Tampilkan postingan dengan label Kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopi. Tampilkan semua postingan

 


Padang, – CEO PT Alko Sumatera Internasional, Suryono, dinilai berhasil membawa kopi Kerinci menembus pasar global melalui pendekatan yang menggabungkan pemberdayaan petani, pelestarian lingkungan, dan pemanfaatan teknologi. Kiprah tersebut mendapat apresiasi dari Founder Sumatera and Beyond sekaligus Inisiator Green Tourism Institute, Ridwan Tulus.


Dalam catatan berjudul Suryono dan Secawan Kopi, Ridwan Tulus mengisahkan pertemuannya dengan Suryono yang berlangsung di Lounge Sikuai, Pangeran Beach Hotel Padang, pada 13 April 2025. Pertemuan itu menjadi awal dari diskusi panjang mengenai masa depan kopi Kerinci, pariwisata berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.


Ridwan mengaku telah lama mengagumi sosok Suryono. Menurutnya, Suryono tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis kopi, tetapi juga memperjuangkan kesejahteraan petani dan pelestarian alam melalui filosofi yang diusung Alko, yakni “Preserves Nature and Empowers People.”


"Saya melihatnya bukan sekadar tagline, tetapi sebuah filosofi tentang bagaimana alam dijaga dan masyarakat diberdayakan," tulis Ridwan yang diterima wartawan pada Kamis, (10/9/2026).


Suryono dikenal sebagai tokoh di balik pengembangan kopi Kayu Aro yang kini semakin dikenal di pasar internasional. Melalui PT Alko Sumatera Internasional, ia mendorong sistem perdagangan yang lebih transparan dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk kopi asal Kerinci.


Dalam pertemuan tersebut, Suryono juga memaparkan perjalanan Alko yang berangkat dari koperasi dan komunitas petani lokal hingga mampu membangun jaringan pemasaran global. Menurut Ridwan, Alko tidak hanya menjual kopi, tetapi juga membawa nilai-nilai keberlanjutan yang mencakup perlindungan hutan, peningkatan kesejahteraan petani, dan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.


Salah satu pencapaian yang menjadi sorotan adalah keberadaan Alko Café Osaka di Jepang yang telah memasuki tahun ketiga operasionalnya. Kehadiran kafe tersebut menjadi simbol keberhasilan kopi Kerinci menembus pasar internasional sekaligus memperkenalkan cerita tentang petani dan alam Sumatera kepada dunia.


Ridwan juga mengungkapkan bahwa Suryono mengundangnya untuk menghadiri peringatan tahun keempat Alko Café di Osaka. Selain itu, Alko menyiapkan agenda kunjungan ke Kerinci untuk melihat langsung perkebunan kopi, fasilitas pengolahan, serta bertemu dengan petani yang menjadi bagian penting dari rantai produksi kopi tersebut.


Tak hanya itu, Ridwan menyebut dirinya mendapat kepercayaan untuk bergabung sebagai salah satu pembina Alko. Menurutnya, amanah tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara sektor kopi dan pariwisata berkelanjutan.


Dalam catatannya, Ridwan menilai perjuangan Alko memiliki kesamaan dengan prinsip Green Tourism yang selama ini ia dorong, yakni memastikan pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.


"Alko membawa petani kopi ke dunia. Green Tourism membawa gagasan bagaimana pariwisata memberi manfaat kepada manusia dan alam. Dua jalan yang berbeda, tetapi menuju tujuan yang sama, yaitu menciptakan kehidupan yang lebih baik," tulisnya.


Ridwan menegaskan bahwa masa depan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh manfaat, hutan tetap terjaga, budaya terus hidup, dan generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik.


Melalui semangat itu, Alko dan para petani kopi Kerinci diharapkan terus menjadi contoh bagaimana produk lokal dapat mendunia tanpa meninggalkan nilai-nilai keberlanjutan yang menjadi fondasinya. (***)

 


Padang, — PT ALKO Sumatra Kopi mendorong transparansi rantai pasok kopi sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini, petani dinilai kerap menjual kopi dengan harga rendah karena minim informasi terkait distribusi dan struktur biaya.


Hal itu dikatakan oleh CEO PT ALKO Sumatera Kopi, Suharyono, saat ngopi bareng media di Pangeran Beach Hotel, Kamis (30/4/2026), di Padang.


Menurut Suharyono, selisih harga kopi dari hulu ke hilir sangat besar, namun tidak sepenuhnya dipahami petani.


“Dalam satu rantai distribusi, terdapat banyak komponen biaya, termasuk logistik yang bisa mencapai miliaran rupiah. Ketika hal ini terbuka, petani akan menyadari bahwa nilai produknya sebenarnya jauh lebih tinggi,” ujarnya, didampingi Direktur PT ALKO Sumatera Kopi Pebriansyah dan Pembina PT ALKO Sumatera Kopi Ridwan Tulus.


Ia menegaskan, keterbukaan informasi menjadi kunci agar petani memiliki posisi tawar lebih kuat di pasar. Dengan memahami rantai nilai, petani tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi bagian dari sistem ekonomi yang lebih adil.


Direktur PT ALKO Sumatra, Pebriansyah, menambahkan bahwa industri kopi memiliki keunggulan dibanding komoditas lain seperti sawit atau kakao.


“Rantai industri kopi relatif lebih pendek. Dari green bean, bisa langsung di-roasting dan menjadi minuman. Bahkan bisa dilakukan dalam skala kecil. Ini membuat pasar kopi lebih terbuka dan tidak terlalu bergantung pada industri besar,” katanya.


Ia menjelaskan, harga kopi juga mengacu pada pasar global yang dapat dipantau secara real-time. Kondisi ini membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan nilai jual melalui pengolahan dan penguatan branding.


“Value itu yang penting. Ketika petani tidak hanya menjual bahan mentah, tapi juga mengolah, maka nilai ekonominya meningkat,” tambahnya.


Koperasi Jadi Penguat Hilirisasi


ALKO mengembangkan model korporasi berbasis koperasi untuk menjawab tantangan petani, terutama terkait ketidakpastian pasar. Dalam model ini, koperasi berperan sebagai off-taker sekaligus penguat hilirisasi di tingkat petani.


Perjalanan ALKO dimulai sejak 2017 dan menghadapi berbagai dinamika pada 2018. Namun, pendekatan profesional terus diperkuat melalui pembentukan unit usaha yang berorientasi pada kesejahteraan anggota.


Dukungan awal juga datang dari World Wide Fund for Nature (WWF), yang membantu pengembangan awal. Salah satu terobosan penting adalah penerapan teknologi blockchain sejak 2019, yang disebut sebagai yang pertama di Asia untuk sektor kopi.


Teknologi ini diperkenalkan oleh mitra dari Jepang, Sasuke Morasaki, dan menjadi fondasi transparansi rantai pasok. Bahkan, dalam waktu singkat, produk ALKO berhasil menembus pasar global dan masuk jaringan Starbucks.


Langkah Ekspor yang Disebut Bersejarah


Sementara itu, Pembina PT. ALKO Sumatera Kopi Ridwan Tulus menilai langkah yang dilakukan PT ALKO Sumatra Kopi merupakan catatan penting yang perlu diketahui dunia.


Ia menyebut, strategi ekspor yang dilakukan perusahaan menjadi terobosan di sektor kopi nasional.


“PT ALKO Sumatra Kopi mencatat langkah tidak biasa dalam ekspor kopi dengan mengirim 10 ton kopi ke Oman melalui jalur udara. Strategi ini dipilih untuk memenuhi permintaan cepat pasar Timur Tengah, meski biaya logistik jauh melampaui harga produk,” ujar Ridwan Tulus yang juga tokoh pakar kepariwisataan Sumatera Barat itu.


Fokus Regenerasi Petani Milenial


Pengembangan kopi juga dilakukan di wilayah Agam melalui pendampingan langsung kepada petani. ALKO menaruh perhatian besar pada regenerasi petani milenial dengan mendorong digitalisasi sektor pertanian.


Selain itu, perusahaan menargetkan kemandirian pembiayaan melalui koperasi, tanpa bergantung pada modal eksternal. Model ini dinilai mampu memperkuat posisi petani dalam rantai nilai kopi.


Secara historis, kopi Sumatera Barat telah dikenal dunia sejak awal abad ke-20. Catatan menunjukkan, pada 1901 kopi dari wilayah ini telah dikenal hingga Eropa, termasuk Norwegia.


Saat ini, produksi kopi yang terhimpun dalam koperasi mencapai sekitar 13.000 ton per tahun dari 41.000 anggota. Namun, serapan oleh ALKO di Sumatera Barat masih di bawah 100 ton per tahun.


Peluang Besar di Pasar Global


Dengan permintaan kopi dunia yang terus meningkat, ALKO melihat peluang besar untuk memperluas pasar ekspor. Strategi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan petani melalui sistem yang lebih transparan dan berkelanjutan.


“Teknologi dan ekosistem sebenarnya sudah ada. Tantangannya sekarang bagaimana petani memahami nilai produknya dan mengambil peran lebih kuat di pasar,” tutup Suharyono. (***)

 


Roma, – Produk kopi asal Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Koperasi ALKO melalui brand Alko Sumatra Coffee sukses memperluas pasar ekspor ke Italia lewat kerja sama dengan BEST COFFEE SRL, perusahaan importir kopi yang berbasis di Italia.


Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam perdagangan kopi Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Italia memberikan penghargaan kepada BEST COFFEE SRL pada 22 Maret 2026 di Roma.


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang.


Penghargaan ini menjadi simbol dukungan negara terhadap perdagangan internasional, khususnya komoditas kopi yang melibatkan pelaku usaha dari Indonesia dan Italia.


BEST COFFEE SRL tercatat secara konsisten membeli kopi dari Koperasi ALKO dengan volume rata-rata 6 hingga 10 kontainer per bulan.


Adapun kopi yang dipasok meliputi berbagai daerah unggulan di Indonesia, seperti kopi Flores, Sumatra Lampung, Kopi Minang, kopi Kerinci, hingga kopi Jawa Timur Dampit.


CEO BEST COFFEE SRL, Emilio, bersama CEO Koperasi ALKO, Suryono, turut hadir dalam momen penyerahan penghargaan tersebut.


Keberhasilan ekspor ini mempertegas posisi kopi Indonesia sebagai salah satu produk unggulan yang diminati pasar global.


“From the living highlands of Sumatra, each bean carries cultural memory, careful hands, and future responsibility,” menjadi pesan yang merepresentasikan nilai budaya dan tanggung jawab yang dibawa setiap biji kopi Alko Sumatra Coffee.


Dengan semangat Crafted from Highland Wisdom, Alko Sumatra Coffee terus membawa cita rasa khas dataran tinggi Sumatra ke pasar dunia. (***)



SUMBARNET - Minum kopi hanya di pagi hari dapat meningkatkan harapan hidup seseorang dibandingkan dengan mengonsumsi minuman tersebut sepanjang hari, menurut sebuah studi terbaru.


Para peneliti dari Tulane University menganalisis data diet dan kesehatan dari lebih dari 40.000 orang dewasa di Amerika Serikat yang diambil dari National Health and Nutrition Examination Survey antara tahun 1999 dan 2018.


Tim peneliti mengidentifikasi dua pola konsumsi kopi: hanya di pagi hari dan peminum sepanjang hari.


Peneliti menemukan bahwa individu yang mengonsumsi kopi di pagi hari - mereka yang meminum kopi antara pukul 4:00 pagi hingga siang - memiliki kemungkinan 16% lebih rendah untuk meninggal akibat berbagai penyebab dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kopi, menurut hasil yang dipublikasikan pada hari Selasa di European Heart Journal.


Sumber : goodnews



SUMBARNET - Menurut laporan terbaru dari Stacker, Indonesia masuk dari  daftar 7  negara penghasil kopi terbaik di dunia.  Keunikan Kopi Indonesia


Kualitas dan Cita Rasa


Kopi Indonesia dikenal dengan tingkat keasaman yang rendah dan cita rasa yang kaya akan rempah-rempah, seperti cengkeh dan pala. Ini memberikan karakteristik unik yang membedakan kopi Indonesia dari kopi lainnya di dunia.


Varietas kopi yang terkenal dari Indonesia termasuk Kopi Sumatra, Kopi Java, dan Kopi Bali, masing-masing dengan profil rasa yang berbeda dan menarik.


Praktik Pertanian Berkelanjutan


Sekitar 95% perkebunan kopi di Indonesia dimiliki oleh petani kecil, yang menerapkan praktik pertanian ramah lingkungan. Ini tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan tetapi juga meningkatkan kualitas biji kopi yang dihasilkan.


Petani kopi di Indonesia sering menggunakan metode tradisional dalam budidaya dan pemanenan, yang membantu menjaga keaslian dan kualitas kopi.


Dukungan Terhadap Ekonomi Lokal


Industri kopi di Indonesia tidak hanya berkontribusi pada ekonomi nasional, tetapi juga memberikan mata pencaharian bagi jutaan petani. Dengan meningkatnya permintaan kopi berkualitas tinggi di pasar internasional, petani lokal mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan mereka.


Posisi Indonesia di Peta Kopi Global


Dalam daftar tujuh negara produsen kopi terbaik di dunia, Indonesia menempati posisi yang terhormat. Berikut adalah ringkasan dari negara-negara lain yang juga termasuk dalam daftar tersebut:


 Ethiopia - Dikenal sebagai tempat kelahiran biji kopi Arabika, Ethiopia memiliki tradisi panjang dalam produksi kopi.


 Kenya - Memproduksi kopi dengan rasa buah berry yang khas dan dikenal dengan varietas SL-28.


 Uganda - Menghasilkan kopi robusta yang tumbuh secara alami dan menjadi bagian penting dari budaya lokal.


 Kolombia - Terkenal dengan kopi Arabika berkualitas tinggi yang dipanen secara manual.

 El Salvador - Memiliki tanah vulkanik yang subur, menghasilkan kopi dengan rasa manis dan asam yang lembut.


 Kosta Rika - Dikenal dengan metode penyeduhan yang unik dan kopi berkualitas tinggi.


Sumber : goodnews


Kendal.SNet- Seusai meresmikan tiga ruas jalan tol Trans Jawa di Jembatan Kalikuto, Kamis, 20 Desember 2018, perjalanan ekspedisi Trans Jawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dilanjutkan dengan menuju rest area Km 391, Jalan Tol Trans Jawa, Kabupaten Kendal.

Setibanya di lokasi, Presiden menuju ke sebuah meja. Presiden dan Ibu Iriana tampak semeja dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta istrinya Siti Atiqoh Supriyanti.

Jika sebelumnya di rest area Km. 597 B Jalan Tol Ngawi-Kertosono, Kabupaten Madiun, Presiden mencicipi dan mempromosikan kuliner lokal pecel Madiun, maka di rest area ini Presiden mencicipi kopi lokal.

"Rasanya pripun, Pak?" tanya Ganjar Pranowo.

"Enggak kalah dengan brand global. Brand lokal tapi rasanya global," ujar Presiden.

Selepas meminum kopi, Presiden kemudian berkeliling meninjau kios-kios produk UMKM lainnya, seperti Dapoer Dewek. Tak hanya kuliner, Presiden juga melihat-lihat kios yang menjajakan pakaian batik.

Presiden kemudian menyapa masyarakat yang memadati panggung hiburan. Tak sedikit dari mereka yang bersalaman dan berswafoto.

Setelahnya, Presiden dan rombongan kemudian langsung menuju Pangkalan TNI AU Ahmad Yani, Semarang. Sekira pukul 16.55 WIB, Presiden lepas landas kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

# SNet - Red / Biro Pers Istana

Ciwidey(Jabar).SNet- Kamu penikmat kopi Ciwidey yang terkenal itu? Alangkah menyenangkan jika kamu bisa menikmati kopi khas Bumi Priangan di perkebunannya. Udara dingin dan pemandangan pegunungan di Ciwidey pasti menggoda kamu. Kamu pantas menikmatinya!

Namun, untuk menikmatinya perjalanan ke Ciwidey kadang macet di beberapa titik. Maka untuk mencapai lokasi wisata Ciwidey, butuh waktu yang lebih lama.

Namun, kini Kementerian Perhubungan telah memberikan kemudahan untuk melakukan reaktivasi rel kereta api Bandung-Ciwidey.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan rencana tersebut di Cigombong pada saat peresmian tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukambumi) Sabtu (1/12/2018).

"Nah, baru Ciwidey. Ciwidey merupakan alternatif karena Ciwidey merupakan komunitas yang luar biasa dan kita harus memberikan prioritas," jelas Budi Karya Sumadi.

Selain jalur Bandung Ciwidey, jalur ke Pangandaran pun akan direaktivasi. Betapa kamu bisa menuju ke pantai Pangandaran dari Bandung atau Jakarta dengan kereta api. Keren.

Melihat potensi wisata dan pemukiman yang padat seperti di Ciwidey, telah ada road map untuk pengembangan wilayah di Jawa Barat dan Indonesia. Utamanya untuk interkoneksi antar kota dan daerah. Tujuannya adalah untuk membuka daerah yang terisolir.

Salah satunya adalah melalui reaktivasi rel kereta api di Jawa Barat. Reaktivasi jalur untuk menciptakan konektivitas antar kawasan di Jawa Barat, bertujuan untuk meningkatkan perekonomian wilayah.

Informasi buat kamu, jalur yang akan diaktifkan kembali antara lain Cianjur-Padalarang, Bandung-Ciwidey, Banjar-Pangandaran-Cijulang, dan Cibatu-Garut-Cikajang.

Selain itu, untuk menghubungkan denngan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka, rel kereta Rancaekek-Tanjungsari juga akan dibangun.

Tentu jalur Bandung-Ciwidey bisa menyediakan akses dan kemudahan berwisata di Jawa Barat bagian selatan.

Nah,selamat menikmati kopi di Ciwidey, dengan naik kereta api. Selain berwisata dengan lebih mudah dan lancar dengan moda kereta api yang dicanangkan oleh Jokowi.
Salam Indonesia maju!

# SNet - Red/Jokowi App