PADANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda melalui pelestarian seni bela diri tradisional Minangkabau. Radiv Reynand, putra bungsu Devi Hariyanto yang merupakan siswa SDN 22 Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, berhasil meraih kenaikan sabuk Pratama Madya dalam kegiatan silat tradisi Sarai Sarumpun, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Budaya Padang, Sumatera Barat. Pencapaian ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan Radiv mempelajari dan mendalami seni bela diri tradisional yang tidak hanya mengajarkan keterampilan fisik, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap budaya dan tradisi.
Kenaikan sabuk Pratama Madya yang diraih Radiv merupakan hasil dari proses pembelajaran dan latihan dalam perguruan silat tradisi Sarai Sarumpun. Melalui proses tersebut, seorang pesilat diharapkan tidak hanya mampu menguasai gerakan dan teknik bela diri, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang menjadi bagian dari warisan budaya Minangkabau.
Bagi Radiv yang masih duduk di bangku sekolah dasar, pencapaian ini menjadi pengalaman berharga untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mendorong semangatnya agar terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Dibimbing Datuk Boy Taslim Sikumbang
Dalam proses mempelajari silat tradisi Sarai Sarumpun, Radiv dibimbing oleh pelatih Datuk Boy Taslim Sikumbang.
Peran pelatih menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan seorang pesilat, mulai dari penguasaan teknik dasar, ketepatan gerakan, keseimbangan tubuh, hingga pemahaman terhadap aturan dan nilai-nilai yang berlaku dalam seni bela diri tradisional.
Latihan silat juga mengajarkan pentingnya konsistensi dan kesungguhan. Setiap tahapan yang dilalui membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus memperbaiki kemampuan.
Kenaikan sabuk bukan semata-mata tentang pencapaian tingkatan, melainkan juga menjadi pengingat bagi seorang pesilat untuk semakin bertanggung jawab terhadap ilmu yang dipelajari.
Bagi Radiv, pencapaian Pratama Madya diharapkan menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya. Dengan bimbingan pelatih serta dukungan keluarga, ia memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mengenal lebih dekat seni bela diri tradisional daerahnya.
Dukungan Orang Tua Menjadi Motivasi
Sebagai putra bungsu Devi Hariyanto, perjalanan Radiv dalam menekuni silat tradisi Sarai Sarumpun juga tidak terlepas dari peran keluarga. Dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam membantu anak mengembangkan minat, bakat, dan karakter positif sejak usia dini.
Bagi orang tua, kegiatan ekstrakurikuler seperti silat dapat menjadi sarana untuk mengarahkan anak pada aktivitas yang bermanfaat. Selain melatih kemampuan fisik, silat juga dapat menjadi media pembelajaran mengenai kedisiplinan, pengendalian diri, sikap hormat kepada orang lain, serta pentingnya menjaga perilaku.
Devi Hariyanto berharap keterlibatan Radiv dalam silat tradisi tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membentuk kepribadian yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagai orang tua, saya tentu merasa bangga melihat Radiv bisa mengikuti proses latihan dan mencapai kenaikan sabuk Pratama Madya. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya prestasi yang diraih, tetapi juga bagaimana ia belajar disiplin, bertanggung jawab, menghormati orang lain, dan menjadi anak yang memiliki karakter baik,” demikian kutipan yang dapat digunakan setelah dikonfirmasi kepada Devi Hariyanto.
Devi juga berharap pencapaian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi Radiv untuk terus belajar, baik dalam pendidikan formal maupun dalam kegiatan silat yang ditekuninya.
“Kami berharap Radiv tidak cepat berpuas diri. Semoga ia semakin rajin berlatih, tetap rendah hati, menghargai pelatih, serta mampu membagi waktu antara sekolah dan latihan. Kami ingin ia tumbuh menjadi anak yang membanggakan keluarga, berguna bagi masyarakat, dan tetap mencintai budaya daerahnya,” lanjut kutipan draf tersebut, yang perlu disesuaikan dengan pernyataan asli orang tua.
Silat Tradisi sebagai Sarana Pembentukan Karakter
Silat tradisi memiliki kedudukan penting dalam kebudayaan Minangkabau. Seni bela diri ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mempertahankan diri, tetapi juga mengandung nilai pendidikan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui latihan yang terarah, anak-anak dapat belajar tentang ketekunan, kesabaran, keberanian, sportivitas, serta kemampuan mengendalikan emosi. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Keikutsertaan anak-anak usia sekolah dalam kegiatan silat tradisi juga dapat menjadi salah satu upaya memperkenalkan dan mempertahankan warisan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Karena itu, pencapaian yang diraih Radiv dapat menjadi momentum untuk semakin menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni bela diri tradisional. Prestasi pada tingkat individu diharapkan turut mendorong kesadaran bahwa budaya daerah perlu dipelajari, dipraktikkan, dan diwariskan secara berkelanjutan.
Harapan untuk Perjalanan Radiv ke Depan
Kenaikan sabuk Pratama Madya menjadi salah satu tahapan dalam perjalanan Radiv menekuni silat tradisi Sarai Sarumpun. Ke depan, konsistensi berlatih, dukungan keluarga, serta arahan pelatih akan berperan dalam membantu dirinya mengembangkan kemampuan.
Sebagai seorang pelajar, Radiv juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pendidikan dan kegiatan latihan. Prestasi di bidang nonakademik akan semakin bermakna apabila berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap pendidikan dan pembentukan karakter.
Dukungan orang tua, sekolah, pelatih, serta lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang bagi anak untuk bertumbuh dan mengembangkan potensinya.
Pencapaian Radiv di Taman Budaya Padang pada Minggu (25/10/2026) diharapkan tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat. Lebih dari itu, pengalaman tersebut dapat menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan kemampuan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan memperkuat kecintaan terhadap seni bela diri tradisional Minangkabau.
Dengan semangat belajar dan latihan yang berkelanjutan, Radiv diharapkan mampu melanjutkan perjalanan silatnya dengan tetap menjunjung tinggi kedisiplinan, kerendahan hati, dan nilai-nilai budaya yang dipelajari.
Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya dilakukan melalui pendidikan di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan positif yang membentuk keterampilan, karakter, dan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa. (**)

0 Post a Comment:
Posting Komentar