DIDUGA GAJI PEKERJA BELUM DIBAYAR, SMPN 2 SIPORA SELATAN DI DESA BOSUA DIPAlANG WARGA - PROYEK RP 960 JUTA DISOROT




MENTAWAI, Sumbarnet.id - Dunia pendidikan di Kepulauan Mentawai kembali tercoreng. SMP Negeri 2 Sipora Selatan yang berada di Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dilaporkan dipalang oleh masyarakat setempat, Minggu (25/10/2026) malam.


Aksi pemalangan tersebut dibenarkan oleh Kepala Dusun Bosua, Rusli. Ia secara khusus menghubungi redaksi sumbarnet.id melalui WhatsApp pada Minggu malam, 25 Oktober 2026 pukul 20.25 WIB, untuk melaporkan kejadian tersebut.


"Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan. Masyarakat kita sudah palang sekolah. Semua lokal di palang. Alasannya karena uang mereka belum dibayar tuntas sampai saat ini. Ketika salah satu guru menghubungi saya,  Katanya tidak ada Kepala Sekolahnya,"ujar Rusli kepada Sumbarnet.id.


Menurut Rusli, pemicu utama pemalangan adalah kekecewaan warga yang telah bekerja di sekolah tersebut namun hak mereka belum diterima sepenuhnya.


"Permasalahan dipicu karena gaji masyarakat yang bekerja di sekolah SMPN 2 Sipora Selatan belum tuntas dibayarkan oleh kepala sekolah. Masyarakat langsung lakukan pemalangan sekolah tersebut," tegas Rusli.


Papan proyek Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kemendikdasmen. Proyek tersebut bernilai fantastis:

> Sumber Dana: APBN 2026

> Jumlah Dana: Rp 960.559.000,-

> Kegiatan: Rehabilitasi Labor dan Ruang Kelas

> Pelaksana: P2SP SMP Negeri 2 Sipora Selatan


Proyek hampir 1 Miliar tersebut kini menjadi sorotan publik, karena di saat anggaran besar digelontorkan pemerintah pusat, justru upah pekerja lokal yang menjadi korban diduga belum dibayar.


Aksi pemalangan ini jelas merugikan siswa. Jika tidak segera dibuka, proses belajar mengajar di SMPN 2 Sipora Selatan akan lumpuh.


Masyarakat berharap, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai segera turun tangan. Mediasi harus segera dilakukan, hak pekerja harus dibayarkan, dan sekolah harus segera dibuka kembali demi masa depan anak-anak di Bosua.


Hingga berita ini ditayangkan, redaksi terus berupaya mengkonfirmasi hal ini kepada  pihak Kepala Sekolah SMPN 2 Sipora Selatan dan Dinas Pendidikan. (**)

0 Post a Comment:

Posting Komentar