Satlantas Polres Dharmasraya Gelar Polantas Karib di SDN 4 Sitiung, Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini



DHARMASRAYA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Dharmasraya menggelar kegiatan Polantas Karib di SDN 4 Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas kepada anak-anak sejak usia dini melalui pendekatan edukatif, komunikatif, dan humanis.

Program Polantas Karib menjadi salah satu bentuk pendekatan kepolisian kepada kalangan pelajar untuk memperkenalkan pentingnya keselamatan di jalan raya. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan dapat memahami aturan dasar berlalu lintas, mengenali potensi bahaya di jalan, serta membiasakan diri untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas perjalanan.

Edukasi keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah dinilai penting karena anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan pendampingan dan pemahaman khusus ketika beraktivitas di jalan raya. Dengan memberikan pengetahuan sejak dini, diharapkan tumbuh generasi muda yang memiliki kesadaran, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Kegiatan Polantas Karib juga menjadi sarana untuk mendekatkan personel kepolisian dengan para pelajar. Melalui komunikasi yang bersahabat, polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat, pelindung, pengayom, dan pendidik yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya menaati aturan demi keselamatan bersama.

Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Usia Sekolah

Kesadaran berlalu lintas tidak cukup hanya dibangun melalui penindakan terhadap pelanggaran. Lebih dari itu, diperlukan pendidikan dan pembiasaan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami bahwa setiap aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi keselamatan pengguna jalan.

Oleh karena itu, pengenalan budaya tertib berlalu lintas kepada siswa sekolah dasar menjadi langkah strategis dalam membangun karakter disiplin sejak dini. Anak-anak dapat mulai dibiasakan untuk memahami pentingnya menyeberang di tempat yang aman, memperhatikan kondisi jalan sebelum menyeberang, serta tidak bermain di badan jalan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu, pemahaman mengenai penggunaan perlengkapan keselamatan ketika berkendara juga perlu diperkenalkan kepada para pelajar. Anak-anak diharapkan memahami pentingnya penggunaan helm berstandar keselamatan saat dibonceng sepeda motor, serta pentingnya mengikuti arahan orang tua atau orang dewasa ketika berada di jalan raya.

Melalui edukasi yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami, pesan keselamatan diharapkan dapat diterima dengan baik oleh para siswa. Pengetahuan tersebut selanjutnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berangkat ke sekolah, pulang ke rumah, maupun saat melakukan aktivitas di luar lingkungan sekolah.

Kapolres Dharmasraya Tekankan Pentingnya Edukasi Keselamatan

Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., menekankan pentingnya membangun kesadaran tertib berlalu lintas melalui pendidikan sejak usia dini. Menurutnya, pembentukan perilaku disiplin di jalan raya perlu dilakukan secara konsisten dengan melibatkan kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Dalam konteks kegiatan Polantas Karib di SDN 4 Sitiung, Kapolres Dharmasraya menyampaikan bahwa edukasi kepada para pelajar merupakan langkah preventif untuk menumbuhkan pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas sekaligus membangun hubungan yang positif antara kepolisian dan masyarakat.

“Melalui kegiatan Polantas Karib ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi sejak dini sangat penting agar mereka terbiasa disiplin, memahami aturan, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Kapolres Dharmasraya.

Ia menjelaskan, pendekatan edukatif kepada anak-anak merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Anak-anak yang memperoleh pemahaman yang baik sejak dini diharapkan tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar terhadap risiko kecelakaan dan mampu menerapkan perilaku aman ketika berada di jalan raya.

Menurutnya, upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas tidak dapat hanya mengandalkan kegiatan penegakan hukum. Diperlukan pula langkah pencegahan melalui sosialisasi, penyuluhan, dan pembinaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

“Tujuan yang ingin kita capai bukan sekadar agar anak-anak mengetahui aturan lalu lintas, tetapi juga agar mereka memahami alasan di balik aturan tersebut. Dengan demikian, kedisiplinan tumbuh dari kesadaran, bukan hanya karena takut terhadap sanksi,” lanjutnya.


Polisi Hadir sebagai Sahabat Anak

Melalui konsep Polantas Karib, kehadiran polisi di lingkungan sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana komunikasi yang terbuka dan menyenangkan bagi para pelajar. Pendekatan yang bersahabat menjadi penting agar anak-anak tidak merasa takut ketika berinteraksi dengan anggota kepolisian.

Dengan mengenal tugas dan peran polisi sejak dini, para siswa diharapkan dapat memahami bahwa kepolisian memiliki tanggung jawab dalam menjaga keamanan, memberikan perlindungan, serta membantu masyarakat, termasuk dalam mewujudkan keselamatan di jalan raya.

Kedekatan antara polisi dan anak-anak juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Hubungan yang dibangun melalui pendidikan dan komunikasi positif diharapkan memberikan pemahaman bahwa kepatuhan terhadap hukum merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Di lingkungan sekolah, guru dan tenaga pendidik juga memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan edukasi keselamatan berlalu lintas. Pesan yang disampaikan oleh kepolisian akan lebih efektif apabila diperkuat melalui pembiasaan dan pengawasan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian pula orang tua, yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh perilaku berlalu lintas yang baik kepada anak-anak. Penggunaan helm, kepatuhan terhadap rambu-rambu, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta tidak membawa kendaraan bermotor sebelum memenuhi persyaratan hukum merupakan bentuk keteladanan yang perlu diterapkan.

Dengan sinergi antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat, pendidikan keselamatan berlalu lintas diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Harapan Terwujudnya Generasi Pelopor Keselamatan

Kapolres Dharmasraya berharap kegiatan edukasi seperti Polantas Karib dapat terus menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, para pelajar diharapkan mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Harapan kami, anak-anak di Dharmasraya dapat tumbuh menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan. Mereka diharapkan tidak hanya menerapkan perilaku tertib berlalu lintas untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu mengingatkan keluarga dan lingkungan sekitarnya agar selalu mengutamakan keselamatan,” harapnya.

Kapolres juga berharap adanya dukungan dari pihak sekolah dan orang tua agar pengetahuan yang diperoleh para siswa dapat diterapkan secara nyata. Pendidikan keselamatan berlalu lintas perlu menjadi perhatian bersama karena kecelakaan dapat menimbulkan dampak serius, baik bagi korban maupun keluarga yang ditinggalkan.

Ia menegaskan bahwa membangun budaya tertib berlalu lintas merupakan proses yang membutuhkan waktu, keteladanan, dan konsistensi. Karena itu, setiap upaya edukasi yang menyasar generasi muda memiliki arti penting dalam menciptakan lingkungan jalan raya yang lebih aman.

Kegiatan Polantas Karib di SDN 4 Sitiung diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Satlantas Polres Dharmasraya dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar.

Melalui kegiatan tersebut, pesan keselamatan diharapkan semakin dekat dengan kehidupan anak-anak, sehingga mereka dapat memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan untuk melindungi diri sendiri dan sesama pengguna jalan.

Dengan menanamkan nilai kedisiplinan sejak usia sekolah, Satlantas Polres Dharmasraya diharapkan turut berkontribusi dalam membentuk generasi yang sadar hukum, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan di jalan raya.

Pada akhirnya, terwujudnya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kepolisian melalui edukasi, sekolah melalui pembinaan, orang tua melalui keteladanan, serta masyarakat melalui kepatuhan terhadap aturan memiliki peran yang saling melengkapi dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas bagi seluruh pengguna jalan. (**)

0 Post a Comment:

Posting Komentar