Bea Gumulya : Pak Jokowi Sangat Memperhatikan Atlet


Jakarta.SNet- Bagi Beatrice (Bea) Gumulya, 27, petenis Indonesia - saat ini menduduki peringkat (rank) dua untuk Single maupun Double Indonesia, rank 766 dunia untuk Single dan rank 226 dunia untuk Double - atlet Indonesia saat ini cukup mendapat perhatian dari pemerintah.

Hal ini terlihat saat perhelatan Asian Games 2018, Jakarta-Palembang, Indonesia serta Asian Para Games 2018, Indonesia, lalu. Para Atlet peraih medali, diganjar bonus langsung.

"Pak Jokowi sangat memperhatikan Atlet, itu terlihat pada pemberian bonus untuk Atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu. Bahkan, bonus sudah cair sebelum Asian Games 2018, ditutup tanggal 2 September 2018," kata Atlet yang mulai menekuni Tenis sejak usia tujuh tahun ini.

Bea bercerita, mulai masuk kategori amatir saat usia sembilan tahun. Bea saat itu pertama kali bermain tenis untuk tingkat nasional. Lalu, pada usia 14 tahun, Bea memutuskan masuk kategori profesional.

"Usia 14 tahun itu batas untuk rule pertandingan senior internasional. Tapi, saya sempat tidak mengikuti pertandingan internasional selama empat tahun, karena memutuskan untuk kuliah di Clemson University, South Carolina, AS," kata penyuka warna pink dan ungu ini.

Usai menyelesai kuliah, Bea komit meneruskan karirnya di tenis, hingga saat ini. Menurut Bea, olahraga tenis di Indonesia memang kalah populer, dengan Sepak Bola dan Bulutangkis. Namun, pilihan cabang tenis adalah yang terbaik baginya.

"Karena sejak dulu memang merasa seneng dengan olahraga tenis dan pengen mendapatkan hasil yang maximal karena sudah menggeluti dunia tenis sejak kecil," tutur penyuka Bebek panggang dan goreng ini.

Bea berharap, pemerintah juga memperhatikan cabang Tenis dengan memperbanyak pertandingan internasional.

"Ya saya berharap, pertandingan tenis international bisa diperbanyak di Indonesia. Karena kalau melihat negara-negara lain, seperti Thailand dan China, dalam satu tahun mereka menyelenggarakan banyak pertandingan tenis internasional," ujar Bea, pada Kamis, 6 Desember, lalu.

"Dengan banyaknya pertandingan tenis internasional, Indonesia sebagai tuan rumah bisa mendapat banyak keuntungan. Salah satunya seperti fasilitas wildcard," tambah petenis, yang baru saja menyelesaikan pertandingan Tenis internasionalnya di India, Kamis, 6 Desember 2018, ini.

# SNet - Red/Jokowi App

0 Post a Comment:

Posting Komentar