitam, mulai dari kondisi kebersihan, kerapian, penataan perlengkapan, hingga kelengkapan fasilitas pendukung operasional personel.

Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Posko Gagak Hitam senantiasa berada dalam kondisi bersih, tertata, nyaman, dan siap digunakan sebagai pusat kegiatan serta koordinasi Tim Opsnal Satreskrim dalam menjalankan tugas di lapangan.

Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari menyampaikan bahwa kebersihan dan kerapian lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas personel kepolisian.

Menurutnya, posko bukan hanya sekadar tempat berkumpul atau melaksanakan kegiatan administrasi, tetapi juga merupakan salah satu fasilitas penting yang harus dijaga dan dipelihara dengan baik guna mendukung efektivitas pelaksanaan tugas operasional.

"Melalui pengecekan ini, saya ingin memastikan bahwa Posko Gagak Hitam berada dalam kondisi yang baik, bersih, rapi, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Lingkungan kerja yang tertata dengan baik tentu akan memberikan kenyamanan bagi personel sekaligus menunjang kelancaran dalam melaksanakan tugas," ujar Kapolres.

Lebih lanjut, AKBP Riyana Purwasari menegaskan bahwa setiap personel harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas dinas yang telah disediakan oleh institusi. Seluruh sarana dan prasarana yang ada hendaknya dijaga, dirawat, serta dimanfaatkan secara maksimal sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan tugas.

Ia juga mengingatkan agar personel Tim Opsnal Satreskrim senantiasa menjaga kedisiplinan, kekompakan, soliditas, serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas kepolisian.

"Jangan hanya menunggu arahan pimpinan untuk menjaga kebersihan dan kerapian. Jadikan hal tersebut sebagai budaya dan tanggung jawab bersama. Fasilitas yang sudah disediakan harus dirawat dengan baik agar selalu siap digunakan kapan pun dibutuhkan," tegasnya.

Selain memastikan kondisi fisik posko, pengecekan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pimpinan untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas pendukung yang digunakan personel dalam menjalankan tugas operasional.

Kapolres berharap keberadaan Posko Gagak Hitam dapat terus dioptimalkan sebagai salah satu sarana pendukung kinerja Tim Opsnal Satreskrim, sehingga setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan secara maksimal, terarah, dan profesional.

Ia juga berharap seluruh personel Tim Opsnal Satreskrim Polres Padang Pariaman terus meningkatkan kinerja, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan berbagai bentuk tindak pidana yang menjadi kewenangan kepolisian.

"Dengan kondisi posko yang bersih, rapi, dan dilengkapi sarana prasarana yang memadai, saya berharap personel semakin bersemangat dan optimal dalam bekerja. Yang paling utama, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis, dan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku," tambahnya.

Melalui kegiatan pengecekan ini, Kapolres Padang Pariaman ingin memastikan bahwa kesiapan personel harus berjalan seiring dengan kesiapan fasilitas pendukung. Dengan demikian, Tim Opsnal Satreskrim dapat melaksanakan tugas secara efektif dalam menjaga situasi kamtibmas serta memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen pimpinan Polres Padang Pariaman dalam melakukan pengawasan internal, meningkatkan kualitas lingkungan kerja, serta mendorong terciptanya personel kepolisian yang disiplin, bertanggung jawab, dan profesional dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat. (**)

 


BUKITTINGGI – Dalam upaya memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dengan masyarakat, Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto, S.I.K., M.Si., terus membangun komunikasi dan mempererat tali silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polresta Bukittinggi untuk menghadirkan sosok Polri yang semakin dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap berbagai masukan, serta responsif dalam menanggapi setiap persoalan yang berkembang di tengah kehidupan sosial.

Melalui komunikasi dan silaturahmi secara langsung, Kapolresta tidak hanya menjalin hubungan emosional dengan masyarakat, tetapi juga berupaya menyerap berbagai aspirasi, mendengarkan keluhan, mengetahui permasalahan yang dihadapi warga, sekaligus menerima saran dan masukan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

Pendekatan dialogis ini dinilai penting karena masyarakat merupakan mitra strategis kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, nyaman, dan kondusif.

Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga dapat dicarikan solusi secara bersama-sama sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.

Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa membangun kedekatan dengan masyarakat merupakan salah satu hal penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Menurutnya, Polri tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan maupun tindak pidana, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan, memahami, memberikan perlindungan, serta mencarikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

"Tujuan utama dari kegiatan silaturahmi dan komunikasi ini adalah membangun kedekatan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Kami ingin masyarakat merasa bahwa kepolisian selalu hadir, terbuka, dan siap mendengarkan setiap aspirasi, keluhan maupun masukan yang disampaikan," kata Kapolresta.

Ia menegaskan, komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat harus terus dipelihara. Sebab, berbagai informasi yang disampaikan masyarakat sangat penting bagi kepolisian dalam mengetahui kondisi nyata di lapangan, termasuk potensi gangguan kamtibmas yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan.

"Kami menyadari bahwa dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan, partisipasi, serta kerja sama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang baik agar setiap persoalan dapat dibicarakan dan dicarikan jalan keluarnya secara bersama-sama," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolresta berharap masyarakat tidak segan untuk menyampaikan berbagai informasi, kritik, saran maupun pengaduan kepada pihak kepolisian.

Baginya, setiap masukan dari masyarakat merupakan bahan evaluasi yang sangat berharga bagi institusi Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

Ia juga berharap hubungan harmonis antara Polresta Bukittinggi dengan seluruh lapisan masyarakat dapat terus terjaga dan semakin kuat. Dengan demikian, tercipta sinergi yang positif dalam menjaga stabilitas keamanan, mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas, serta mewujudkan lingkungan yang aman dan damai.

"Harapan kami, melalui komunikasi dan silaturahmi yang terus terjalin, akan tumbuh rasa saling percaya antara masyarakat dengan kepolisian. Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. Apabila ada persoalan, jangan ragu untuk berkomunikasi dan menyampaikannya kepada kami," pesan Kapolresta.

Selain mempererat hubungan kelembagaan, pendekatan langsung kepada masyarakat juga menjadi sarana bagi jajaran kepolisian untuk mengetahui berbagai dinamika sosial yang berkembang di tengah warga.

Berbagai persoalan, mulai dari keamanan lingkungan, ketertiban umum, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan sosial lainnya, membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.

Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Kapolresta Bukittinggi juga mendorong agar budaya saling peduli, menjaga kerukunan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.

Dengan terbangunnya komunikasi yang baik, setiap permasalahan diharapkan dapat diselesaikan melalui pendekatan yang tepat, mengedepankan dialog, serta tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

Komitmen membangun kedekatan dengan masyarakat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Polri yang humanis, profesional, transparan, dan semakin dipercaya oleh masyarakat.

Melalui semangat kebersamaan dan kemitraan, Polresta Bukittinggi berharap tercipta hubungan yang semakin erat antara kepolisian dan masyarakat.

Sebab, keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran, kepedulian, dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Dengan komunikasi yang terus terjalin, aspirasi yang tersampaikan, serta kerja sama yang semakin kuat, diharapkan Kota Bukittinggi senantiasa berada dalam situasi yang aman, tertib, damai, dan kondusif. (**)

 



Bukittinggi, SUMBARNET.ID -Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat H. Ary Yuswandi, SKM.,MKM menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan sinergi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam menangani berbagai persoalan ketenagakerjaan dan transmigrasi, terutama dalam memperluas kesempatan kerja, meningkatkan perlindungan pekerja, serta menekan angka pengangguran terbuka di Sumatera Barat


Penegasan tersebut disampaikan Ary Yuswandi saat membuka Rapat Koordinasi Ketenagakerjaan dan Transmigrasi se-Sumatera Barat, Kamis, 5 November 2026, yang berlangsung di Aula Lt 1 kantor Balai Kota Bukittinggi di Bukik Gulai Bancah


Rapat koordinasi tersebut diikuti sebanyak 195 peserta perwakilan kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, H. Rismal Hadi, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat, Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Padang, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang.


Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan program ketenagakerjaan yang lebih terarah, terukur, serta mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan persoalan ketenagakerjaan di daerah.


Ary Yuswandi menjelaskan, pelaksanaan rakor tidak sekadar menjadi forum pertemuan dan koordinasi antarpemerintah daerah, tetapi harus menghasilkan langkah konkret dalam mengoptimalkan pelaksanaan program dan kegiatan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan pemerintah kabupaten dan kota.


Menurutnya, berbagai persoalan ketenagakerjaan membutuhkan penanganan bersama karena tantangan yang dihadapi setiap daerah memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari keterbatasan lapangan pekerjaan, pengangguran, rendahnya perlindungan pekerja sektor informal, hingga persoalan hubungan industrial.


Dorong Program Asli Keren, Lindungi Pekerja Rentan


Dalam kesempatan tersebut, Ary Yuswandi juga menyoroti pentingnya memberikan perlindungan kepada pekerja rentan, terutama mereka yang bekerja pada sektor informal dan selama ini belum mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan secara memadai.


Ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah meluncurkan program Asli Keren yang memfokuskan perhatian pada perlindungan pekerja rentan.


Program tersebut diawali di Kota Pariaman yang telah memulai pelaksanaannya dan diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.


"Di Sumatera Barat, kita sudah meluncurkan program Asli Keren yang memfokuskan perlindungan kepada pekerja rentan. Kota Pariaman sudah memulai dan memberikan contoh. Ini perlu kita dorong bersama agar semakin banyak pekerja rentan yang mendapatkan perlindungan," ujar Ary Yuswandi.


Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang menggantungkan hidup pada pekerjaan sektor informal dengan tingkat pendapatan yang tidak selalu menentu. Di antaranya tukang ojek, pekerja harian, pekerja pada kegiatan keramaian, serta berbagai profesi lainnya yang memiliki risiko pekerjaan, tetapi belum seluruhnya terlindungi jaminan sosial.


Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah karena pekerja informal juga merupakan bagian penting dari penggerak perekonomian masyarakat.


Perlindungan terhadap pekerja rentan, menurutnya, tidak boleh hanya berorientasi pada pekerja yang berada di sektor formal atau perusahaan besar. Mereka yang bekerja secara mandiri dan memiliki penghasilan tidak tetap juga membutuhkan perhatian dan kehadiran pemerintah.


Karena itu, sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bersama BPJS Ketenagakerjaan sangat diperlukan untuk memperluas kepesertaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.


Pengangguran dan Keterbatasan Lapangan Kerja Jadi Tantangan


Lebih jauh, Ary Yuswandi mengungkapkan bahwa persoalan pengangguran terbuka masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.


Di satu sisi, kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan terus meningkat. Namun, di sisi lain, ketersediaan lapangan kerja masih terbatas dan belum sepenuhnya mampu menampung angkatan kerja yang tersedia.


Peluang bekerja ke luar negeri juga belum dapat menjadi satu-satunya solusi karena kuota dan kesempatan penempatan tenaga kerja migran masih terbatas.


Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab melalui berbagai terobosan dan strategi bersama, baik dengan memperluas kesempatan kerja di daerah, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperkuat pelatihan vokasi, maupun membangun kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.


Ia berharap melalui rapat koordinasi tersebut dapat dirumuskan berbagai kiat dan langkah nyata untuk membuka peluang kerja baru sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja.


Pemerintah daerah juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada penurunan angka pengangguran, tetapi mampu membangun ekosistem ketenagakerjaan yang memberikan kepastian, perlindungan, dan kesejahteraan bagi para pekerja.


Bukittinggi Apresiasi Penguatan Koordinasi Ketenagakerjaan


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, H. Rismal Hadi,S.STP.M.Si yang hadir mewakili Wali Kota Bukittinggi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Kota Bukittinggi sebagai tempat penyelenggaraan Rapat Koordinasi Ketenagakerjaan dan Transmigrasi se-Sumatera Barat.


Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota, khususnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang membutuhkan perhatian bersama.


Ia juga menyampaikan bahwa sejak Ary Yuswandi menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, berbagai kegiatan koordinasi yang melibatkan daerah memberikan ruang bagi pemerintah kabupaten dan kota untuk menyampaikan persoalan sekaligus menyelaraskan program pembangunan.


Rismal Hadi menjelaskan, karakteristik perekonomian Kota Bukittinggi sangat berbeda dengan daerah yang mengandalkan sektor primer. Sebagai kota perdagangan dan jasa, pergerakan ekonomi Bukittinggi sangat ditopang aktivitas perdagangan, pariwisata, jasa, serta berbagai usaha yang tumbuh di tengah masyarakat.


"Pergerakan perekonomian Kota Bukittinggi lebih banyak digerakkan oleh sektor perdagangan dan jasa, bukan bertumpu pada sektor primer. Karena itu, persoalan ketenagakerjaan menjadi salah satu aspek penting yang harus terus kita perhatikan," ungkapnya.


Ia menilai, pertumbuhan ekonomi daerah harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja. Sebab, perkembangan perdagangan dan jasa akan membutuhkan sumber daya manusia yang terampil, produktif, serta mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia usaha.


Empat Persoalan Ketenagakerjaan Menjadi Perhatian


Rismal Hadi menegaskan, pembangunan ketenagakerjaan di Sumatera Barat harus dimulai dengan memperkuat perhatian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk di Kota Bukittinggi dan daerah sekitarnya.


Setidaknya terdapat empat aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian bersama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kerja, penyaluran tenaga kerja, penyelesaian persoalan hubungan industrial, serta perlindungan tenaga kerja.


Keempat aspek tersebut saling berkaitan dan membutuhkan keterlibatan pemerintah, perusahaan, lembaga pelatihan, serta penyelenggara jaminan sosial.


Peningkatan kualitas SDM, misalnya, harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja agar para pencari kerja tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan maupun dunia usaha.


Sementara itu, penyaluran tenaga kerja perlu diperkuat melalui penyediaan informasi lowongan pekerjaan, pendampingan pencari kerja, serta kerja sama dengan perusahaan agar masyarakat memperoleh akses kesempatan kerja yang lebih luas.


Dalam hal hubungan industrial, pemerintah juga perlu memastikan terbangunnya hubungan yang harmonis antara pekerja dan pemberi kerja sehingga hak dan kewajiban masing-masing pihak dapat berjalan sebagaimana mestinya.


Perusahaan Diminta Penuhi Kewajiban Perlindungan Pekerja


Secara khusus, Rismal Hadi turut menyoroti masih adanya perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja, tetapi belum mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.


Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan karena setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan jaminan sosial sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Pemerintah Kota Bukittinggi, katanya, akan mengambil langkah dengan memanggil perusahaan-perusahaan yang belum memenuhi kewajiban kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerjanya.


Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan badan usaha sekaligus memastikan para pekerja mendapatkan perlindungan apabila menghadapi risiko kecelakaan kerja, meninggal dunia, maupun risiko sosial ekonomi lainnya sesuai program jaminan yang diikuti.


Ia menegaskan, keberadaan perusahaan dan aktivitas usaha di daerah harus memberikan manfaat tidak hanya dari sisi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam menjamin kesejahteraan serta perlindungan tenaga kerja.


Pemerintah daerah akan terus mendorong agar seluruh perusahaan menjalankan kewajibannya, sehingga tidak ada pekerja yang kehilangan hak atas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.


Pengangguran Terbuka Bukittinggi Turun Menjadi 4,41 Persen


Dalam pemaparannya, Rismal Hadi juga menyampaikan perkembangan positif kondisi ketenagakerjaan di Kota Bukittinggi.


Ia mengungkapkan, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Bukittinggi telah turun menjadi sekitar 4,4 persen, atau mengalami penurunan sebesar 0,1 poin persentase.


Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa berbagai upaya pembangunan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja mulai memberikan dampak terhadap kondisi ketenagakerjaan di daerah.


Meski demikian, pemerintah tidak boleh cepat berpuas diri. Penurunan angka pengangguran harus terus dipertahankan melalui kebijakan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat sektor perdagangan dan jasa, serta meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal.


Menurutnya, tantangan ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar membuka kesempatan kerja yang lebih luas dan dapat dinikmati masyarakat.


Dengan demikian, pembangunan daerah tidak hanya terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang memperoleh pekerjaan layak dan memiliki perlindungan sosial.


BPJS Kesehatan Berikan Penghargaan kepada Disnakertrans Sumbar


Rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Ketenagakerjaan dan Transmigrasi se-Sumatera Barat tersebut ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dari BPJS Kesehatan kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat.


Penghargaan diberikan atas dukungan dalam pengawasan dan penegakan kepatuhan badan usaha sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sekaligus pengawasan terhadap peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang menunggak agar dapat beralih segmen menjadi Pekerja Penerima Upah pada Badan Usaha (PPU BU).


Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap dukungan dan kontribusi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sumbar dalam mendorong kepatuhan badan usaha terhadap ketentuan kepesertaan JKN.


Melalui forum koordinasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat kebijakan ketenagakerjaan, memperluas perlindungan pekerja rentan, meningkatkan kualitas tenaga kerja, serta menghadirkan lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.


Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan diharapkan menjadi kekuatan penting dalam membangun sistem ketenagakerjaan Sumatera Barat yang lebih inklusif, produktif, dan berkeadilan.


Dengan demikian, pembangunan ketenagakerjaan tidak hanya berorientasi pada penurunan angka pengangguran, tetapi juga memastikan setiap pekerja memperoleh kesempatan, kepastian, dan perlindungan dalam menjalankan pekerjaannya.(**)

 


PADANG — Menambah pengetahuan dan mendapatkan dorongan untuk terus berkembang menjadi hal berharga bagi pelaku usaha. Hal itulah yang dirasakan Trisnawati, salah seorang peserta peningkatan kapasitas pengusaha dan UMKM Angkatan XIX yang digelar Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, di Aula Kantor Camat Bungus Teluk Kabung, Kamis (5/11/2026).


Trisnawati menyambut baik kegiatan tersebut. Baginya, pembekalan yang diberikan menjadi kesempatan untuk belajar lebih banyak, mengenali peluang usaha, sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa UMKM di Bungus Teluk Kabung memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.


“Terima kasih kepada Bapak Muhidi yang telah memberikan perhatian kepada kami melalui kegiatan ini. Kami mendapatkan banyak arahan dan motivasi untuk menuju kesuksesan. Mudah-mudahan ilmu yang diperoleh bisa kami terapkan sehingga UMKM di Bungus Teluk Kabung semakin maju,” ungkap Trisnawati.


Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena pelaku UMKM membutuhkan ruang untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan. Menurutnya, setiap pengetahuan baru menjadi bekal penting untuk memperbaiki usaha, menghadirkan inovasi, dan mengikuti perkembangan kebutuhan pasar.


Trisnawati juga mengaku semakin termotivasi untuk tidak berhenti belajar. Ia berharap semangat yang tumbuh dari kegiatan tersebut dapat dirasakan seluruh peserta, sehingga usaha yang selama ini dirintis dengan penuh perjuangan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.


“Kami ingin terus belajar dan berusaha menjadi lebih baik. Semoga apa yang kami dapatkan hari ini membawa manfaat bagi usaha masing-masing, menambah penghasilan keluarga, dan membuat UMKM Bungus Teluk Kabung semakin dikenal,” tuturnya.


Harapan serupa disampaikan Camat Bungus Teluk Kabung, Afridon. Ia mengapresiasi perhatian Muhidi terhadap pengembangan UMKM di wilayahnya. Menurutnya, masyarakat Bungus Teluk Kabung memiliki beragam mata pencaharian, mulai dari bertani, menjadi buruh, nelayan hingga menjalankan usaha kecil.


“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan menambah bekal bagi kita semua. Kami berharap ilmu yang diberikan kepada kelompok UMKM ini dapat membantu masyarakat Bungus Teluk Kabung mengembangkan usaha menjadi lebih maju dan sukses,” kata Afridon.


Afridon turut berharap pembangunan di Bungus Teluk Kabung mendapat perhatian secara berkelanjutan, baik pembangunan fisik maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan dukungan tersebut, ia optimistis potensi masyarakat dapat dikembangkan lebih baik.


Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menyampaikan bahwa penguatan UMKM merupakan salah satu bagian penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Selain pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tumbuhnya pengusaha baru juga perlu mendapat perhatian.


Menurut Muhidi, membangun infrastruktur dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Namun, menyiapkan seseorang menjadi pengusaha membutuhkan proses, kesabaran, pembelajaran, dan pendampingan secara berkelanjutan.


“Kalau infrastruktur sekali dibangun, manfaatnya bisa dirasakan bertahun-tahun. Tetapi mencetak entrepreneur membutuhkan waktu dan proses. Kita berharap dari Bungus Teluk Kabung ada yang tumbuh menjadi pengusaha sukses dan nantinya bisa membagikan ilmu kepada masyarakat lainnya,” ujar Muhidi.


Ia juga mengajak peserta untuk tidak selalu mengukur peluang usaha dari besarnya modal yang dimiliki. Sebab, keberanian memulai, kreativitas, keterampilan, serta kemampuan membaca peluang merupakan bekal yang tidak kalah penting dalam membangun sebuah usaha.


“Jangan menunggu punya modal untuk memulai. Mulailah dengan apa yang kita punya dan bangun modal dari apa yang kita lakukan. Terus tambah ilmu dan keterampilan, karena kesuksesan juga lahir dari kemauan untuk belajar dan keberanian mengambil peluang,” pesannya.


Muhidi menjelaskan, pengetahuan dapat diperoleh melalui berbagai cara, di antaranya berguru kepada orang yang berpengalaman, mengikuti pendidikan dan pelatihan, serta membiasakan diri membaca untuk memperluas wawasan.


Ia berharap kegiatan peningkatan kapasitas tersebut menjadi salah satu pintu bagi lahirnya pengusaha-pengusaha baru dari Bungus Teluk Kabung. Melalui program inkubasi, peserta yang memiliki potensi diharapkan dapat dibina lebih lanjut hingga mampu mengembangkan usaha sekaligus menginspirasi pelaku UMKM lainnya.


“Target kita bukan hanya memberikan pelatihan, tetapi bagaimana melahirkan pengusaha. Mudah-mudahan ada perwakilan dari Bungus Teluk Kabung yang bisa mengikuti program inkubasi, kemudian berkembang dan ikut membina yang lain,” tutupnya. (**)